Kericuhan di tempat makan sering kali terjadi. Terbaru, seorang wanita di kedai makan ngamuk membawa chopper dan gunting usai ponselnya mati hingga tak bisa bayar tagihan makan.
Niat makan tenang di sebuah kedai di kawasan Sheung Shui, Hong Kong, justru berakhir ricuh. Seorang wanita tiba-tiba mengamuk dengan membawa chopper dan gunting, setelah gagal membayar makanan karena ponselnya mati kehabisan baterai.
Melansir Must Share News (4/26), kejadian ini berlangsung pada Sabtu (3/1) dini hari dan berhasil menghebohkan pengunjung yang berada di lokasi. Wanita itu telah selesai menyantap hidangannya. Masalah muncul saat ia hendak membayar menggunakan metode pembayaran digital yang umum dipakai di Hong Kong.
Sialnya, baterai ponselnya habis total. Pemilik kedai sebenarnya sudah menawarkan solusi sederhana, yakni mengisi daya ponsel di tempat agar pembayaran tetap bisa dilakukan. Namun, alih-alih menerima bantuan, wanita itu justru tiba-tiba tersulut emosi.
Situasi berubah mencekam ketika ia masuk ke area dapur dan mengambil sebuah chopper serta gunting. Dengan kedua benda tajam tersebut, ia mulai berteriak dan mengayunkannya ke udara. Para pelanggan dan staf panik, berlarian keluar kedai demi menyelamatkan diri.
Polisi yang mendapat laporan segera datang ke lokasi. Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat petugas kepolisian mengenakan seragam lengkap dan berjaga di depan pintu kedai.
Saat pintu dibuka, wanita tersebut langsung menyerang polisi dengan menghantam perisai mereka menggunakan chopper. Salah satu petugas bahkan nyaris terjatuh akibat serangan tersebut!
Butuh banyak tenaga untuk mengendalikan situasi mencekam ini. Sebanyak 13 petugas polisi dikerahkan demi melumpuhkan wanita itu. Setelah berhasil dijatuhkan ke lantai, ia tetap berteriak-teriak saat digiring keluar dari kedai.
Wanita 32 tahun itu kemudian dibawa ke rumah sakit karena mengalami luka di bagian tangan. Polisi menetapkannya sebagai tersangka dengan beberapa dakwaan, termasuk kepemilikan senjata berbahaya, perusakan properti, serta penyerangan terhadap petugas kepolisian. Kasus ini kini ditangani oleh Tim Investigasi Kriminal Distrik Tai Po.




