Perayaan Imlek masih sebulan lagi, tetapi restoran nasi lemak ayam Taliwang sudah mengejutkan pelanggan ini. Pasalnya mereka menambah biaya ‘Tahun Baru imlek’ itu di tagihan pelanggan.
Belakangan ini banyak restoran menambah biaya ‘kurang jelas’ ke tagihan makan pelanggan. Lebih parahnya lagi beberapa restoran tidak menginfokan terlebih dahulu terkait penambahan biaya tersebut.
Alhasil banyak pelanggan yang terkejut dan merasa ‘dipaksa’ oleh pihak restoran, seperti yang dialami seorang pelanggan baru-baru ini.
Kejadian kurang menyenangkan tersebut diunggah oleh seorang bernama Benard Peh. Pada tanggal 6 Januari lalu, ia mengunggah foto struk pembelian makanan milik temannya ke laman Facebook, lapor asiaone.com (7/1).
Diketahui teman Benard makan di Nasi Lemak Ayam Taliwang yang berlokasi di food court Cantine Corner by Kopitiam, Admiralty Place, Singapore.
Pesanan makannya meliputi 1 Chicken Cutlet Curry Rice seharga 6.50 sgd atau sekitar Rp 85.143 dan 1 Mackerel Otah seharga 2.30 sgd atau sekitar Rp 30.127.
Tetapi ada hal mengganjal yang terlihat pada struk tagihan tersebut. Di bagian bawah ada tambahan biaya CNY (Chinese New Year) sebesar 1 sgd (Rp 13.098).
Benard pun terkejut melihat tambahan biaya tersebut.
Ia mengungkap, “Jujur saja, aku mau istirahat. Biaya tambahan imlek untuk makanan? Ini baru Januari.”
Unggahan ini langsung menarik perhatian banyak orang. Tidak sedikit netizen menunjukkan rasa kebingungan dan ketidakpuasan dengan tambahan biaya tiba-tiba tersebut.
Salah satu netizen mengungkap, “Omong kosong apa ini?”
“Apa? terlalu awal untuk perayaan imlek,” ujar netizen lain.
Di Singapura, beberapa restoran memang suka menambah biaya untuk perayaan imlek. Namun biasanya hal itu dilakukan sepanjang minggu Imlek, tidak seperti layanan kecantikan yang mulai mengenakan biaya tambahan beberapa minggu sebelum hari libur nasional.
Di tengah banyaknya kecaman, seorang karyawan di warung tersebut akhirnya buka suara. Ia melakukan klarifikasi yang mengungkap bila tambahan tersebut adalah untuk saus kari atau sayuran tambahan.
Karena sistem di gerai tersebut tidak memiliki opsi terpisah untuk tambahan saus kari, sehingga dimasukkan ke biaya tambahan imlek.
Menurut karyawan, ia telah menjelaskan hal ini kepada pelanggan selama transaksi berlangsung. Ia juga menyatakan sistem point of sale (POS) di gerai Nasi Lemak Ayam Taliwang sudah diperbaharui, sehingga sudah ada opsi saus kari tambahan.
Biaya tambahan Tahun Baru Imlek ini nantinya tetap akan diberlakukan, tetapi hanya pada hari pertama dan kedua Tahun Baru Imlek.
Meskipun pihak restoran sudah menjelaskan hal tersebut, tampaknya Benard dan temannya belum merasa puas.
Benard mengungkap kepada AsiaOne kalau dulu temannya tidak dikenakan biaya tambahan apapun ketika minta saus kari tambahan. Sekalipun kali ini ia membayar 1 sgd (Rp 13.098), pelanggan tersebut mengungkap ia tetap tidak mendapat tambahan saus kari.
Ketika teman Benard bertanya tentang kejelasannya, karyawan menjawab, “Tidak ada pilihan karena biaya bahan baku.”
Kejadian penambahan biaya tidak jelas masih merajalela di Singapura. Padahal di tahun 2025 lalu, Asosiasi Konsumen Singapura (CASE) telah mendesak para pelaku usaha untuk bersikap transparan mengenai biaya tambahan musiman dan kenaikan harga selama musim perayaan.
Banyak pelanggan protes karena tidak diberitahu tentang biaya tambahan hingga 30% pada beberapa layanan kecantikan, gerai makanan, hingga pelayanan pencucian mobil.






