Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
Gegara cara makan yang berbeda, turis Italia ini nekat mengolok-olok seorang sopir taksi di Thailand. Aksinya pun menuai banyak kecaman!
Perilaku seorang turis asal Italia menuai kecaman setelah video yang diunggahnya dinilai menghina seorang sopir taksi di Thailand. Dalam video tersebut, sang turis membandingkan sopir taksi dengan seekor anjing hanya karena cara makannya.
Video itu memperlihatkan seorang sopir taksi yang sedang duduk di bagian belakang mobilnya sambil menikmati makanan menggunakan kantong plastik dan sendok plastik. Ia memarkirkan mobilnya di bandara Suvarnabhumi, Bangkok.
Dalam bahasa Italia, turis tersebut mengomentari, “Saya cinta anjing, tapi orang-orang seperti ini menjijikkan.” Ia bahkan bertanya ke anjingnya yang ikut dalam perjalanan, mengenai apakah anjing itu setuju dengannya.
Bagi warga lokal, cara makan seperti ini bukanlah hal aneh. Namun, turis itu justru merekam momen tersebut dan melontarkan komentar yang dianggap merendahkan martabat sang sopir.
Dilansir dari Must Share News (21/1), unggahan tersebut dibagikan di Facebook pada 11 Januari 2026 dan dengan cepat menarik perhatian warganet. Dalam videonya, turis itu menyamakan tindakan sopir taksi yang sedang makan dengan perilaku seekor anjing, pernyataan yang langsung memicu kemarahan banyak orang.
Lalu pada 13 Januari 2026, turis Italia itu terlihat membagikan video dari dalam pesawat. Ia tampaknya meninggalkan Thailand dengan anjing duduk di sebelahnya. Dalam keterangan, ia menulis, “Bye bye Thailand menjijikkan.”
Tak butuh waktu lama, video tersebut menyebar luas dan menuai kritik tajam. Banyak netizen menilai komentar sang turis tidak sopan dan menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap pekerja lokal.
Warganet juga menyoroti bahwa sopir taksi tersebut tidak melakukan hal yang salah. Cara makan dari kantong plastik dinilai wajar, terutama bagi pekerja lapangan yang memiliki waktu istirahat terbatas.
Seiring viralnya video tersebut, kolom komentar dipenuhi kecaman, termasuk dari warga Italia sendiri. Sejumlah pengguna media sosial menegaskan bahwa bepergian ke negara lain seharusnya dibarengi dengan sikap menghargai budaya dan kebiasaan setempat.
Mengolok seseorang hanya karena perbedaan kebiasaan dinilai sebagai tindakan yang tidak pantas. Akibat banyaknya kritik, unggahan tersebut akhirnya dihapus dari Facebook. Meski begitu, rekaman videonya terlanjur menyebar dan menjadi bahan perbincangan luas di media sosial.
Banyak pihak menyayangkan tindakan turis tersebut dan berharap kejadian serupa tidak terulang. Insiden ini menjadi pengingat bahwa apa yang dibagikan di media sosial bisa berdampak besar, terutama jika menyangkut penghinaan terhadap orang lain.
Netizen berharap para wisatawan dapat lebih bijak dalam bersikap dan menyadari bahwa setiap orang, termasuk pekerja seperti sopir taksi, layak diperlakukan dengan rasa hormat, di mana pun berada.




