Seorang barista viral gegara aksi joroknya meracik minuman dengan tangan telanjang. Pihak perusahaan milk tea angkat suara jelaskan kronologinya.
Kebersihan menjadi syarat utama sebuah makanan atau minuman higienis. Hal ini penting diperhatikan oleh seorang pekerja di restoran atau kafe.
Tidak ayal jika penggunaan sarung tangan menjadi standar operasional yang paling dasar untuk pekerja di kafe maupun restoran. Namun sebuah video viral menyoroti aksi barista dari gerai milk tea ternama berlaku tak semestinya.
Dilansir dari Channel News Asia, (7/1/2026), peristiwa ini bermula ketika video tersebut muncul di platform Douyin pada 5 Januari 2026. Dalam videonya terlihat seorang pegawai perempuan yang mengenakan seragam serta masker Chagee sedang menyiapkan minuman dengan tangan telanjang.
Dalam rekaman itu, ia terlihat mengaduk minuman, memasukkan buah lemon ke dalam gelas, bahkan menuangkan teh langsung ke atas telapak tangannya. Kemudian bahan-bahan tersebut dimasukkan ke dalam gelas bahkan sampai mengaduk minuman dengan tangannya.
Bahkan bahan-bahan yang jatuh berserakan ke atas meja juga ikut dimasukkan ke dalam gelas racikan minuman. Video itu viral seketika hingga membuat banyak netizen merasa khawatir untuk membeli milk tea dari gerai tersebut.
Menanggapi viralnya video tersebut, Chagee merilis pernyataan resmi melalui akun Weibo mereka pada 6 Januari 2026. Perusahaan menegaskan bahwa insiden tersebut terjadi di gerai mereka yang terletak di Longwen Baolong Plaza, Zhangzhou, Provinsi Fujian.
Investigasi internal termasuk pemeriksaan rekaman kamera pengawas telah dilakukan. Hasilnya pegawai tersebut memang sengaja merekam aksinya.
Namun menurut penuturannya video tersebut sekadar ingin meniru tren ‘milk tea gaya India’ dan sekadar untuk aksi jenaka semata. Perusahaan juga menjelaskan bahwa bahan-bahan yang digunakan dalam video itu adalah sisa bahan yang sudah tidak layak pakai dan biasanya akan dibuang.
Setelah pengambilan gambar selesai, semua minuman langsung dibuang dan tidak kepada pelanggan. Pasca viralnya video tersebut, gerai terkait juga menjalani pembersihan dan disinfeksi menyeluruh untuk memastikan lingkungan tetap higienis sebagaimana standar operasional perusahaan.
Dalam pernyataannya, Chagee dengan tegas menyatakan bahwa produksi teh di jaringan mereka mengandalkan peralatan otomatis. Sehingga kontak minuman dengan pekerja sekalipun telah diminimalisir dengan sistem tersebut.
Sebagai konsekuensi, pegawai yang terlibat telah dipecat dari pekerjaannya. Perusahaan juga mengambil tindakan disipliner terhadap manajemen gerai yang bersangkutan yaitu manajer gerai dan pengawas regionalnya dimutasi.






