Tragis! Bocah di Malaysia Meninggal Tersedak Biji Rambutan

Posted on

Seorang anak laki-laki berusia lima tahun di Malaysia meninggal setelah tersedak biji rambutan. Begini kronologinya!

Peristiwa tersebut diketahui terjadi di kawasan Kemaman, Terengganu, pada 19 Januari lalu. Menurut laporan dari The Strait Times (23/01/2026), insiden itu bermula dari acara makan-makan di rumah korban.

Kepala Kepolisian Kemaman, Mohd Razi Rosli, menjelaskan bahwa kejadian itu berlangsung sekitar pukul 13.30 waktu setempat di sebuah rumah di kawasan Felda Neram 1.

Saat kejadian, korban yang masih berusia 5 tahun sedang makan bersama kakak perempuannya yang berusia 6 tahun. Polisi menyebutkan bahwa sang kakak mengupas buah rambutan tersebut sebelum memberikannya kepada korban, lalu keduanya menyantap buah itu bersama-sama.

“Ketika sedang makan, suara korban tiba-tiba menjadi serak, diduga karena biji rambutan yang tertelan tersangkut di tenggorokannya,” ujar Mohd Razi Rosli. Kondisi tersebut membuat keluarganya langsung panik. Mereka pun segera membawa korban ke Rumah Sakit Kemaman untuk mendapatkan perawatan medis.

Namun, upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil karena sudah terlambat. Korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 14.50 waktu setempat. Pihak kepolisian memastikan penyebab kematian melalui pemeriksaan lanjutan.

“Hasil autopsi mengonfirmasi bahwa penyebab kematian korban adalah tersedak biji rambutan,” jelas Mohd Razi Rosli. Ia menambahkan bahwa biji rambutan ditemukan tersangkut di saluran pernapasan korban saat pemeriksaan post-mortem dilakukan.

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi orang tua dan pengasuh anak untuk meningkatkan kewaspadaan saat anak mengonsumsi makanan, terutama yang berpotensi menyebabkan tersedak. Buah-buahan seperti rambutan, lengkeng, dan duku memiliki biji yang licin dan berukuran cukup besar sehingga berisiko jika tertelan oleh anak-anak.

Sejumlah laporan menunjukkan adanya beberapa kasus terpisah anak meninggal dunia akibat tersedak biji rambutan, terutama di Malaysia dan India. Insiden ini umumnya menimpa anak usia dini, mulai dari bayi hingga anak-anak sekitar tujuh tahun, ketika biji rambutan tersangkut di saluran pernapasan.

Sebelumnya, sepanjang 2025, beberapa kasus serupa dilaporkan di India dan Malaysia, termasuk pada balita. Pada 2018, insiden serupa juga terjadi di Kedah, Malaysia.

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi