Tinggalkan Dunia IT, Gen Z Raup Rp 39 Juta Sehari dari Jualan Mie Udang

Posted on

Alih profesi jadi penjual makanan kaki lima, mahasiswa IT ini justru temukan kesukseannya. Setiap hari pendapatannya mencapai Rp 39,2 juta.

Memutuskan alih profesi bukan hal yang mudah. Seringkali membutuhkan waktu untuk berpikir ulang, sebab menyangkut masa depan.

Bahkan keputusan mengubah karir, apalagi bagi anak muda, tidak terjadi dalam waktu singkat. Namun berbeda dengan seorang pria muda yang mantap memilih jalan untuk membantu orang tuanya.

Dilansir dari Business Insider, (5/1/2026), Ethan, yang masih berusia 24 tahun awalnya menempuh pendidikan teknik komputer di kampus bergengsi. Orang tuanya berharap ia meraih gelar dan kemudian bekerja di bidang teknologi atau korporasi.

Namun, selama 3 tahun di bangku kuliah, Ethan kerap merasa tertekan. Ia juga merasa sulit menikmati pendidikannya, apalagi ketika harus belajar coding.

Bahkan pengalaman mengikuti magang di sebuah perusahaan konsultan global justru meyakinkannya bahwa rutinitas tersebut bukan untuknya. Akhirnya ia memilih untuk ikut berjualan bersama orang tuanya.

Ia bergabung dengan ayahnya yang sudah menjalankan gerai makanan kaki lima dengan menu seafood. Di sana ia belajar langsung tentang bisnis kuliner yang ramai dan penuh tantangan.

Bedanya kini ia belajar tentang bisnis dengan pendekatan yang lebih humanis daripada sekadar bekerja duduk di meja kantor. Awalan tersebut ternyata mengantar Ethan membuka gerai mie udangnya sendiri.

Pada Agustus 2024, ia sukses mendirikan Udang Udang yang masih menggunakan resep keluarga dan mirip dengan gerai milik orang tuanya. Namun ada sentuhan berbeda yang dilakukan Ethan, di mana ia memadukan inspirasi kuliner dari neneknya yang berasal dari Penang, Malaysia.

Setiap hari tantangan Ethan bukan lagi mengerjakan coding. Kini ia harus membersihkan dan mengolah puluhan kilogram kepala udang setiap hari.

Selama lebih dari satu tahun berjalan, Udang Udang kini berhasil menjual hingga rata-rata 600 mangkuk per harinya. Pendapatan hariannya kini sekitar 3.000 Dolar Singapura atau setara dengan Rp 39,2 juta.

Visi Ethan ke depannya ialah membuka satu cabang setiap tahunnya. Ia sama sekali tak menyesal telah alih profesi, justru bersyukur sebab mendapatkan pelajaran yang lebih nyata.

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi