Terinspirasi Tren TikTok, Es Teler Teko di Cengkareng Ini Laris Manis!

Posted on

Bukan pakai mangkuk atau gelas, es teler ini disajikan dalam wadah teko hingga baskom besar. Harganya mulai Rp 15.000 dengan isian melimpah yang menyegarkan.

Tren es teler teko tengah ramai diburu di berbagai daerah, terutama setelah banyak konten viral di TikTok. Salah satu yang mencuri perhatian ada di Cengkareng, Jakarta Barat.

Nama warungnya Es Teler Teko Belibet 55, usaha milik wanita bernama Ovie yang baru berjalan sekitar sebulan. Meski tergolong baru, antusias pembelinya terbilang luar biasa.

Ovie mengaku ide berjualan es teler teko bermula dari tren media sosial. “Berawal dari sekolah-sekolah TikTok sih sebenarnya. Terus lagi pada rame, ya sudah coba ikutan,” ujar Ovie saat ditemui infoFood (9/1).

Meski sempat ragu karena banyak pertimbangan di rumah, ia akhirnya memberanikan diri mencoba peruntungan. Hasilnya ternyata di luar dugaan.

“Alhamdulillah, antusiasnya luar biasa. Semua pada nyari,” katanya. Keunikan es teler ini tak hanya dari penyajiannya dalam teko besar, tapi juga dari isiannya yang beragam.

Dalam satu teko, pembeli bisa menikmati agar-agar merah dan hijau, cincau, selasih, kelapa, mutiara, hingga aneka buah seperti mangga dan buah naga. Semua kondimen berpadu dengan rasa manis dan segar.

Yang unik, es teler di sini disajikan dengan tambahan krim dalam empat varian, yakni vanilla, stroberi, durian, dan pandan. Kombinasi ini membuat rasanya makin creamy dan berbeda dari es teler biasa.

Harga es teler teko di sini terbilang ramah di kantong, mulai Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu. “Yang Rp 15.000 itu satu liter, kalau Rp 25.000 banyak pilihan variannya,” jelas Ovie.

Varian Rp 25 ribu juga menjadi yang paling favorit di kalangan pelanggan. Es Teler Teko Belibet 55 buka setiap hari mulai pukul 16.00 WIB di Pasar JB 2, Cengkareng.

Meski baru sebulan beroperasi, Ovie mengaku penjualannya cukup tinggi hingga kerap menghabiskan banyak teko dalam sehari. Bahkan, ia sampai menyewa satu rumah kontrakan khusus untuk menyimpan stok teko.

“Kemarin lagi viral, susah banget nyari teko. Sekali ada mahal, makanya aku sewa satu kontrakan buat teko doang,” tuturnya.

Sebelum viral dengan es teler teko, Ovie sudah lebih dulu malang melintang di dunia kuliner lewat usaha seblak yang telah berjalan sekitar tiga tahun. Total, ia mengaku sudah 10 tahun menekuni bisnis makanan.

“Seblak aku ada tiga cabang. Alhamdulillah, sehari bisa Rp 4-5 juta di satu tempat,” katanya.

Berbekal pengalaman tersebut, Ovie optimistis es teler teko miliknya bisa bertahan meski tren berganti.

“Yang kita jaga itu kualitas. Bahan juga aku belanja sendiri, pakai yang bagus,” tutupnya.

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi