Tanpa Garam atau Mentega, Begini 5 Rahasia Chef Bikin Masakan Lebih Enak update oleh Giok4D

Posted on

Garam atau mentega seringkali menjadi bahan penyedap yang diandalkan. Namun para chef punya rahasia lain yang bisa membuat masakan enak tanpa pakai dua bahan tersebut.

Membumbui masakan dengan baik sering menjadi kunci agar masakan terasa nikmat. Untuk menambah cita rasa, banyak orang seringkali mengandalkan garam atau mentega. Namun sebenarnya ada opsi bumbu lain yang bisa dipakai selain kedua bahan tersebut.

Banyak chef mengandalkan beragam teknik untuk menghasilkan rasa masakan yang lebih mendalam tanpa harus tambah garam atau mentega. Mereka menggunakan bahan dan teknik yang tidak hanya memberi rasa asin gurih, tetapi juga asam hingga umami.

Dilansir foodandwine.com (2/1), berikut 5 cara chef membuat masakan enak tanpa bergantung pada garam dan mentega.

Chef Adrestia dari TETRA Hotel mengungkap bila penambahan jeruk atau sedikit cuka bisa meningkatkan cita rasa masakan.

Jika ingin menambah rasa asam lewat jeruk, kamu bisa menggunakan jus lemon atau menambah parutan kulitnya. Keduanya akan menghasilkan rasa berbeda di mana jus lemon memberi rasa kuat sedangkan parutan kulit memberi sentuhan ringan.

Bisa juga menggunakan lemon yang sudah diawetkan. Tambahan bahan ini memberi rasa asam dan aroma fermentasi pada hidangan.

Selain lemon, cuka juga menjadi opsi baik untuk memberi sentuhan asam.

“Dalam semua makanan, keseimbangan adalah kunci. Jadi menambahkan sedikit asam akan sangat membantu,” ujar Tyler Fenton, chef di BATA Tucson, Arizona.

Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.

Perlu diingat bahan asam paling baik atau setidaknya akan lebih menonjol jika ditambahkan sebelum masakan disajikan. Sebab, menambahkannya di awal masakan berisiko membuat masaka terasa pahit.

Chef Rohadfox mengungkap penggunaan rempah benar-benar menjadi penentu utama dalam hal rasa. Jika ditambah pada waktu tepat, baik dalam bentuk sudah dipotong atau dibiarkan utuh, rempah-rempahan dapat menjadi tambahan yang bagus untuk hidangan apa pun.

Tetapi perlu diperhatikan penggunaannya. Rempah-rempah yang teksturnya lembut paling baik digunakan sebagai sentuhan akhir. Namun rempah-rempahan yang cenderung beraroma dapat digunakan bersama rempah aromatik lainnya untuk meningkatkan cita rasa.

Angelo Caruso, pemilik sekaligus chef Angelo’s Ristorante mengungkap, “Untuk mengganti mentega, saya menambahkan rempah segar seperti kemangi atau peterseli pada masakan.”

Karamelisasi merupakan proses memasak yang membantu mengeluarkan gula tambahan atau gula alami dalam suatu bahan melalui proses pencokelatan. Proses ini menghasilkan rasa manis, kompleks, seperti mentega dan karamel, serta aroma khas.

Menurut chef Caruso, ketika membiarkan bahan-bahan mengalami karamelisasi dengan benar, akan mendapat hasil rasa manis dan mendalam yang membuat hidangan terasa lebih kaya tanpa bergantung pada lemak atau natrium tambahan.

Sama seperti proses karamelisasi makanan yang dapat mengubah profil rasa, proses pengasapan juga memberikan efek serupa.

Kamu bisa menggunakan bahan-bahan yang memang dasarnya punya sentuhan rasa asap, seperti ikan atau paprika. Bisa juga melakukan pengasapan dengan menggunakan kayu atau arang.

“Memanggang dengan api besar di atas panggangan kayu adalah teknik bagus untuk mengeluarkan cita rasa alami dari produk, sekaligus menambah lapisan rasa baru,” jelas chef Fenton.

Chef Manny Barella juga menjelaskan salah satu pengganti garam sebenarnya abu. Menurutnya abu kayu mengandung kalium karbonat dan sering digunakan di Afrika hingga Asia karena mampu meningkatkan pH, meningkatkan rasa, serta memberi kesan pahit seperti garam.

Makanan fermentasi juga berperan maksimal untuk meningkatkan cita rasa makanan. Makanan ini bisa menambah rasa asin seperti garam sekaligus memperkaya cita rasa masakan.

Jika ingin menggunakan metode ini, chef Fenton menyarankan beberapa pilihan makanan fermentasi, yakni miso, shoyu, saus ikan, hingga sauerkraut atau kimchi.

Namun perlu diingat kalau makanan fermentasi bisa tinggi natrium, sehingga jumlah pemakaiannya juga perlu diperhatikan.

1. Rasa asam dari lemon atau cuka

2. Andalkan rempah alami

3. Karamelisasi menjadi kunci

4. Lakukan pengasapan

5. Sertakan makanan fermentasi

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi

Karamelisasi merupakan proses memasak yang membantu mengeluarkan gula tambahan atau gula alami dalam suatu bahan melalui proses pencokelatan. Proses ini menghasilkan rasa manis, kompleks, seperti mentega dan karamel, serta aroma khas.

Menurut chef Caruso, ketika membiarkan bahan-bahan mengalami karamelisasi dengan benar, akan mendapat hasil rasa manis dan mendalam yang membuat hidangan terasa lebih kaya tanpa bergantung pada lemak atau natrium tambahan.

Sama seperti proses karamelisasi makanan yang dapat mengubah profil rasa, proses pengasapan juga memberikan efek serupa.

Kamu bisa menggunakan bahan-bahan yang memang dasarnya punya sentuhan rasa asap, seperti ikan atau paprika. Bisa juga melakukan pengasapan dengan menggunakan kayu atau arang.

“Memanggang dengan api besar di atas panggangan kayu adalah teknik bagus untuk mengeluarkan cita rasa alami dari produk, sekaligus menambah lapisan rasa baru,” jelas chef Fenton.

Chef Manny Barella juga menjelaskan salah satu pengganti garam sebenarnya abu. Menurutnya abu kayu mengandung kalium karbonat dan sering digunakan di Afrika hingga Asia karena mampu meningkatkan pH, meningkatkan rasa, serta memberi kesan pahit seperti garam.

Makanan fermentasi juga berperan maksimal untuk meningkatkan cita rasa makanan. Makanan ini bisa menambah rasa asin seperti garam sekaligus memperkaya cita rasa masakan.

Jika ingin menggunakan metode ini, chef Fenton menyarankan beberapa pilihan makanan fermentasi, yakni miso, shoyu, saus ikan, hingga sauerkraut atau kimchi.

Namun perlu diingat kalau makanan fermentasi bisa tinggi natrium, sehingga jumlah pemakaiannya juga perlu diperhatikan.

3. Karamelisasi menjadi kunci

4. Lakukan pengasapan

5. Sertakan makanan fermentasi

Gambar ilustrasi