Studi Harvard temukan kebiasaan minum kopi pagi berkafein dikaitkan dengan penuaan sehat pada perempuan. Manfaatnya terkait fungsi fisik, mental, dan kognitif.
Minum secangkir kopi pagi kerap jadi penyelamat kantuk dan penambah energi. Namun, riset terbaru menunjukkan manfaatnya bisa lebih dari sekadar membuat melek.
Penelitian jangka panjang menemukan kebiasaan minum kopi berkafein berkaitan dengan penuaan sehat pada perempuan. Efeknya terlihat pada fungsi fisik, mental, dan kognitif.
Studi ini melibatkan puluhan ribu perempuan yang diikuti selama 30 tahun. Hasilnya menyoroti peran kopi dalam menjaga kualitas hidup saat menua.
Studi baru menilai kebiasaan minum kopi pagi pada perempuan paruh baya. Hasilnya menunjukkan potensi manfaat bagi kesehatan fisik dan mental saat menua.
Penelitian melibatkan hampir 50.000 perempuan yang diikuti selama 30 tahun. Analisis menilai berbagai aspek penuaan sehat, bukan hanya satu indikator.
“Ini studi pertama yang menilai dampak kopi pada banyak aspek penuaan,” kata Dr. Sara Mahdavi dari Harvard T.H. Chan School of Public Health.
Perempuan yang rutin minum kopi berkafein lebih mungkin mengalami penuaan sehat. Namun teh dan kopi tanpa kafein tidak menunjukkan hubungan serupa.
Sebaliknya, konsumsi soda berkafein justru berkaitan dengan peluang penuaan sehat yang lebih rendah. Ini menegaskan sumber kafein berpengaruh berbeda.
“Kopi berkafein, bukan teh atau decaf, tampak mendukung fungsi fisik dan mental,” ujar Dr. Mahdavi, peneliti dari University of Toronto.
Rata-rata perempuan dengan penuaan sehat mengonsumsi 315 mg kafein per hari. Jumlah itu setara tiga cangkir kecil kopi.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Setiap tambahan satu cangkir kopi per hari dikaitkan kenaikan peluang penuaan sehat 2-5%. Efek ini terlihat hingga lima cangkir kecil per hari.
“Dampaknya tidak terlalu menonjol, namun konsisten,” kata Dr. Mahdavi. “Kebiasaan kecil dapat membentuk kesehatan jangka panjang.”
Peneliti menekankan minum kopi bukan solusi tunggal. Manfaatnya optimal bila disertai olahraga, diet seimbang, dan tidak merokok.
Secara umum, hingga dua cangkir kopi per hari dinilai aman bagi kebanyakan orang. Lebih dari itu bisa berbeda dampaknya tiap individu.
“Genetika memengaruhi toleransi kafein,” jelas Dr. Mahdavi. Ia menambahkan riset lanjutan akan mengkaji senyawa bioaktif kopi.
Dikutip dari News.Medical.Com (2/6/25) berikut penjelasan peneliti:
1. Minum Kopi Pagi Dikaitkan dengan Penuaan Sehat
2. Hanya Kopi Berkafein yang Terkait Manfaat
3. Takaran Kafein dan Dampaknya
4. Tetap Perlu Gaya Hidup Sehat


Rata-rata perempuan dengan penuaan sehat mengonsumsi 315 mg kafein per hari. Jumlah itu setara tiga cangkir kecil kopi.
Setiap tambahan satu cangkir kopi per hari dikaitkan kenaikan peluang penuaan sehat 2-5%. Efek ini terlihat hingga lima cangkir kecil per hari.
“Dampaknya tidak terlalu menonjol, namun konsisten,” kata Dr. Mahdavi. “Kebiasaan kecil dapat membentuk kesehatan jangka panjang.”
Peneliti menekankan minum kopi bukan solusi tunggal. Manfaatnya optimal bila disertai olahraga, diet seimbang, dan tidak merokok.
Secara umum, hingga dua cangkir kopi per hari dinilai aman bagi kebanyakan orang. Lebih dari itu bisa berbeda dampaknya tiap individu.
“Genetika memengaruhi toleransi kafein,” jelas Dr. Mahdavi. Ia menambahkan riset lanjutan akan mengkaji senyawa bioaktif kopi.
3. Takaran Kafein dan Dampaknya
4. Tetap Perlu Gaya Hidup Sehat





