Sosok Chef Pemegang Bintang Michelin Terbanyak, Bukan Gordon Ramsay!

Posted on

Mendapatkan bintang Michelin dari Michelin Guide jadi kebanggan buat para chef dan pebisnis restoran. Ternyata, ini sosok pemegang bintang Michelin terbanyak di dunia, bukan Gordon Ramsay!

Dalam dunia kuliner internasional, bintang Michelin menjadi simbol prestise dan kualitas tertinggi restoran. Penghargaan ini tidak mudah diperoleh karena hanya diberikan kepada restoran yang menunjukkan standar rasa, teknik, dan konsistensi tinggi.

Menariknya, chef yang paling banyak memenangkan bintang Michelin sepanjang sejarah bukanlah nama yang paling populer di layar kaca, melainkan seorang maestro dari Prancis.

Melansir Daily Meal (29/12), nama yang berhasil mencetak rekor tertinggi dalam akumulasi bintang Michelin adalah Joël Robuchon. Chef asal Prancis ini meraih total 31 bintang Michelin sebelum tutup usia pada 2018 di usia 73 tahun. Robuchon berada di puncak daftar dengan jumlah penghargaan terbanyak dari yang pernah ada dalam karier kulinernya.

Posisi kedua chef pemegang bintang Michelin terbanyak, Alain Ducasse, yang juga chef asal Prancis. Sepanjang kariernya, Ducasse berhasil mengumpulkan 21 bintang Michelin, menjadikannya salah satu chef paling dihormati di dunia gastronomi. Ducasse dikenal karena jaringan restoran kelas atas dan pendekatan terhadap masakan yang elegan.

Gordon Ramsay, nama yang sering muncul melalui acara televisi seperti Hell’s Kitchen atau Kitchen Nightmares, menempati posisi ketiga dalam daftar peraih bintang Michelin terbanyak.

Ramsay mengoleksi 17 bintang Michelin sepanjang kariernya. Walaupun mungkin identik dengan persona keras di layar, tapi jumlah bintang yang diperoleh menunjukkan kualitas tinggi yang pernah ia capai di berbagai restoran yang dipimpinnya.

Joël Robuchon sendiri memulai karier di Prancis dan membuka restoran pertamanya pada usia 36 tahun. Restoran milik pria kelahiran 1945 itu, Jamin, mendapat tiga bintang dalam tiga tahun pertama dan menetapkan standar awal bagi kariernya yang gemilang.

Robuchon dikenal karena selalu berupaya mencapai keunggulan. Ia percaya kalau setiap hidangan dapat ditingkatkan dengan melakukan hal-hal menantang.

Hal ini juga tercermin dalam perjalanan kariernya. Pada saat Robuchon mulai terjun ke dunia masak-memasak, hidangan Prancis masih terjebak dalam tradisi hidangan yang berat dan kaya rasa.

Robuchon kemudian memulai gelombang masakan “modern”, karena ia percaya para penikmat kuliner tidak lagi menginginkan rasa saus yang berat. Ia memilih menyajikan hidangan yang agak ringan hingga menjadi ciri khas restoran Prancis miliknya.

Robuchon juga percaya pada cita rasa hidangan yang sederhana dan otentik. “Apel harus terasa seperti apel, domba seperti domba,” katanya kepada New York Times Magazine pada tahun 1983. Dalam upaya mendapatkan bahan-bahan segar ini, ia mengubah menunya sesuai musim.

Pada akhirnya, bintang Michelin seringkali dihubungkan dengan fine dining, tapi pencapaian seperti ini juga menyoroti dedikasi chef dalam mengejar kualitas rasa, teknik memasak, dan inovasi. Robuchon, Ducasse, dan Ramsay masing-masing menunjukkan cara berbeda untuk meraih puncak prestasi kuliner berdasarkan bintang Michelin.

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi