Tim kedutaan besar Swedia untuk Indonesia kulineran di Jakarta. Begini reaksinya saat mencicip pempek pertama kali.
Lezatnya kuliner khas Indonesia seringkali menarik perhatian. Tak hanya foodies lokal, tetapi ekspatriat yang tinggal di dalam negeri pun penasaran mencobanya.
Salah satunya terlihat dalam unggahan Kedutaan Besar Swedia untuk Indonesia di Jakarta. Dilansir dari akun Instagram dan TikTok @swedenjakarta, (18/12/2025) adalah Duta Besar Swedia untuk Indonesia yaitu Daniel Blockert yang mengajak timnya untuk kulineran.
Menu yang mereka pilih untuk kulineran kali ini ialah Pempek. Daniel mengajak serta Arvid, selaku pekerja magang, dan Fahri, timnya yang berasal dari Sumatera Selatan.
Ketiganya menyambangi Pempek @Bing yang berlokasi di Jalan Prof. Dr. Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan. Di hadapannya telah disajikan beragam jenis pempek, Fahri pun menjelaskan setiap jenisnya.
Ada pempek adaan, lenjer, telur, kapal selam, dan berbagai pelengkapnya. Fahri juga mengajari Daniel dan Arvid cara menikmati pempek ala orang Palembang asli.
“Jika kamu mau makan ini, ambil satu dan celupkan (ke dalam cuko). Kamu juga bisa meminum cukonya,” ujar Fahri.
Tak hanya cara menikmatinya saja, Fahri juga menjelaskan asal usul pempek khas Palembang yang pertama kali dibuat oleh imigran China. Kondisi di mana pasokan ikan di Palembang sedang berlebih sehingga mereka memutar otak dengan mengolahnya menggunakan campuran tapioka.
Asal usul nama ‘Pempek’ yang unik bagi Daniel juga membuatnya penasaran. Fahri mengatakan nama pempek datang dari sebutan penduduk keturunan China yang berjualan pempek pertama kali yaitu ‘Apek’.
Kesan yang dirasakan Daniel dan Arvid saat pertama kali menyantap pempek begitu positif. Keduanya menyukai perpaduan tekstur pempek yang renyah dengan cuko.
Rasanya yang asam, berempah, manis, dan pedas begitu membanjiri lidah mereka. Daniel bahkan mengakui rasa asam dari cukonya mirip seperti sentuhan asam dari makanan khas Swedia, tapi sedikit lebih pedas.
Baik Daniel dan Arvid menyukai pempek dan jatuh cinta pada percobaan pertama kalinya. “Di Swedia kami juga punya bakso ikan, tetapi tidak menggunakan kuah seperti ini. Dan jujur saja, bakso ikan tidak terlalu enak,” ujar Daniel.
“Tetapi aku merasa yang satu ini lebih baik,” tambah Arvid.
Dilihat dari unggahan akun media sosial Sweden Jakarta, tim Kedutaan Besar Swedia untuk Indonesia di Jakarta rutin mengunggah momen Duta Besar Daniel Blockert mencicipi kuliner tradisional. Selain pempek, ia juga sudah mencoba soto Betawi, durian, lumpia, hingga mencoba makan di Restoran Trio yang legendaris.


Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.




