Pelanggan Starbucks pastinya sudah tidak asing dengan istilah ukuran minuman Tall, Grande, dan Venti. Rupanya ada makna khusus di balik pemilihan istilah tersebut menurut barista.
Istilah ukuran minuman Starbucks berupa Tall, Grande, dan Venti sering dianggap sekadar pilihan bahasa unik. Namun, menurut penjelasan barista, di balik penamaan tersebut tersimpan strategi psikologis dan sejarah panjang budaya kopi.
Ukuran minuman di Starbucks memang membingungkan, terutama bagi pelanggan baru. Istilah Tall sering disalahpahami karena terdengar seperti ukuran besar, padahal justru menjadi ukuran terkecil di menu saat ini. Kebingungan ini bukan tanpa alasan.
Pada awal 1990-an, Starbucks hanya memiliki tiga ukuran minuman, yakni Short sebagai kecil, Tall sebagai sedang, dan Grande sebagai besar. Situasi berubah ketika ukuran Venti diperkenalkan untuk memenuhi permintaan pelanggan akan minuman berukuran lebih besar.
Agar papan menu tidak terlalu padat, ukuran Short kemudian dihilangkan dari tampilan utama, membuat Tall otomatis bergeser menjadi ukuran terkecil. Barista menyebut perubahan ini menciptakan dorongan psikologis yang masih terasa hingga sekarang.
Banyak pelanggan langsung memilih Tall dengan anggapan sebagai ukuran kecil, yang secara tidak langsung membuka peluang untuk beralih ke ukuran lebih besar seperti Grande atau Venti. Strategi ini dinilai efektif dari sisi bisnis, meski membingungkan bagi sebagian orang.
Melansir MSN (8/1), sejarah penamaan ukuran Starbucks bermula pada 1983, saat Howard Schultz mengunjungi Italia. Terinspirasi oleh suasana romantis kedai kopi di Milan, Schultz ingin menghadirkan pengalaman serupa di Amerika. Ia mengadopsi istilah Italia seperti latte, macchiato, dan grande untuk memberi kesan kafe Eropa yang khas.
Di kedai pertamanya, Il Giornale, hanya ada tiga ukuran, yaitu Short (8 ons atau sekitar 236 ml), Tall, dan Grande. Istilah Italia ini juga memiliki fungsi praktis. Dalam kafe yang ramai dan bising, perbedaan bunyi ucapan antara ‘short latte’ dan ‘tall latte’ jauh lebih jelas dibandingkan ‘small latte’ dan ‘tall latte’, sehingga meminimalkan kesalahan saat membuat pesanan.
Secara harfiah, Grande berarti besar dalam bahasa Italia dan dulunya memang ukuran terbesar. Dengan isi 16 ons (atau sekitar 473 ml), ukuran ini menjadi yang paling populer dan sering disebut sebagai ukuran ‘pas’ karena sebagian besar minuman espresso pada ukuran ini berisi dua shot. Venti, yang berarti dua puluh, memiliki dua versi, yaitu minuman panas berisi 20 ons (591 ml) dan minuman dingin 24 ons (709 ml).
Menariknya, minuman panas Venti memiliki jumlah espresso yang sama dengan Grande, yakni dua shot. Inilah kesalahpahaman paling umum menurut barista, karena banyak pelanggan mengira ukuran lebih besar otomatis mengandung lebih banyak kafein.
Ukuran terbesar, Trenta, diperkenalkan pada 2011 dengan kapasitas 30 ons (887 ml) dan hanya tersedia untuk minuman dingin.
Barista menilai pilihan ukuran sangat dipengaruhi psikologi. Pemesan Tall cenderung mengejar kualitas rasa atau menjaga asupan kalori, sementara pemesan Trenta terbagi antara penyuka minum sepanjang hari dan pencari kafein maksimal.
Dengan sistem penamaan ini, Starbucks tidak hanya menjual kopi, tetapi juga menghadirkan strategi pemasaran yang ‘dibungkus’ dalam budaya kopi modern.
Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.




