Selain Sushi, 5 Restoran Hot Pot hingga Nasi Padang Pakai Conveyor Belt

Posted on

Konsep conveyor belt identik untuk restoran sushi. Namun kini banyak juga restoran lain menghadirkan conveyor belt, seperti hot pot hingga nasi Padang.

Conveyor belt merupakan alat berupa sabuk yang banyak dihadirkan di restoran sushi. Alat ini digunakan untuk memudahkan pemindahan pesanan sushi ke meja-meja pelanggan.

Meski identik digunakan untuk restoran sushi, kini banyak restoran dengan menu lain yang mencoba konsep tersebut. Hadirnya conveyor belt ini akan memudahkan pelanggan dalam memilih makanan yang hendak disantap.

Hadirnya conveyor belt juga mempermudah kerja pelayan dan pelanggan tak perlu menunggu lama. Di antaranya ada restoran hot pot, soba, hingga nasi Padang yang menggunakan konsep tersebut.

Kafe dessert di Jepang pernah ada yang menawarkan menu all you can eat dengan konsep conveyor belt. Dessert yang cantik itu diletakkan di atas conveyor belt yang mengitari meja dimana pelanggan dapat menikmati langsung.

Conveyor belt untuk dessert itu sempat ditawarkan oleh kafe bernama Maison Able Cafe Ron Ron. Pilihan dessert yang diletakkan di atas conveyor belt itu ada 35 jenis. Terdiri atas macaron, cupcake, sundae, waffle, hingga cheesecake.

Menu all you can eat dessert itu pernah ditawarkan dengan harga 1.800 Yen (Rp 211.293). Waktu untuk menikmati dessert itu selama 40 menit.

Restoran Padang biasanya berkonsep dihidang atau dijadikan seporsi rames. Namun, berbeda dengan konsep restoran Padang yang ditawarkan di Surabaya ini.

Restoran bernama Aroma Padang yang memiliki konsep unik tersebut. Lokasinya ada di Royal Plaza Surabaya lantai LG. Tak akan susah mencarinya karena namanya cukup besar.

Menunya sangat beragam dan pasti membuat bingung saat memilihnya. Ada aneka gulai, mulai dari ayam hingga otak sapi. Harganya dibanderol per lauk, mulai dari Rp 6.000-Rp 30.000-an.

Jika biasanya conveyor belt di restoran sushi menggunakan alat yang memiliki sabuk, berbeda dengan restoran yang berlokasi di Tokyo, Jepang ini.

Iroriyaki to Tofu Nabe Hinatoriyama menyediakan konsep conveyor belt, tetapi menggunakan perahu yang perlintasannya berupa air. Jadi, konsepnya seakan sungai mengalir yang dilintasi oleh perahu.

Menu yang ditawarkan berupa tofu nabe atau hotpot berbahan dasar tahu. Selain itu, irori-yaki (makanan yang dipanggang di atas irori atau arang) menjadi andalannya. Harganya dibanderol mulai dari 3.000 Yen (Rp 351.966).

Sebuah restoran di Tokyo, Jepang, menyediakan menu soba yang konsepnya unik. Jika biasanya pemesanan soba melalui pelayan langsung, restoran tersebut justru menggunakan konsep conveyor belt.

Amusement Wanko Soba Kurukuru Wanko adalah restoran yang menawarkan konsep conveyor belt ketika menawarkan menu soba. Pengalaman makan yang ditawarkan adalah all you can eat dengan waktu 40 menit seharga 3.300 Yen atau sekitar Rp 387.913.

Porsi yang ditawarkan untuk soba itu juga sangat kecil. Pelanggan bisa menikmati soba sepuasnya bersama daun bawang, wasabi, dan jahe. Selain itu, ada juga bumbu pendamping, seperti rumput laut dan lobak parut.

Tempat menikmati hot pot biasanya berkonsep AYCE atau a la carte dengan menu yang beragam. Namun, berbeda dengan konsep yang dihadirkan restoran Nikugo di Mall Kelapa Gading dan Summarecon Mall Serpong.

Restoran hot pot itu menyajikannya dengan konsep conveyor belt layaknya menyajikan sushi. Pelanggan bisa memilih sesuka hati isian atau bahan hot pot yang akan dinikmati.

Harga per kondimen hot pot itu dibanderol mulai dari Rp 10.000 per porsi. Di antaranya ada sayuran, aneka bakso, hingga daging. Untuk kuahnya juga beragam, mulai dari sup kolagen ayam, soto, keju, hingga mala keju.

Selain yang rebusan, restoran ini juga menghadirkan panggangan. Kamu bisa menikmati salah satu atau keduanya.

Berikut 5 konsep conveyor belt di restoran selain sushi:

1. Conveyor Belt Sajikan Dessert

2. Conveyor Belt Sajikan Nasi Padang

3. Conveyor Belt ala Perahu

4. Conveyor Belt di Restoran Soba

5. Conveyor Belt Hot Pot

Jika biasanya conveyor belt di restoran sushi menggunakan alat yang memiliki sabuk, berbeda dengan restoran yang berlokasi di Tokyo, Jepang ini.

Iroriyaki to Tofu Nabe Hinatoriyama menyediakan konsep conveyor belt, tetapi menggunakan perahu yang perlintasannya berupa air. Jadi, konsepnya seakan sungai mengalir yang dilintasi oleh perahu.

Menu yang ditawarkan berupa tofu nabe atau hotpot berbahan dasar tahu. Selain itu, irori-yaki (makanan yang dipanggang di atas irori atau arang) menjadi andalannya. Harganya dibanderol mulai dari 3.000 Yen (Rp 351.966).

Sebuah restoran di Tokyo, Jepang, menyediakan menu soba yang konsepnya unik. Jika biasanya pemesanan soba melalui pelayan langsung, restoran tersebut justru menggunakan konsep conveyor belt.

Amusement Wanko Soba Kurukuru Wanko adalah restoran yang menawarkan konsep conveyor belt ketika menawarkan menu soba. Pengalaman makan yang ditawarkan adalah all you can eat dengan waktu 40 menit seharga 3.300 Yen atau sekitar Rp 387.913.

Porsi yang ditawarkan untuk soba itu juga sangat kecil. Pelanggan bisa menikmati soba sepuasnya bersama daun bawang, wasabi, dan jahe. Selain itu, ada juga bumbu pendamping, seperti rumput laut dan lobak parut.

Tempat menikmati hot pot biasanya berkonsep AYCE atau a la carte dengan menu yang beragam. Namun, berbeda dengan konsep yang dihadirkan restoran Nikugo di Mall Kelapa Gading dan Summarecon Mall Serpong.

Restoran hot pot itu menyajikannya dengan konsep conveyor belt layaknya menyajikan sushi. Pelanggan bisa memilih sesuka hati isian atau bahan hot pot yang akan dinikmati.

Harga per kondimen hot pot itu dibanderol mulai dari Rp 10.000 per porsi. Di antaranya ada sayuran, aneka bakso, hingga daging. Untuk kuahnya juga beragam, mulai dari sup kolagen ayam, soto, keju, hingga mala keju.

Selain yang rebusan, restoran ini juga menghadirkan panggangan. Kamu bisa menikmati salah satu atau keduanya.

3. Conveyor Belt ala Perahu

4. Conveyor Belt di Restoran Soba

5. Conveyor Belt Hot Pot