Sebuah studi terbaru mengungkap temuan yang menantang anggapan umum tentang pola makan sehat dan umur panjang. Salah satunya dengan banyak makan daging.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa lanjut usia (lansia) yang tetap mengonsumsi daging justru memiliki peluang lebih besar untuk mencapai usia 100 tahun dibandingkan mereka yang menjalani pola makan vegetarian atau vegan.
Temuan ini berasal dari analisis data Chinese Longitudinal Healthy Longevity Survey yang melibatkan 5.203 responden berusia 80 tahun ke atas sejak 1998.
Dilansir dari DailyMailUK (09/01/2026), dari total 5.203 partisipan, sebanyak 1.495 orang berhasil mencapai usia 100 tahun. Sementara 3.744 lainnya meninggal dunia sebelum mencapai usia tersebut.
Setelah memperhitungkan faktor gaya hidup seperti olahraga dan kebiasaan merokok, peneliti menemukan bahwa peserta yang menghindari konsumsi daging memiliki kemungkinan 19% lebih rendah untuk hidup sampai usia 100 tahun, dibandingkan mereka yang menjalani pola makan omnivora (makan daging).
Risiko ini bahkan lebih tinggi pada vegan, dengan peluang 29% lebih rendah. Sementara itu, vegetarian yang masih mengonsumsi telur dan produk susu tercatat 14% lebih kecil kemungkinannya mencapai usia 100 tahun.
Penulis utama studi ini, Dr. Xiang Gao dari Fudan University, menjelaskan bahwa kebutuhan nutrisi pada usia lanjut menjadi faktor kunci.
“Studi kami menunjukkan bahwa pada orang dewasa berusia 80 tahun ke atas, dengan pola makan yang mencakup sumber nabati dan hewani dapat lebih mendukung kelangsungan hidup hingga usia 100 tahun, dibandingkan pola makan vegetarian ketat, terutama bagi mereka yang memiliki berat badan kurang,” ujar Gao.
Meski demikian, studi ini tidak menyimpulkan bahwa konsumsi daging secara berlebihan adalah kunci umur panjang. Justru, konsumsi sayuran harian menjadi faktor tunggal paling kuat yang berkaitan dengan umur panjang.
Peserta yang mengonsumsi sayuran setiap hari tercatat 84% lebih mungkin mencapai usia 100 tahun dibandingkan mereka yang tidak.
Pengaruh pola makan juga berbeda bergantung pada kondisi tubuh. Pada lansia dengan indeks massa tubuh normal atau berlebih, jenis diet tidak menunjukkan perbedaan signifikan terhadap peluang hidup lebih lama.
Namun pada kelompok lansia dengan berat badan kurang, konsumsi daging setiap hari dikaitkan dengan peluang 44% lebih tinggi untuk mencapai usia 100 tahun.
Dalam artikelnya yang dipublikasikan di The American Journal of Clinical Nutrition, para peneliti menegaskan pentingnya keseimbangan nutrisi.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Mereka menyimpulkan bahwa kombinasi makanan nabati dan hewani berperan penting dalam mendukung penuaan yang sehat, khususnya di tengah meningkatnya populasi lansia di berbagai negara.






