Pencinta Pho Wajib Datang! Vietnam Resmi Buka Museum Khusus Pho

Posted on

Pho, sajian khas Vietnam, punya sejarah panjang yang menarik dipelajari. Kamu pun bisa menjadikan museum pho sebagai destinasi wisata baru saat berkunjung ke sana!

Ho Chi Minh City kini punya destinasi baru bagi pencinta kuliner. Pho Museum, museum kuliner pertama di Vietnam yang sepenuhnya berisi pho, hidangan mie berkuah ikonik Negeri Vietnam.

Museum yang dibuka pada 15 Januari 2026 ini siap menyambut wisatawan lokal maupun internasional dengan pengalaman sejarah dan budaya pho.

Terletak di Ben Thanh Ward, Museum Pho berdiri di atas lahan seluas sekitar 800 meter persegi dan beroperasi dengan izin resmi dari Dinas Kebudayaan dan Olahraga setempat. Museum Pho dibagi dalam 3 lantai ruang pengalaman yang interaktif bagi pengunjung.

Melansir VNExpress (16/1), tempat tersebut merupakan museum kuliner pertama di Vietnam yang fokus pada satu hidangan saja, yaitu pho. Pengunjung diajak menjelajahi perjalanan lebih dari 100 tahun pho melalui tur lengkap yang berlangsung sekitar 60-70 menit.

Tur dimulai dari ruang pameran artefak sejarah, area souvenir, hingga dapur pertunjukan yang memperlihatkan proses pembuatan pho.

Ada pula ruang bioskop dan zona interaktif yang menambah pengalaman belajar sambil bersenang-senang. Untuk mengikuti seluruh tur, pengunjung dikenai tiket VND750.000 per orang dewasa (sekitar Rp520.000).

Sedangkan anak-anak dikenai tarif VND500.000 (sekitar Rp350.000). Harga tiket sudah termasuk semangkuk pho spesial dan beberapa menu pencuci mulut.

Museum tersebut menampilkan artefak dan dokumen dari berbagai wilayah Vietnam, tentang bagaimana pho berkembang dari jalanan sederhana menjadi hidangan yang dicintai secara global.

Begitu masuk, pengunjung sudah dapat mencium aroma kayu manis dan adas bintang yang jadi bumbu khas pho. Kemudian di lantai 2 Museum Pho, ada ruang pemutaran film yang menunjukkan bagaimana pho berkembang dari masa ke masa.

Ada pula area interaktif untuk mempelajari bahan-bahan dan teknik memasak yang menjadi kunci cita rasa otentik sebuah hidangan pho.

Sementara di ruang museum, ada lebih dari 200 artefak yang terdokumentasi dan berlisensi. Banyak artefak tersebut dibuat oleh seniman muda, termasuk karya yang terbuat dari benang wol.

Menurut pengunjung, pada hari pertama pembukaan, museum ini berhasil menggabungkan sejarah, budaya, dan kuliner otentik Vietnam, terutama bagi wisatawan asing yang penasaran dengan kisah di balik pho.

Museum Pho diperkirakan mampu menarik sekitar 1.500-2.000 pengunjung setiap hari, dengan sebagian besar wisatawan datang dari luar negeri. Museum ini buka sejak pukul 8 pagi hingga 9 malam.

Selain tur museum, di lantai dasar terdapat restoran yang terbuka untuk umum, sehingga siapa pun bisa menikmati pho meski tidak mengikuti tur lengkap.

Salah satu pendiri Museum Pho, Le Nhat Thanh, berharap museum ini bisa menceritakan kisah pho dengan cara baru. Anak-anak muda pun bisa dengan mudah memahami asal-usul pho.

Ide Museum Pho sudah ada sejak beberapa tahun lalu, terinspirasi oleh museum kuliner di seluruh dunia. Namun membutuhkan waktu sekitar 2 tahun untuk diimplementasikan, termasuk lebih dari 1 tahun melakukan perjalanan ke seluruh Vietnam Utara, Tengah, dan Selatan demi mengumpulkan materi.