Nongkrong 5 Jam Cuma Pesan Kentang Goreng, Pelanggan Ini Ditegur

Posted on

Pemilik kedai makan ini menegur pelanggan gegara pesanannya. Pelanggan itu dianggap kelamaan nongkrong, sementara hanya pesan kentang goreng!

Seorang pemilik kedai makanan di Malaysia membagikan pengalamannya menghadapi pelanggan yang memanfaatkan fasilitas WiFi di kedainya. Pelanggan itu menghabiskan banyak waktu, sedangkan pesanan makanannya sangat minim.

Dilansir dari WeirdKaya (01/01/2026), kisah ini dibagikan melalui unggahan di platform Threads dan memicu diskusi luas di kalangan netizen.

Dalam unggahannya, sang pemilik kedai menceritakan kebiasaan seorang mahasiswa yang hampir setiap hari datang ke tempat makannya.

Mahasiswa tersebut bahkan disebut sudah menunggu sejak sebelum kedai dibuka. Ia tiba sekitar pukul 11.00 dan baru meninggalkan tempat sekitar pukul 16.00 waktu setempat.

Selama hampir 5 jam berada di sana, mahasiswa itu hanya memesan kentang goreng dan air putih.

“Setiap hari dia minta air putih dan memesan serposi kentang goreng,” tulis sang pemilik. Kentang goreng tersebut dijual seharga RM6,50 (Rp 27.000), sementara air putih diberikan secara cuma-cuma.

Selama berada di kedai, mahasiswa itu menyambungkan laptop ke stop kontak, menggunakan WiFi, dan menikmati ruangan nyaman dengan pendingin ruangan selama berjam-jam.

Sang pemilik menduga mahasiswa tersebut mengerjakan pekerjaan paruh waktu untuk sebuah kantor yang berada di sebelah kedai makannya.

Kondisi ini membuatnya mempertanyakan kewajaran jika usahanya harus menanggung biaya listrik, internet, dan AC untuk pelanggan yang hanya melakukan satu kali pembelian kecil.

Situasi tersebut akhirnya dibicarakan secara langsung oleh suami dari pemilik kedai tersebut.

“Ini memang memalukan, tetapi harus dilakukan,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa suaminya menyampaikan hal itu dengan sopan tanpa membentak atau memarahi. Setelah percakapan tersebut, mahasiswa itu dilaporkan tidak lagi datang ke kedai.

Namun, kejadian serupa kembali terulang. Kali ini, dua mahasiswa datang dan menghabiskan waktu sekitar 4 jam dengan terus mengisi daya laptop dan ponsel.

Mereka hanya memesan dua minuman senilai RM11 (Rp 45.000). Suaminya kembali memberikan pengingat secara halus.

“Setelah diajak bicara, mereka tidak marah dan bahkan memesan makanan,” tulisnya.

Meski mengaku memahami kondisi mahasiswa yang mungkin sedang kesulitan, pemilik usaha berharap pelanggan juga dapat bersikap lebih bijak.

“Kami hanya kedai makanan biasa, bukan kafe dengan ruang khusus untuk nongkrong dan WiFi gratis,” jelasnya.

“AC, air, dan listrik semuanya ada biayanya,” ujar si pemilik kedai. Unggahan tersebut mendapat banyak dukungan dari netizen, yang menilai sikap pasangan tersebut wajar dan menyarankan pembatasan penggunaan WiFi agar kejadian serupa tidak terulang.

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi