Banyak makanan dilabeli ‘sehat’ sehingga dikonsumsi tanpa batasan oleh pelaku diet. Faktanya, nutrisi makanan tersebut diam-diam justru menghambat proses penurunan berat badan.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Tidak semua makanan yang dicap sehat dapat membantu proses diet. Beberapa justru menyimpan kalori dan gula tersembunyi yang dapat membuat berat badan sulit turun.
Dilansir dari Eat This, Not That! (14/12), berikut daftar makanan yang perlu diperhatikan konsumsinya, meski disebut dapat membantu program diet.
Protein bar disebut sebagai camilan praktis karena kandungan proteinnya. Namun, banyak produk protein bar yang telah melalui proses panjang dan mengandung gula tambahan serta kalori cukup tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, makanan ini justru bisa menambah asupan energi harian.
Yogurt dikenal baik untuk pencernaan karena kandungan probiotiknya. Sayangnya, yogurt berperisa umumnya mengandung gula tambahan dalam jumlah besar. Kandungan gula tersebut dapat memicu peningkatan gula darah yang berujung pada rasa lapar lebih cepat.
Campuran kacang dan buah kering ini kerap dianggap sebagai camilan sehat. Namun, trail mix komersial sering ditambahkan cokelat, permen, atau buah kering. Kombinasi tersebut membuat trail mix menjadi makanan padat kalori yang mudah dikonsumsi secara berlebihan.
Granola memiliki citra sehat karena terbuat dari gandum utuh. Faktanya, banyak granola kemasan mengandung gula dan lemak tambahan. Selain itu, porsi konsumsi granola sering kali melebihi takaran saji yang dianjurkan, sehingga asupan kalori menjadi jauh lebih tinggi.
Smoothies berbahan buah dan sayuran memang tampak menyehatkan. Namun, tambahan bahan seperti selai kacang, susu tinggi lemak, atau yogurt manis dapat meningkatkan kandungan kalori. Smoothies juga kurang memberikan rasa kenyang dibandingkan makanan padat.
Label tanpa lemak sering menimbulkan kesan lebih sehat. Kenyataannya, produsen kerap menambahkan gula atau bahan lain untuk menjaga rasa sebuah hidangan. Akibatnya, dessert tanpa lemak tetap memiliki kandungan kalori yang tinggi, seperti pada cookies, brownies, hingga es krim.
Buah kering memang kaya nutrisi, tetapi kandungan airnya telah dikurangi. Kondisi ini membuat buah kering lebih padat kalori dibandingkan buah segar. Selain itu, buah kering lebih mudah dikonsumsi dalam jumlah banyak tanpa memberikan rasa kenyang yang cukup. Jadi, pelaku diet berpotensi makan berlebihan.






