Seorang wanita menegur netizen yang rela bayar lebih buat kopi estetik, tapi mengeluh saat makanan tradisional dinilai mahal. Begini kisahnya.
Perdebatan soal harga makanan kembali mencuat di media sosial. Kali ini, sorotan tertuju pada anggapan sebagian netizen di Malaysia yang menilai masakan Melayu seharusnya dijual murah.
Di tengah maraknya tren kuliner modern seperti kopi estetik, brunch ala Barat, dan dessert viral, masakan tradisional justru kerap dipandang sebelah mata.
Banyak yang tidak keberatan mengeluarkan uang lebih untuk sajian visual menarik, tapi mempersoalkan harga ketika berhadapan dengan hidangan tradisional.
Seorang wanita bernama Nadia menanggapi fenomena tersebut melalui unggahan di Threads. Ia menegur sikap netizen yang dinilainya merendahkan nilai masakan Melayu hanya dari sisi harga.
“Kita oke bayar mahal untuk brownies, kopi cantik-cantik, dan brunch. Tapi begitu makanan Melayu dibuat serius, pakai bahan berkualitas, langsung dibilang mahal,” tulis Nadia.
Menurutnya, masakan Melayu tak sekadar soal rasa, tetapi juga proses. Banyak hidangan membutuhkan waktu memasak lama, penggunaan rempah beragam, serta keterampilan khusus yang tidak bisa disepelekan.
“Sejak kapan makanan Melayu wajib murah? Kalau tidak mampu, tidak perlu menghina. Banyak pilihan lain, dari warung sampai masak sendiri di rumah,” lanjutnya.
Nadia juga mengajak masyarakat mencoba memasak sendiri hidangan Melayu di rumah agar memahami kompleksitasnya, seperti yang dikutip dari The Rakyat Post (8/1).
Ia mencontohkan pengalaman pribadinya yang masih kesulitan memasak beberapa menu tradisional.
“Saya sendiri belum bisa masak asam laksa yang betul. Saya makan di luar dan tidak pernah mengeluh, karena tahu betapa banyak tenaga dan ilmu yang dibutuhkan,” ujarnya.
Pendapat serupa disuarakan netizen lain. Seorang pria bernama Chris Lim menilai kritik berlebihan terhadap harga masakan lokal justru melemahkan upaya mengangkat kuliner tradisional.
“Ada orang sanggup buat tabel dan perbandingan harga hanya untuk menjatuhkan masakan sendiri. Padahal kita seharusnya bangga bisa mengangkat makanan lokal,” katanya.
Di kolom komentar, banyak netizen sepakat bahwa masakan tradisional memiliki nilai yang setara, bahkan lebih tinggi, dibanding sajian Barat.
Salah satu pengguna menulis, “Masakan Melayu itu kompleks, dari bahan sampai proses. Kalau sudah paham cara masaknya, kita tidak akan mudah mengeluh soal harga.”






