Milk tea jadi minuman favorit anak muda, tapi riset terbaru mengungkap efek sampingnya bisa berisiko kecanduan dan gangguan mental.
Milk tea telah menjadi minuman favorit banyak anak muda di berbagai negara. Rasanya yang manis dan segar kerap dianggap cocok menemani aktivitas harian.
Popularitas milk tea terus meningkat seiring menjamurnya gerai minuman kekinian. Namun di balik kenikmatannya, muncul pertanyaan soal dampak kesehatan.
Penelitian terbaru mulai menyoroti kebiasaan minum milk tea berlebihan. Fenomena ini memicu perbincangan soal dampak kesehatan serius dari konsumsi minuman manis ini.
Li Mingchun pria berusia 28 tahun asal China yang hobi minum milk tea mengatakan minuman tersebut sudah menjadi bagian dari gaya hidupnya.
Ia bahkan minum dua botol milk tea sekaligus saat makan malam bersama teman. Ia mengaku minum empat hingga enam gelas milk tea setiap minggu.
“Semakin banyak, semakin menyenangkan,” ujarnya tentang minuman manis favoritnya.
Li menyebut milk tea dingin sangat memuaskan diminum setelah olahraga. “Minum milk tea manis bersama orang tersayang memberi kebahagiaan dua kali lipat,” katanya.
Namun studi terbaru menunjukkan sisi lain dari kebiasaan ini. Konsumsi milk tea berlebihan disebut berpotensi menimbulkan kecanduan.
Penelitian Universitas Tsinghua pada 5.281 mahasiswa menemukan kaitan adiksi milk tea dengan depresi dan kecemasan. Bahkan muncul hubungan dengan pikiran bunuh diri.
“Milk tea mengandung gula tinggi yang memengaruhi hormon stres,” tulis peneliti. Kondisi ini dapat mengganggu pengendalian emosi dan respons tubuh terhadap tekanan.
Peneliti menilai temuan ini penting bagi pembuat kebijakan. Mereka mendorong regulasi iklan dan edukasi soal dampak adiksi gula.
“Perlu aturan yang melindungi kesehatan mental anak muda,” tulis laporan tersebut. Standar bahan dan informasi gizi juga dinilai penting.
Pasar milk tea di China sendiri terus tumbuh pesat. Nilainya mencapai 333,4 miliar yuan pada 2023 dan diperkirakan terus meningkat.
Meski sadar risikonya, banyak anak muda tetap sulit berhenti minum milk tea. Konsumsi paduan teh dan susu ini dianggap kebiasaan murah dan mudah diakses.
“Seperti begadang dan makan junk food, kita tahu tidak sehat tapi tetap dilakukan,” kata Hu Dianhan. Ia minum milk tea tiga kali seminggu.
Milk tea juga jadi alat sosial baru, bahkan hadir di pesta pernikahan. “Bersulang pakai milk tea itu keren,” tulis warganet di Xiaohongshu.
Bagi Luo Jiali, milk tea membantu melepas tekanan stress. Ia minum hampir setiap hari dan menganggapnya pengganti makan saat sibuk.
“Saat stres, saya beli minuman teh untuk istirahat sejenak,” katanya. Ia tak terlalu memikirkan dampak kesehatan jangka panjang.
Meski riset menyebut efek negatif, Luo merasa sebaliknya. “Milk tea membuat saya lebih bahagia dan hidup terasa lebih berwarna,” ujarnya.
Dikutip dari Asia News Network (26/11/24), berikut efek minum milk tea bagi kesehatan:
1. Milk Tea Dianggap sebagai Sumber Kebahagiaan
2. Risiko Adiksi dan Gangguan Mental
3. Industri Milk Tea Diminta Lebih Bertanggung Jawab
4. Sulit Berhenti Meski Tahu Risikonya
5. Milk Tea, Pelarian Stres Generasi Muda



Peneliti menilai temuan ini penting bagi pembuat kebijakan. Mereka mendorong regulasi iklan dan edukasi soal dampak adiksi gula.
“Perlu aturan yang melindungi kesehatan mental anak muda,” tulis laporan tersebut. Standar bahan dan informasi gizi juga dinilai penting.
Pasar milk tea di China sendiri terus tumbuh pesat. Nilainya mencapai 333,4 miliar yuan pada 2023 dan diperkirakan terus meningkat.
Meski sadar risikonya, banyak anak muda tetap sulit berhenti minum milk tea. Konsumsi paduan teh dan susu ini dianggap kebiasaan murah dan mudah diakses.
“Seperti begadang dan makan junk food, kita tahu tidak sehat tapi tetap dilakukan,” kata Hu Dianhan. Ia minum milk tea tiga kali seminggu.
Milk tea juga jadi alat sosial baru, bahkan hadir di pesta pernikahan. “Bersulang pakai milk tea itu keren,” tulis warganet di Xiaohongshu.
3. Industri Milk Tea Diminta Lebih Bertanggung Jawab
4. Sulit Berhenti Meski Tahu Risikonya

Bagi Luo Jiali, milk tea membantu melepas tekanan stress. Ia minum hampir setiap hari dan menganggapnya pengganti makan saat sibuk.
“Saat stres, saya beli minuman teh untuk istirahat sejenak,” katanya. Ia tak terlalu memikirkan dampak kesehatan jangka panjang.
Meski riset menyebut efek negatif, Luo merasa sebaliknya. “Milk tea membuat saya lebih bahagia dan hidup terasa lebih berwarna,” ujarnya.
5. Milk Tea, Pelarian Stres Generasi Muda





