Michelin Guide Rilis 3 Kota Terbaik di Asia untuk Wisata Kuliner 2026

Posted on

Traveling pada 2026 bukan lagi sekadar soal pemandangan, melainkan juga pengalaman rasa lewat wisata kuliner. Ada 3 kota di Asia yang direkomendasikan Michelin Guide 2026 sebagai destinasi wisata kuliner terbaik.

Makanan kini menjadi titik awal eksplorasi dunia. Berdasarkan penilaian Michelin Guide Inspectors dan para ahli kuliner, sejumlah destinasi Asia mulai menonjol sebagai tujuan wisata gastronomi yang patut diperhitungkan sebelum semakin ramai dan mahal.

Lewat daftar ‘The Best Places to Travel in 2026 for Food Lovers: 16 Must-Visit Destination’, benua Asia menyumbang tiga kota yang mampu bersaing dengan destinasi wisata kuliner populer dari Eropa, Timur Tengah sampai Amerika.

Dilansir dari Michelin Guide (07/01/2026), berikut 3 destinasi kuliner di Asia yang dinilai paling menarik untuk dikunjungi oleh para pencinta kuliner.

1. Cappadocia, Turki

Cappadocia di Turki selama ini dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia, dengan ciri khas balon udara yang menghiasi langit oranye di atas pemandangan alam indah. Namun pada 2026, kawasan yang masuk daftar Warisan Dunia UNESCO ini mulai mencuri perhatian lewat kebangkitan kulinernya.

Debut Cappadocia dalam Michelin Guide 2026 menandai perubahan penting, dengan 18 restoran terkurasi, termasuk satu restoran berbintang One Star Michelin dan lima tempat makan yang meraih Michelin Bib Gourmand.

Keunikan Cappadocia terletak pada kekuatan kuliner lokalnya. Sekitar 70% hidangan menggunakan bahan setempat dengan pendekatan f’arm-to-table’ yang kian berkembang. Pengunjung dapat mencicipi sup tradisional, semur daging dalam periuk tanah liat, biji-bijian kuno, hingga anggur khas Anatolia.

Banyak restoran yang menghadirkan pengalaman bersantap autentik di Cappadocia. Teknik fermentasi dan metode memasak tradisional tetap dipertahankan. Menurut Michelin Guide, waktu terbaik berkunjung ke Cappadocia adalah bulan April-Mei serta Oktober, saat cuaca sejuk dan suasana lebih nyaman.

Provinsi Jiangsu muncul sebagai salah satu destinasi kuliner paling baru dan berkelas di China, sekaligus relatif ramah di kantong. Michelin Guide mencatat 73 restoran di wilayah ini, termasuk 5 restoran berbintang satu dan 36 Bib Gourmand. Jiangsu dikenal dengan tradisi kuliner berbasis ikan air tawar, bumbu lembut, serta teknik memasak klasik yang menuntut presisi tinggi.

Kota Suzhou dan Nanjing menjadi pusat utama eksplorasi rasa. Budaya taman yang tertata rapi berpadu dengan banyaknya restoran yang menjaga warisan kuliner turun-temurun.

Musim semi dan gugur menjadi waktu ideal berkunjung, menghindari musim panas ekstrem, terutama di Nanjing yang dijuluki salah satu ‘Tungku Api’ China.

Menu makanan dengan bahan pangan musiman menjadi daya tarik utama, mencerminkan kesegaran bahan dan keseimbangan rasa. Jiangsu menawarkan pengalaman mendalam bagi wisatawan yang ingin mengenal kuliner China di luar hiruk-pikuk kota megapolitan seperti Shanghai dan Beijing.

3. Filipina

Dari banyaknya negara di Asia Tenggara, hanya Filipina yang berhasil menembus masuk daftar Michelin Guide 2026 sebagai destinasi negara dengan kuliner yang wajib dikunjungi.

Kuliner Filipina akhirnya mendapatkan panggung internasional yang layak melalui kehadiran Michelin Guide di Manila dan Cebu. Di Manila, tercatat ada 88 restoran, termasuk 1 restoran berbintang dua Michelin, 7 restoran berbintang satu Michelin, dan 19 tempat makan dengan predikat Bib Gourmand.

Sementara itu, Kota Cebu memiliki 18 restoran terkurasi Michelin dengan enam tempat makan yang sudah masuk Michelin Bib Gourmand. Pencapaian ini menandai babak baru bagi kuliner Filipina di mata dunia.

Di balik popularitas restoran modern, masakan tradisional tetap menjadi jantung kuliner lokal di Filipina. Hidangan seperti sisig, sinigang, inasal, dan adobo menampilkan keseimbangan rasa manis, asin, dan asam melalui teknik marinasi dan pemanggangan.

Menurut situs Michelin Guide, generasi muda chef Filipina kini berani memadukan tradisi kuliner tradisional dengan pendekatan internasional. Kota Manila menghadirkan dinamika kota besar dengan pengaruh kuliner dari Amerika, China, dan Spanyol.

Sementara Cebu menawarkan fokus makanan pada hasil laut segar. Periode Januari hingga Maret menjadi waktu terbaik untuk menikmati cuaca, bahan pangan, dan atmosfer kuliner terbaik di Filipina.

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi

Provinsi Jiangsu muncul sebagai salah satu destinasi kuliner paling baru dan berkelas di China, sekaligus relatif ramah di kantong. Michelin Guide mencatat 73 restoran di wilayah ini, termasuk 5 restoran berbintang satu dan 36 Bib Gourmand. Jiangsu dikenal dengan tradisi kuliner berbasis ikan air tawar, bumbu lembut, serta teknik memasak klasik yang menuntut presisi tinggi.

Kota Suzhou dan Nanjing menjadi pusat utama eksplorasi rasa. Budaya taman yang tertata rapi berpadu dengan banyaknya restoran yang menjaga warisan kuliner turun-temurun.

Musim semi dan gugur menjadi waktu ideal berkunjung, menghindari musim panas ekstrem, terutama di Nanjing yang dijuluki salah satu ‘Tungku Api’ China.

Menu makanan dengan bahan pangan musiman menjadi daya tarik utama, mencerminkan kesegaran bahan dan keseimbangan rasa. Jiangsu menawarkan pengalaman mendalam bagi wisatawan yang ingin mengenal kuliner China di luar hiruk-pikuk kota megapolitan seperti Shanghai dan Beijing.

Gambar ilustrasi

3. Filipina

Dari banyaknya negara di Asia Tenggara, hanya Filipina yang berhasil menembus masuk daftar Michelin Guide 2026 sebagai destinasi negara dengan kuliner yang wajib dikunjungi.

Kuliner Filipina akhirnya mendapatkan panggung internasional yang layak melalui kehadiran Michelin Guide di Manila dan Cebu. Di Manila, tercatat ada 88 restoran, termasuk 1 restoran berbintang dua Michelin, 7 restoran berbintang satu Michelin, dan 19 tempat makan dengan predikat Bib Gourmand.

Sementara itu, Kota Cebu memiliki 18 restoran terkurasi Michelin dengan enam tempat makan yang sudah masuk Michelin Bib Gourmand. Pencapaian ini menandai babak baru bagi kuliner Filipina di mata dunia.

Di balik popularitas restoran modern, masakan tradisional tetap menjadi jantung kuliner lokal di Filipina. Hidangan seperti sisig, sinigang, inasal, dan adobo menampilkan keseimbangan rasa manis, asin, dan asam melalui teknik marinasi dan pemanggangan.

Menurut situs Michelin Guide, generasi muda chef Filipina kini berani memadukan tradisi kuliner tradisional dengan pendekatan internasional. Kota Manila menghadirkan dinamika kota besar dengan pengaruh kuliner dari Amerika, China, dan Spanyol.

Sementara Cebu menawarkan fokus makanan pada hasil laut segar. Periode Januari hingga Maret menjadi waktu terbaik untuk menikmati cuaca, bahan pangan, dan atmosfer kuliner terbaik di Filipina.

Gambar ilustrasi