Paparan mikroplastik pada makanan sehari-hari perlu diwaspadai. Sumbernya bisa jadi karena terpapar penggunaan 5 alat dapur ini.
Mikroplastik merupakan partikel plastik sangat kecil yang mencemari lingkungan dan bisa masuk ke dalam tubuh manusia melaui beberapa hal, termasuk makanan.
Paparan mikroplastik menjadi ancaman karena membawa bahan kimia berbahaya. Konsumsi makanan yang terpapar mikroplastik bisa menyebabkan berbagai macam penyakit, termasuk peradangan, gangguan hormon, hingga risiko kanker.
Tanpa diduga mikroplastik dalam makanan bisa terpapar dari alat-alat atau bahan di dapur. Mulai dari wajan, wadah, hingga kantong teh.
Dilansir dari CNET (22/1), berikut 5 alat dan bahan di dapur yang bisa menyebabkan makanan terpapar mikroplastik.
Wajan anti lengket mungkin menjadi alat masak yang praktis di dapur, terutama jika ingin memasak gorengan atau tumisan. Namun penggunaanya perlu diwaspadai.
Lapisan PTFE (teflon) di wajan anti lengket terbuat dari polimer sintetik yang dapat mengelupas dan terlepas menjadi partikel mikro saat digunakan, terutama jika tergores atau terlalu panas. Partikel-partikel ini bisa bercampur dengan makanan dan tertelan saat dimakan.
Sebuah studi baru yang disebut CNET, menemukan bila wajan anti lengket bisa melepaskan mikroplastik ke dalam makanan selama proses memasak. Hal ini meningkatkan paparan seseorang terhadap polutan yang berpotensi berbahaya.
Penelitian di Australia juga menemukan bahwa peralatan memasak berlapis teflon mengandumg ribuan sampai jutaan mikroplastik. Bahkan retakan-retakan di wajan tersebut memungkinkan paparan mikroplastik lebih besar.
Meskipun partikel tersebut tidak secara harfiah disebut mikroplastik, tetapi sejenis dengan nama mikropartikel polimer yang juga dapat berisiko sama.
Wadah plastik termasuk kemasan makanan yang praktis. Namun penggunannnya tetap perlu diperhatikan.
Wadah plastik dapat memaparkan mikroplastik, terutama ketika dipanaskan atau dicuci. Mirkoplastik ini lalu terlepas ke makanan dan minuman di dalamnya.
Satu studi yang disebut CNET mengungkap bila wadah plastik yang bisa digunakan kembali dan sering ada di restoran juga mengandung mikroplastik.
Beberapa orang memilih pakai alat masak plastik, seperti spatula atau centong.
Sayangnya alat masak ini melepaskan mikroplastik ke dalam makanan. Terutama ketika digunakan untuk memasak makanan yang sangat panas. Dalam kondisi ini plastik terdegredasi dan pecah menjadi partikel kecil (mikroplastik) yang kemudian larut ke dalam makanan.
Ketika makanan tersebut ditelan, artinya mikroplastik juga masuk ke dalam tubuh dan aliran darah.
Kantung teh juga dapat memaparkan mikroplastik ke dalam minuman. Ketika direndam dalam air panas, kantong tersebut dapat melepaskan mikroplastiknya.
Hal ini disebabkan dari kandungan polypropylene, komponen kunci pembuatan kantong teh. Partikel tersebut dapat terserap oleh sel usus, masuk ke aliran darah, dan berpotensi menyebabkan peradangan serta masalah kesehatan lainnya.
Para peneliti di Universitas Otonomi Barcelona, Spanyol menemukan miliaran partikel mikroplastik dan nanoplastik dilepaskan dari kantong teh untuk setiap milimeter air yang terendam.
Penggunaan sedotan plastik juga perlu diperhatikan. Penelitian yang yang disebut CNET menemukan bahwa sedotan tersebut melepaskan mikroplastik dan nanoplastik yang kemudian dapat langsung dihirup.
Mikroplastik tersebut dibuat dari polipropilena yang tidak mudah terurai dan mengalami fragmentasi menjadi partikel kecil saat terkena panas, gesekan, atau paparan lingkungan dalam jangka panjang, serta bisa terlepas saat digigit atau terkelupas. Lalu masuk ke tubuh melalui minuman dan makanan.
Sayangnya sedotan plastik adalah salah satu yang sangat lazim digunakan.
1. Wajan anti lengket
2. Wadah plastik
3. Alat masak plastik
4. Kantong teh
5. Sedotan plastik



Beberapa orang memilih pakai alat masak plastik, seperti spatula atau centong.
Sayangnya alat masak ini melepaskan mikroplastik ke dalam makanan. Terutama ketika digunakan untuk memasak makanan yang sangat panas. Dalam kondisi ini plastik terdegredasi dan pecah menjadi partikel kecil (mikroplastik) yang kemudian larut ke dalam makanan.
Ketika makanan tersebut ditelan, artinya mikroplastik juga masuk ke dalam tubuh dan aliran darah.
Kantung teh juga dapat memaparkan mikroplastik ke dalam minuman. Ketika direndam dalam air panas, kantong tersebut dapat melepaskan mikroplastiknya.
Hal ini disebabkan dari kandungan polypropylene, komponen kunci pembuatan kantong teh. Partikel tersebut dapat terserap oleh sel usus, masuk ke aliran darah, dan berpotensi menyebabkan peradangan serta masalah kesehatan lainnya.
Para peneliti di Universitas Otonomi Barcelona, Spanyol menemukan miliaran partikel mikroplastik dan nanoplastik dilepaskan dari kantong teh untuk setiap milimeter air yang terendam.
Penggunaan sedotan plastik juga perlu diperhatikan. Penelitian yang yang disebut CNET menemukan bahwa sedotan tersebut melepaskan mikroplastik dan nanoplastik yang kemudian dapat langsung dihirup.
Mikroplastik tersebut dibuat dari polipropilena yang tidak mudah terurai dan mengalami fragmentasi menjadi partikel kecil saat terkena panas, gesekan, atau paparan lingkungan dalam jangka panjang, serta bisa terlepas saat digigit atau terkelupas. Lalu masuk ke tubuh melalui minuman dan makanan.
Sayangnya sedotan plastik adalah salah satu yang sangat lazim digunakan.
3. Alat masak plastik
4. Kantong teh
5. Sedotan plastik







