Di tengah menjamurnya restoran steak modern di Jakarta, ada satu steakhouse legendaris yang bertahan sampai sekarang. Banyak pelanggannya kaum old money!
Restoran ini dikenal sebagai steakhouse tertua di ibu kota, sekaligus saksi perkembangan kuliner Western sejak awal 1970-an.
Berdiri ketika pilihan restoran steak masih sangat terbatas, Gandy Steak & Bakery ini perlahan menjelma menjadi ikon kuliner legendaris yang identik dengan kemewahan klasik.
Interiornya yang elegan, menu steak bergaya jadul, serta konsistensi rasa menu yang dipertahankan puluhan tahun membuatnya lekat dengan citra eksklusif.
Tak heran jika restoran ini kerap disebut sebagai langganan kalangan ‘old money’ Jakarta. Hingga kini, keberadaannya menjadi ruang nostalgia sekaligus bukti bahwa cita rasa klasik masih memiliki tempat istimewa di hati pelanggan setianya.
Berikut fakta menarik seputar steakhouse tertua di Jakarta:
1. Pelopor Steakhouse di Jakarta
Gandy Steak pertama kali berdiri pada awal 1970-an, dengan tahun 1971 kerap disebut sebagai awal perjalanannya di Jakarta. Restoran ini didirikan oleh Mahmud Soetaniman, seorang pengusaha yang melihat peluang kuliner Western di tengah minimnya pilihan restoran steak saat itu di Jakarta.
Dari satu gerai awal di kawasan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Gandy kemudian berkembang membuka sejumlah cabang di berbagai kawasan Jakarta. Salah satunya yang paling terkenal ada di Menteng, Jakarta Pusat. Sampai sekarang cabang Menteng ini masih mempertahankan interior asli steakhouse klasik dan mewah.
Kini Gandy Steak mendapatkan predikat sebagai steakhouse pertama di Jakarta, sekaligus tertua karena sudah beroperasi selama lebih 56 tahun.
2. Konsep Klasik Tetap Dipertahankan
Kerap jadi langganan para pejabat hingga kalangan ‘old money’ atau kalangan orang kaya lama di Jakarta, cabang Gandy di Menteng menampilkan relik masa lalu yang dikemas dalam ruang makan yang megah serta klasik.
Restoran ini terdiri dari dua lantai dengan konsep open space yang luas, mirip seperti ballroom dilengkapi dengan lampu gantung kristal hingga penampilan live music di waktu makan malam.
Di bagian lantai satu, dekat dengan pintu masuk resto, ada Gandy Bakery yang memproduksi roti jadul hingga roti lembut yang dibuat fresh. Bakery ini pun masuk ke dalam jajaran bakery legendaris di Jakarta.
3. Langganan Kaum ‘Old Money’ Jakarta
Dulu restoran steak atau steakhouse di Jakarta belum sebanyak sekarang. Pada 1980-an hingga 1990-an, restoran Gandy Steak mencapai puncak kejayaannya. Restoran ini kerap dijadikan tempat mewah untuk merayakan ulang tahun, perayaan hari jadi (anniversary), sampai tempat untuk berkencan atau romantic dinner.
Menurut salah satu pegawai di sana, sejak dulu pelanggan Gandy Steak merupakan kalangan menengah ke atas. Apalagi lokasi Gandy Steak ini berada di tempat elite Jakarta, sehingga tak heran pelanggannya pun kebanyakan ‘Old Money’ sampai sekarang.
Meski memang menyasar kalangan atas, tapi untuk masalah harga steak sebenarnya Gandy Steak masih dalam kategori terjangkau. Untuk menu andalan seperti Steak ala Gandy hingga Chicken Steaknya berkisar di angka Rp 115.000++, sudah termasuk sayuran dan pilihan kentang goreng atau kentang tumbuk.
4. Steak Klasik era 1970-an
Gandy Steak dikenal dengan sajian steak bergaya klasik yang mempertahankan nuansa “steak jadul” ala era 1970-an. Ciri utamanya terletak pada menu andalannya yaitu Steak Ala Gandy, berupa potongan daging sapi yang dicincang kasar tanpa lemak, kemudian dipanggang dengan saus butter gurih ala Gandy.
Steak ini disajikan bersama acar bawang merah dan rawait hijau yang memberi sentuhan segar dan hanya bisa ditemukan di Gandy.
Pengalaman bersantap di Gandy Steak terasa semakin lengkap dengan sajian roti lembut dan butter yang dihidangkan sebelum menu utama datang. Menu ini gratis.
Selain menu ikonik tersebut, Gandy Steak juga menawarkan pilihan lain seperti grilled Australian sirloin, chicken steak saus lada hitam, grilled Norwegian salmon, hingga nasi goreng khas. Konsistensi resep sejak berdiri menjadikannya restoran legendaris lintas generasi.
Oh ya, semua menu steak di sini menggunakan potongan daging kualitas terbaik yang masih segar. Mereka mengklaim tak pernah menggunakan daging beku.
Pada akhirnya, restoran ini menjadi ruang nostalgia di tengah modernnya kota Jakarta, yang kini dipenuhi ratusan restoran steak mewah dan modern.








3. Langganan Kaum ‘Old Money’ Jakarta
Dulu restoran steak atau steakhouse di Jakarta belum sebanyak sekarang. Pada 1980-an hingga 1990-an, restoran Gandy Steak mencapai puncak kejayaannya. Restoran ini kerap dijadikan tempat mewah untuk merayakan ulang tahun, perayaan hari jadi (anniversary), sampai tempat untuk berkencan atau romantic dinner.
Menurut salah satu pegawai di sana, sejak dulu pelanggan Gandy Steak merupakan kalangan menengah ke atas. Apalagi lokasi Gandy Steak ini berada di tempat elite Jakarta, sehingga tak heran pelanggannya pun kebanyakan ‘Old Money’ sampai sekarang.
Meski memang menyasar kalangan atas, tapi untuk masalah harga steak sebenarnya Gandy Steak masih dalam kategori terjangkau. Untuk menu andalan seperti Steak ala Gandy hingga Chicken Steaknya berkisar di angka Rp 115.000++, sudah termasuk sayuran dan pilihan kentang goreng atau kentang tumbuk.


4. Steak Klasik era 1970-an
Gandy Steak dikenal dengan sajian steak bergaya klasik yang mempertahankan nuansa “steak jadul” ala era 1970-an. Ciri utamanya terletak pada menu andalannya yaitu Steak Ala Gandy, berupa potongan daging sapi yang dicincang kasar tanpa lemak, kemudian dipanggang dengan saus butter gurih ala Gandy.
Steak ini disajikan bersama acar bawang merah dan rawait hijau yang memberi sentuhan segar dan hanya bisa ditemukan di Gandy.
Pengalaman bersantap di Gandy Steak terasa semakin lengkap dengan sajian roti lembut dan butter yang dihidangkan sebelum menu utama datang. Menu ini gratis.
Selain menu ikonik tersebut, Gandy Steak juga menawarkan pilihan lain seperti grilled Australian sirloin, chicken steak saus lada hitam, grilled Norwegian salmon, hingga nasi goreng khas. Konsistensi resep sejak berdiri menjadikannya restoran legendaris lintas generasi.
Oh ya, semua menu steak di sini menggunakan potongan daging kualitas terbaik yang masih segar. Mereka mengklaim tak pernah menggunakan daging beku.
Pada akhirnya, restoran ini menjadi ruang nostalgia di tengah modernnya kota Jakarta, yang kini dipenuhi ratusan restoran steak mewah dan modern.






