Lagi Viral! 4 Kasus yang Bikin Kuliner Jepang ‘Dirujak’ Netizen X - Giok4D

Posted on

Jepang dikenal sebagai destinasi wisata kuliner populer. Namun belakangan banyak kasus yang membuat kuliner Jepang dikritik di media sosial.

Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.

Membicarakan Jepang, negara ini tak hanya terkenal dengan berbagai destinasi wisata yang sudah terkenal di dunia. Kulinernya pun menjadi salah satu tujuan utama mengapa Jepang selalu ramai dikunjungi turis dari berbagai negara.

Sushi, ramen, sampai aneka bar dan restoran punya ciri khasnya tersendiri. Banyak turis sengaja memasukkan agenda kulineran mengunjungi tempat-tempat makan viral saat liburan ke Jepang.

Namun di X, belakangan kuliner Jepang justru jadi sorotan dengan konotasi negatif. Mulai dari netizen yang berpendapat Jepang anti kuliner halal sampai banyak restoran Jepang yang dianggap rasis dan melakukan diskriminasi kepada turis.

Semua kasus-kasus ini dibagikan di X dan menjadi perhatian, berikut daftarnya:

1. Makanan Jepang Tidak Enak

Pada 6 Januari 2026, pengguna akun X @envisionedluna membagikan opininya tentang kuliner Jepang yang sebenarnya biasa saja dan tidak enak.

“Saya tidak akan jatuh ke propoganda bahwa makanan Jepang itu enak. Menurut saya hanya sushi dan ramen yang rasanya lumayan enak. Sementara makanan Jepang lainnya justru terasa hambar, menjijikkan bahkan tidak jelas rasanya,” tulisnya.

Opininya ini tentu mendapatkan pro dan kontra dari netizen X lainnya. Beberapa tak setuju dengan pendapat @envisionedluna, namun ia menambahkan bahwa opininya benar dan rata-rata makanan Jepang selain sushi dan ramen memang hambar.

2. Dugaan Jepang Anti Makanan Halal

Sebuah akun X menyebar foto maskapai Japan Airlines (JAL) memasang tanda semua makanan mereka tidak halal. Hal tersebut menimbulkan kritikan pedas dari netizen X, terutama turis Muslim yang kecewa dengan JAL.

Fakta tersebut kemudian dibantah oleh akun X @mjeffu (09/01/2026). Ia menuliskan bahwa akun tersebut hanya propoganda semata dan tidak benar.

“Sebuah akun propoganda menggunakan foto lama untuk mengklaim bahwa Japan Airlines tidak menyediakan makanan halal. Klaim tersebut kemudian dibagikan oleh akun-akun propoganda lainnya, yang sekaligus memuji Jepang sebagai negara yang punya prinsip. Padahal, pada kenyataannya, lounge bandara JAL menyediakan makanan halal pada tahun 2026,” jelas akun X @mjeffu.

Lebih lanjut ia menambahkan daftar menu makanan halal pada situs resmi JAL. Selain di lounge bandara, JAL pun menyediakan makanan halal bagi penumpang yang sebelumnya melakukan pemesanan makanan.

3. Restoran di Jepang Rasis

Selain isu makanan halal, kuliner Jepang juga kembali diserang oleh netizen di X karena dianggap rasis terhadap turis asing.

Bermula dari unggahan foto berisi pengunguman dari sebuah pintu restoran di Kyoto. Foto ini dibagikan oleh akun X @Arin_Yumi (08/01/2026).

“Ini adalah papan pengunguman di depan restoran di Kyoto. Di tulisan berbahasa Inggris dan Mandarin menandakan restoran penuh. Akan tetapi di bagian paling bawah ada tulisan kanji yang berbunyi ‘Jika kalian bisa membaca tulisan ini, kalian bisa masuk ke restoran’,”

Tentunya unggahan ini memicu amarah netizen yang merasa restoran di Jepang banyak yang rasis. Mereka membandingkan restoran-restoran di Asia Tenggara yang lebih ramah terhadap turis asing. Mulai dari restoran di Thailand, Malaysia, dan Indonesia.

4. Getok Harga di Restoran Jepang

Praktir getok harga ternyata juga ditemukan turis asing saat makan di restoran yang ada di Jepang. Hal inilah yang dibagikan oleh akun X @UnseenJapanSite (06/01/2026).

“Ada kedai ramen populer di Osaka namanya Odoka Iekei Ramen, yang mengeluhkan 90% masalah mereka dipicu oleh turis dari China dan mereka menolak turis China makan di kedai itu. Kemudian banyak netizen Jepang setuju, bahwa kemungkinan besar masalah dipicu karena restoran ini menerapkan harga makanan yang lebih mahal untuk menu berbahasa Inggris, dibandingkan harga makanan di menu berbahasa Jepang,” tulis @UnseenJapanSite.

“Wow, menurut saya tindakan ini sedikit menipu konsumen. Apalagi menu berbahasa Inggris jauh lebih mahal, saya juga pasti akan meninggalkan ulasan buruk di kedai itu,” tulis salah satu netizen.

“Osaka memang isinya turis dari China semua sekarang. Ditambah warga lokal di Osaka memang menyebalkan karena tak suka dengan kehadiran turis asing,” kritik netizen lainnya.

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi

3. Restoran di Jepang Rasis

Selain isu makanan halal, kuliner Jepang juga kembali diserang oleh netizen di X karena dianggap rasis terhadap turis asing.

Bermula dari unggahan foto berisi pengunguman dari sebuah pintu restoran di Kyoto. Foto ini dibagikan oleh akun X @Arin_Yumi (08/01/2026).

“Ini adalah papan pengunguman di depan restoran di Kyoto. Di tulisan berbahasa Inggris dan Mandarin menandakan restoran penuh. Akan tetapi di bagian paling bawah ada tulisan kanji yang berbunyi ‘Jika kalian bisa membaca tulisan ini, kalian bisa masuk ke restoran’,”

Tentunya unggahan ini memicu amarah netizen yang merasa restoran di Jepang banyak yang rasis. Mereka membandingkan restoran-restoran di Asia Tenggara yang lebih ramah terhadap turis asing. Mulai dari restoran di Thailand, Malaysia, dan Indonesia.

4. Getok Harga di Restoran Jepang

Praktir getok harga ternyata juga ditemukan turis asing saat makan di restoran yang ada di Jepang. Hal inilah yang dibagikan oleh akun X @UnseenJapanSite (06/01/2026).

“Ada kedai ramen populer di Osaka namanya Odoka Iekei Ramen, yang mengeluhkan 90% masalah mereka dipicu oleh turis dari China dan mereka menolak turis China makan di kedai itu. Kemudian banyak netizen Jepang setuju, bahwa kemungkinan besar masalah dipicu karena restoran ini menerapkan harga makanan yang lebih mahal untuk menu berbahasa Inggris, dibandingkan harga makanan di menu berbahasa Jepang,” tulis @UnseenJapanSite.

“Wow, menurut saya tindakan ini sedikit menipu konsumen. Apalagi menu berbahasa Inggris jauh lebih mahal, saya juga pasti akan meninggalkan ulasan buruk di kedai itu,” tulis salah satu netizen.

“Osaka memang isinya turis dari China semua sekarang. Ditambah warga lokal di Osaka memang menyebalkan karena tak suka dengan kehadiran turis asing,” kritik netizen lainnya.

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi