Makanan tradisional dengan nama nyeleneh menarik perhatian pembaca. Ada juga sate maranggi yang sedang viral di Depok hingga harga durian Musang King anjlok.
Tak hanya kaya budaya, Indonesia juga diberkahi dengan kulinernya yang beragam. Uniknya, beberapa nama makanan hidangan tradisional di Indonesia justru menggunakan pilihan kata yang nyeleneh. Bukan bermaksud vulgar, penamaan tersebut memiliki alasan dan sejarah di baliknya.
Nikmatnya sate maranggi yang empuk nan juicy kini bisa dinikmati di Depok. Tepatnya di kawasan Depok II ada tempat makan sate maranggi bernama Sate Maranggi Mas Kulin. Tempat makan ini menawarkan potongan daging tenderloin dengan bumbu manis gurih yang meresap sampai ke bagian dalam.
Di kawasan Asia Tenggara, durian dikenal sebagai raja buah. Tak heran beberapa varietas premium, seperti Musang King, akan dipatok dengan harga tinggi. Namun akibat fenomena “tsunami durian”, pasar durian di Malaysia melaporkan harga Musang King yang anjlok drastis.
Beberapa daerah di Indonesia memiliki makanan tradisional dengan nama yang terdengar tak biasa atau bahkan terkesan vulgar. Namun sebenarnya merupakan hidangan yang populer dan punya sejarah budaya di tempat asalnya.
Salah satunya Kontol Kejepit dari Bantul, Yogyakarta. Kue ini terbuat dari adonan dengan gula merah dan populer meskipun namanya sering menjadi bahan bercandaan.
Selain itu, di Purworejo terdapat Jembut Kecabut, yaitu sebutan untuk dawet yang diambil dari singkatan nama lokasi Jembatan Butuh tempat minuman itu dijual. Beberapa jenis makanan lain seperti Turuk Bintul hingga Kue Tete juga punya nama yang tak kalah nyeleneh.
Sate Maranggi Mas Kulin sedang menjadi sorotan di kawasan Depok II. Rumah makan ini menyajikan sate maranggi dengan potongan daging sapi tenderloin yang empuk serta juicy.
Dipadukan dengan bumbu manis gurih yang meresap saat dibakar, membuat penyajiannya semakin sempurna. Pemilik Mas Kulin, Don, menggunakan pengalaman kuliner keluarga sejak era katering untuk menciptakan resep sate maranggi yang unik.
Menu di sini ada sate maranggi daging, campuran daging dan lemak, hingga sate ayam. Selain sate maranggi, Mas Kulin juga menawarkan pelengkap lain seperti Nasi Daun Jeruk yang harum dan Ketan Bakar sebagai teman makan.
Durian Musang King selama ini dikenal sebagai varietas durian premium dengan harga tinggi. Namun kini harganya anjlok hingga sekitar Rp 40 ribu per kilogram di pasar Malaysia.
Fenomena penurunan harga ini disebut sebagai “tsunami durian”, akibat pasokan buah yang sangat melimpah sementara permintaan menurun. Penurunan ini berdampak besar bagi para petani yang biasanya mengandalkan durian sebagai sumber pendapatan utama.
Berikut ini berita terpopuler infoFood yang menarik perhatian pembaca kemarin (5/1/2026):
1. 8 Makanan Tradisional dengan Nama Jorok
2. Sate Maranggi Viral di Depok
3. Harga Durian Musang King Anjlok


Sate Maranggi Mas Kulin sedang menjadi sorotan di kawasan Depok II. Rumah makan ini menyajikan sate maranggi dengan potongan daging sapi tenderloin yang empuk serta juicy.
Dipadukan dengan bumbu manis gurih yang meresap saat dibakar, membuat penyajiannya semakin sempurna. Pemilik Mas Kulin, Don, menggunakan pengalaman kuliner keluarga sejak era katering untuk menciptakan resep sate maranggi yang unik.
Menu di sini ada sate maranggi daging, campuran daging dan lemak, hingga sate ayam. Selain sate maranggi, Mas Kulin juga menawarkan pelengkap lain seperti Nasi Daun Jeruk yang harum dan Ketan Bakar sebagai teman makan.
Durian Musang King selama ini dikenal sebagai varietas durian premium dengan harga tinggi. Namun kini harganya anjlok hingga sekitar Rp 40 ribu per kilogram di pasar Malaysia.
Fenomena penurunan harga ini disebut sebagai “tsunami durian”, akibat pasokan buah yang sangat melimpah sementara permintaan menurun. Penurunan ini berdampak besar bagi para petani yang biasanya mengandalkan durian sebagai sumber pendapatan utama.
2. Sate Maranggi Viral di Depok
3. Harga Durian Musang King Anjlok





