Kafe di Bali ini viral menuai kontroversi akibat gimik penyajian matcha yang menyerupai cairan infus medis. Begini kronologinya!
Minuman matcha unik buatan Buba Tea Bali disajikan menggunakan kantong infus lengkap dengan selang dan label medis. Dari video yang beredar, tampak kemasan tersebut mencantumkan nama ‘D5 Dextrose monohydrate’, salah satu jenis cairan infus. Hal inilah yang memicu kekhawatiran publik terkait keamanan, kebersihan, dan dugaan penggunaan limbah medis.
Sejumlah netizen di X dan Threads mempertanyakan asal-usul kantong infus yang tampak identik dengan produk medis asli serta proses higienisnya.
Kabar penggunaan kantong infus untuk minuman kekinian pun jadi viral, bahkan sampai mendapatkan klarifikasi langsung dari produsen kantong infus medis terkait.
Berikut kronologi viralnya penyajian matcha menggunakan kantong infus medis yang disajikan di Buba Tea Bali.
1. Terinspirasi dari Cameron Diaz
Beberapa minggu sebelum isu ini viral, Buba Tea Bali di Canggu memang menawarkan konsep unik dengan menyajikan matcha di dalam kantong infus layaknya di rumah sakit.
Alih-alih gelas biasa, minuman disajikan menggunakan kantong infus steril lengkap dengan selang. Hal ini menciptakan pengalaman minum yang tak biasa dan menarik perhatian.
Dilansir dari infobali (06/12/2026), konsep ini terinspirasi dari cerita tentang aktris Hollywood, Cameron Diaz yang pernah diberi minuman melalui infus demi menjaga kebersihan saat syuting di rumah sakit.
Menurut pihak Buba Tea Bali, kemasan infus yang digunakan higienis, sekali pakai, dan bertujuan menjaga kualitas rasa. Penyajian matcha unik tak sebatas di kantong infus saja, tapi juga gimik ketika barista yang berperan seperti perawat memasangkan infus matcha ke pengunjung.
2. Tuai Kontroversi di Media Sosial
Viralnya matcha infus ini berawal dari banyaknya netizen yang menyuarakan keresahan mereka di media sosial. Salah satunya akun besar di X @txtdaribrand (04/01/2025) yang membagikan cuitan tentang matcha infus ini dan dilihat sebanyak 3,5 juta kali.
“Lagi ramai gimmick packaging infus dari Buba Tea Bali, netizen mempertanyakan keterangan D5 dan pabrik produksinya,” tulis akun @txtdaribrand.
Cuitan ini kemudian viral dan mendapatkan banyak kritik dari netizen.
“Kenapa sih gak normal-normal aja matcha disajikan pakai cup, atau cangkir-cangkir bunga cantik gitu lah,” kritik @Kampus***.
3. PT Otsuka Indonesia Buka Suara
PT Otsuka Indonesia buka suara menyusul viralnya minuman matcha yang menggunakan kemasan menyerupai infus bertuliskan “D5 Dextrose monohydrate” dengan merek Otsuka.
Menanggapi hal itu, Sudarmadi Widodo selaku Direktur PT Otsuka Indonesia, menegaskan bahwa produk minuman tersebut bukan milik atau diproduksi oleh Otsuka.
Perusahaan menyatakan terdapat indikasi penyalahgunaan merek dan kemasan cairan infus Otsuka, serta menegaskan seluruh risiko bukan menjadi tanggung jawab mereka.
Otsuka juga menekankan bahwa produknya dibuat sesuai standar GMP dan CPOB BPOM, serta mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dalam mengonsumsi produk. Perusahaan memastikan akan mengambil langkah untuk melindungi merek dan reputasinya.
4. Tanggapan Ahli dari Sisi Medis
Kehadiran infus matcha ini tentunya ini memicu pertanyaan publik terkait etika serta asal-usul kemasan infus tersebut.
Mengutip infohealth (06/12/2025), spesialis penyakit dalam Prof. Dr. dr. Ketut Suastika menjelaskan bahwa infus D5 merupakan cairan medis yang mengandung 5 persen dekstrosa, dan digunakan untuk memberikan energi serta kalori tambahan melalui pembuluh darah pada pasien tertentu.
Ia menegaskan bahwa penggunaan simbol atau kemasan medis sebagai gimik sebaiknya tetap memperhatikan etika dan izin, terlebih jika mencantumkan nama produsen farmasi seperti PT Otsuka Indonesia.
Prof Ketut juga mengingatkan pentingnya edukasi publik agar tidak terjadi salah persepsi antara minuman biasa dan cairan medis.
5. Klarifikasi dari Buba Tea Bali
Meski di Instagram resmi kafe ini belum memberikan tanggapan atau konfirmasi apapun, tapi pada tanggal 5 Januari, ada satu akun baru yang mengatasnamakan Buba Tea Bali lewat akun @buba_tea_bali.
Mereka memberikan klarifikasi terkait penggunaan kemasan infus medis untuk minuman matcha di kafenya.
“Format infus tersebut merupakan metafora visual yang terinspirasi dari gagasan ‘mengisi ulang energi’, bukan produk medis. Kemasan kami bersifat sekali pakai dan aman untuk minuman, serta diproduksi sesuai dengan standar keamanan pangan. Buba Tea mengedepankan cita rasa dan pengalaman. Terima kasih, silakan datang dan berkunjung,” bunyi klarifikasi tersebut.
Meski demikian, kebenaran klarifikasi tersebut masih diragukan karena disampaikan melalui akun media sosial yang baru dibuat dan belum didukung pernyataan resmi lainnya.
Tim infoFood sudah berusaha untuk menghubungi pihak Buba Tea Bali untuk konfirmasi lebih lanjut. Akan tetapi hingga berita ini tayang belum ada balasan dari pihak terkait.





3. PT Otsuka Indonesia Buka Suara
PT Otsuka Indonesia buka suara menyusul viralnya minuman matcha yang menggunakan kemasan menyerupai infus bertuliskan “D5 Dextrose monohydrate” dengan merek Otsuka.
Menanggapi hal itu, Sudarmadi Widodo selaku Direktur PT Otsuka Indonesia, menegaskan bahwa produk minuman tersebut bukan milik atau diproduksi oleh Otsuka.
Perusahaan menyatakan terdapat indikasi penyalahgunaan merek dan kemasan cairan infus Otsuka, serta menegaskan seluruh risiko bukan menjadi tanggung jawab mereka.
Otsuka juga menekankan bahwa produknya dibuat sesuai standar GMP dan CPOB BPOM, serta mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dalam mengonsumsi produk. Perusahaan memastikan akan mengambil langkah untuk melindungi merek dan reputasinya.
4. Tanggapan Ahli dari Sisi Medis
Kehadiran infus matcha ini tentunya ini memicu pertanyaan publik terkait etika serta asal-usul kemasan infus tersebut.
Mengutip infohealth (06/12/2025), spesialis penyakit dalam Prof. Dr. dr. Ketut Suastika menjelaskan bahwa infus D5 merupakan cairan medis yang mengandung 5 persen dekstrosa, dan digunakan untuk memberikan energi serta kalori tambahan melalui pembuluh darah pada pasien tertentu.
Ia menegaskan bahwa penggunaan simbol atau kemasan medis sebagai gimik sebaiknya tetap memperhatikan etika dan izin, terlebih jika mencantumkan nama produsen farmasi seperti PT Otsuka Indonesia.
Prof Ketut juga mengingatkan pentingnya edukasi publik agar tidak terjadi salah persepsi antara minuman biasa dan cairan medis.


5. Klarifikasi dari Buba Tea Bali
Meski di Instagram resmi kafe ini belum memberikan tanggapan atau konfirmasi apapun, tapi pada tanggal 5 Januari, ada satu akun baru yang mengatasnamakan Buba Tea Bali lewat akun @buba_tea_bali.
Mereka memberikan klarifikasi terkait penggunaan kemasan infus medis untuk minuman matcha di kafenya.
“Format infus tersebut merupakan metafora visual yang terinspirasi dari gagasan ‘mengisi ulang energi’, bukan produk medis. Kemasan kami bersifat sekali pakai dan aman untuk minuman, serta diproduksi sesuai dengan standar keamanan pangan. Buba Tea mengedepankan cita rasa dan pengalaman. Terima kasih, silakan datang dan berkunjung,” bunyi klarifikasi tersebut.
Meski demikian, kebenaran klarifikasi tersebut masih diragukan karena disampaikan melalui akun media sosial yang baru dibuat dan belum didukung pernyataan resmi lainnya.
Tim infoFood sudah berusaha untuk menghubungi pihak Buba Tea Bali untuk konfirmasi lebih lanjut. Akan tetapi hingga berita ini tayang belum ada balasan dari pihak terkait.





