Media sosial dihebohkan dengan temuan benda asing berupa besi di snack wafer kemasan populer. Menindaklanjuti temuan ini, begini langkah produsen.
Netizen bernama Pinkan, pemilik akun Threads @zhupymoko (2/1), mengungkap temuan benda asing dan berbahaya di dalam camilan kemasan yang dibelinya. Ia diketahui membeli snack Waffle Tango, salah satu produk wafer populer keluaran Grup Orang Tua.
Saat sedang memakan wafer, ia mengaku menemukan potongan serupa kawat besi dengan ukuran cukup panjang. Temuan ini amat membahayakan karena berisiko melukai mulut, tenggorokan, atau saluran pencernaan saat tertelan.
Pinkan menyampaikan keluhannya kepada pihak produsen melalui pesan langsung (DM) Instagram resmi Orang Tua. Saat berita ini ditulis (3/1), komplain Pinkan sudah mendapat tanggapan dari produsen Waffle Tango.
Dalam surat keterangan resmi yang diterima redaksi infoFood, Sabtu (3/1) sore hari, pihak PT Ultra Prima Abadi selaku produsen snack wafer kemasan ini menyatakan permohonan maaf maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh konsumen serta perhatian publik yang timbul akibat isu tersebut.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Pada Sabtu, 3 Januari 2026, pihak Customer Care PT Ultra Prima Abadi telah menghubungi Pinkan secara resmi untuk menyampaikan permohonan maaf serta menjelaskan langkah tindak lanjut yang akan dilakukan perusahaan.
Selanjutnya, perwakilan perusahaan juga dijadwalkan mengunjungi konsumen tersebut secara langsung pada Senin, 5 Januari 2026 untuk melakukan tindak lanjut dan penyelesaian secara kekeluargaan. Inisiatif ini pun sudah diterima dengan baik oleh konsumen.
“Sehubungan dengan laporan tersebut, kami menegaskan bahwa PT Ultra Prima Abadi sebagai perusahaan FMCG senantiasa menempatkan mutu dan keamanan pangan sebagai prioritas utama. Seluruh proses produksi di fasilitas kami telah menerapkan sistem keamanan pangan sesuai standar nasional dan internasional, antara lain Good Manufacturing Practice (GMP) dan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), serta didukung oleh berbagai sertifikasi,” jelas pihak perusahaan.
Sertifikasi yang dimaksud antara lain ISO 22000:2018 tentang Sistem Manajemen Keamanan Pangan, Sertifikasi SNI Biskuit 2011, dan Audit Halal Eksternal serta Audit CPPOB BPOM terakhir tahun 2025 dengan hasil akreditasi A.
Dalam proses produksi, PT Ultra Prima Abadi menggunakan teknologi metal detector sebagai Critical Control Point yang diuji dan diverifikasi secara berkala sesuai ketentuan HACCP.
Pihak perusahaan memastikan, setiap produk yang tidak memenuhi parameter pengendalian akan secara otomatis ditolak oleh sistem dan tidak dapat dipasarkan.
Atas temuan besi di wafer Waffle Tango oleh konsumen, pihak perusahaan mengatakan memandang laporan ini sebagai hal serius.
“Perusahaan telah melakukan investigasi internal secara menyeluruh, meliputi pemeriksaan mesin produksi, area pengemasan, serta peninjauan catatan inspeksi dan hasil pengujian metal detector pada periode produksi terkait,” ujar PT Ultra Prima Abadi dalam keterangannya.
Mereka juga mengaku akan terus berkomitmen menjaga kepercayaan konsumen dengan memastikan seluruh produk yang dihasilkan memenuhi standar keamanan dan kualitas yang berlaku, serta menindaklanjuti setiap masukan konsumen secara bertanggung jawab.




