Warung bebek ini viral karena penjualnya kakek berusia 102 tahun. Ia menawarkan nasi bebek dengan paduan bumbu kari dan lado hijau yang sedap.
Berawal dari tempat makan kaki lima sederhana, warung bebek di Cengkareng, Jakarta Barat ini mendadak jadi sorotan setelah viral di media sosial. Namanya Bebek Kaliyo Ujung Aspal.
Tulisan nama yang kini terpampang jelas di depan warung ternyata baru dipasang belakangan, menyusul ramainya pengunjung yang datang silih berganti.
Junaidi, pemilik warung yang kini telah berusia 102 tahun itu bercerita, sebelumnya tempat makannya tak seramai sekarang.
Dahulu tempat makan bebek milik kakek Junaidi sangat sederhana. “Tadinya ada tempat makan, tapi ya biasa saja,” ujarnya lirih saat ditemui infoFood di warungnya yang berlokasi di Jalan Raya Duri Kosambi No 1, Cangkareng (9/1).
Setelah viral, banyak pihak yang ikut membantu. Warungnya dibuat nyaman, dengan diberikan informasi, daftar menu, dan kursi plastik sebagai bentuk hadiah dan rasa syukur.
“Iya, diberkati,” katanya singkat dengan senyum tenang. Meski terlihat baru, nama Ujung Aspal sebenarnya sudah lama melekat. Hanya saja, baru kini dikenal luas.
Sejak viral, aktivitas di dapur makin sibuk. Setiap hari, ia menyiapkan sekitar enam ekor bebek.
“Enam ekor sehari. Satu ekor dipotong delapan,” jelasnya. Jumlah itu terbilang konsisten, meski pembeli terus berdatangan.
Soal rasa, bebek yang disajikan di sini punya ciri khas berbeda dari bebek Madura yang lebih umum dikenal.
Bebek Kaliyo mengusung gaya Padang dengan bumbu kaya rempah. “Beda. Ini Padang,” ujarnya mantap.
Tak hanya mengandalkan sambal rica, nama Kaleo sendiri punya cerita. Resepnya terinspirasi dari pengalaman sang pemilik saat tinggal di kawasan Kaleo, Bekasi, yang kemudian diadaptasi hingga menjadi racikan khasnya sendiri.
Di balik ramainya warung dan kelezatan bebeknya, sosok sang pemilik juga menyita perhatian berkat umur panjangnya. “Olahraga itu memang,” katanya soal kunci panjang umur. Soal makan, ia memilih tak neko-neko.
Ia mengaku tak terbiasa dengan makanan yang tak ia kenal asal-usulnya. “Saya nggak kenal makanan itu dari apa, buat siapa,” tuturnya jujur.
Baginya, memasak dan makan di rumah tetap jadi pilihan utama. Kesederhanaan itulah yang tampaknya menjadi benang merah hidupnya, dari dapur kecil, resep warisan pengalaman, hingga umur panjang yang kini menginspirasi banyak orang.
Pria asal Solo, Jawa Tengah tersebut menawarkan 4 varian bebek goreng. Mulai dari Bebek Kaliyo Kare, Rica-rica, Lado Hijau, dan Original.
Masing-masing seporsinya dibanderol Rp 27.000 sudah lengkap dengan nasi putih, sambal, dan lalapan seperti kol dan timun.
Tekstur bebeknya empuk, tidak alot, tidak amis, dan rasanya gurih. Semakin enak ketika dipadukan dengan kuah kari yang berempah dan gurih.
Jika ingin yang pedas, bisa pesan varian Lado Hijau dengan balutan sambal cabe ijo yang royal. Bahkan sampai menutupi lapisan daging bebeknya.
Berikut fakta menarik seputar warung Bebek Kaliyo Ujung Aspal milik kakek 102 tahun:
1. Warungnya Dibuat Lebih Nyaman
2. Inspirasi resep
3. Pemiliknya Berusia 102 Tahun
5. Cita Rasa Bebek Bumbu Kari dan Rica




Di balik ramainya warung dan kelezatan bebeknya, sosok sang pemilik juga menyita perhatian berkat umur panjangnya. “Olahraga itu memang,” katanya soal kunci panjang umur. Soal makan, ia memilih tak neko-neko.
Ia mengaku tak terbiasa dengan makanan yang tak ia kenal asal-usulnya. “Saya nggak kenal makanan itu dari apa, buat siapa,” tuturnya jujur.
Baginya, memasak dan makan di rumah tetap jadi pilihan utama. Kesederhanaan itulah yang tampaknya menjadi benang merah hidupnya, dari dapur kecil, resep warisan pengalaman, hingga umur panjang yang kini menginspirasi banyak orang.
Pria asal Solo, Jawa Tengah tersebut menawarkan 4 varian bebek goreng. Mulai dari Bebek Kaliyo Kare, Rica-rica, Lado Hijau, dan Original.
Masing-masing seporsinya dibanderol Rp 27.000 sudah lengkap dengan nasi putih, sambal, dan lalapan seperti kol dan timun.
Tekstur bebeknya empuk, tidak alot, tidak amis, dan rasanya gurih. Semakin enak ketika dipadukan dengan kuah kari yang berempah dan gurih.
Jika ingin yang pedas, bisa pesan varian Lado Hijau dengan balutan sambal cabe ijo yang royal. Bahkan sampai menutupi lapisan daging bebeknya.
3. Pemiliknya Berusia 102 Tahun
5. Cita Rasa Bebek Bumbu Kari dan Rica





