Kesal pesan mie pangsit udang tanpa cabai tapi dapat isian pedas, seorang wanita sampai melapor ke polisi. Begini kronologinya!
Seorang wanita di Singapura mengalami kejadian tak menyenangkan usai membeli wanton mee di sebuah kedai kopi di kawasan Serangoon North Avenue 1.
Merasa kecewa dengan pelayanan yang diterimanya, ia bahkan memutuskan melapor ke kantor polisi setempat, seperti yang dikutip dari STOMPS (16/1).
Wanita yang namanya disamarkan menjadi Carol tersebut awalnya memesan mie pangsit udang pada 13 Januari 2026 sekitar pukul 20.42 waktu setempat.
Ia menegaskan sejak awal bahwa pesanannya tidak menggunakan cabai. Namun, masalah mulai muncul ketika ia membuka pesanan tersebut di rumah.
“Saat sampai rumah, saya buka wadahnya dan ternyata isinya kaki ayam, bukan pangsit udang,” ujar Carol.
Merasa pesanannya keliru, ia kembali ke kedai untuk meminta penukaran sesuai pesanan awal. Carol mengaku penjual sempat bertanya ulang soal cabai.
“Dia tanya, pakai cabai atau tidak. Saya menggelengkan kepala dan memberi isyarat dengan jari berkali-kali, benar-benar tidak mau cabai,” tuturnya.
Meski penjual menyetujui, Carol mengklaim sikap sang penjual berubah. “Dia membanting makanan saya ke meja dengan suara keras. Saya kaget dan hanya bisa menatapnya,” katanya.
Carol pun membawa pulang pesanannya kembali, tapi kejutan tak berhenti di situ. Sesampainya di rumah, Carol mendapati isi pangsit udangnya justru penuh cabai.
“Saya makan dan ternyata semuanya pedas. Di dalamnya ada cabai,” ungkapnya kesal. Merasa diperlakukan tidak adil, ia kembali lagi ke kedai untuk meminta penjelasan.
Namun saat tiba, kedai tersebut sudah tutup dan penjualnya pergi. Carol sempat bertanya pada penjual minuman di lokasi, yang mengatakan bahwa penjual mie sudah pulang.
“Saya benar-benar marah. Pelayanannya kasar dan mengecewakan,” ucapnya.
Tak berhenti di situ, Carol akhirnya mendatangi Pos Polisi Lingkungan Serangoon North untuk meminta bantuan.
Ia juga membagikan foto kartu laporan polisi sebagai bukti tindak lanjut laporannya.
“Ini pertama dan terakhir kalinya saya beli di kedai itu. Saya sangat kecewa sampai kehilangan nafsu makan,” kata Carol.
“Makanan itu tidak gratis. Saya bayar, tapi yang saya dapat justru pengalaman buruk,” tutupnya.






