Kaya Khasiat! Ini 5 Manfaat Sehat Kunyit Jika Dikonsumsi Rutin

Posted on

Kunyit merupakan salah satu jenis rempah yang banyak digunakan dalam masakan. Namun fungsinya tidak hanya itu. Jika kunyit dikonsumsi rutin, 5 manfaat kesehatan ini bisa dirasakan!

Kunyit merupakan rempah berwarna kuning keemasan berasal dari akar tanaman Curcuma longa, yaitu tanaman asli Asia Tenggara.

Kunyit memang sering dipakai dalam berbagai masakan. Biasanya berfungsi sebagai pewarna alami yang memberi warna kuning cerah pada hidangan gulai, kari, hingga nasi kuning. Selain itu penggunaan kunyit dalam masakan juga dapat membantu menambah aroma khas, penghilang bau amis, hingga penambah rasa gurih.

Tetapi manfaatnya tidak berhenti di situ. Selain digunakan dalam masakan, kunyit juga bisa dikonsumsi sendiri atau utuh.

Mengonsumsi kunyit secara rutin pun mampu memberi perubahan pada kondisi tubuh. Pasalnya terdapat berbagai senyawa penting di dalamnya, seperti kukuminoids yang telah dipelajari efek positifnya pada tubuh.

Penasaran apa saja yang akan terjadi pada tubuh jika rutin mengonsumsi kunyit? Dilansir eatingwell.com (10/1), berikut penjelasannya!

Peradangan atau inflamasi merupakan respons alami tubuh untuk melindungi diri dari cedera atau infeksi. Tetapi dalam jangka panjang, peradangan perlu dihindari. Sebab, peradangan kronis dapat memicu penyakit serius, seperti penyakit jantung, diabetes, autoimun, hingga kanker.

Untuk mengatasi peradangan tersebut, kunyit bisa menjadi solusi. Kunyit dikenal memiliki senyawa aktif bernama kurkumin yang dapat memberikan efek anti-inflamasi.

Seorang ahli diet terdaftar bernama Emliy Niswanger juga menyebut kurkumin di dalam kunyit berfungsi sebagai antioksidan yang dapat membersihkan radikal bebas dari tubuh yang merusak sel dan jaringan.

Kurkumin di dalam kunyit juga bisa meningkatkan kesehatan jantung. Sebab, dapat mengurangi peradangan sistemik, stress oksidatif, dan oksidasi kolesterol LDL (Low-density lipoprotein) atau kolesterol jahat yang semuanya berkontribusi pada penyakit jantung.

Menurut ahli Kenney, kurkumin di dalam kunyit juga meningkatkan fungsi endotel yang mendukung fungsi pembuluh darah dan sirkulasi sehat.

Kunyit yang dikonsumsi rutin juga memberikan manfaat luas pada kesehatan usus.

Sifat anti-inflamasi dan antioksidan di dalam kunyit dapat membantu mengurangi peradangan di usus, sehingga mampu memberi manfaat untuk kondisi sindrom iritasi usus besar (IBS) dan penyakit radang usus (IBD).

Ahli Erin Kenney juga menjelaskan kalau kurkumin dapat meningkatkan keseimbangan mikrobioma usus dengan mendorong pertumbuhan bakteri baik dan mengurangi bakteri jahat.

Kunyit dikenal dengan sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang menawarkan banyak manfaat pada kesehatan, termasuk mengurangi nyeri dan kekakuan sendi.

Ahli Erin Kenney menekankan bahwa penelitian telah menunjukkan bahwa suplementasi kunyit menawarkan efektivitas yang sama seperti beberapa obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAIDs). Artinya kunyit juga bisa meredakan gejala osteoartritis (penyakit sendi paling umum) tanpa efek samping terkait.

Tetapi penelitian lebih lanjut tetap diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitasnya dan menentukan dosis optimal.

Mengonsumsi kunyit secara rutin juga dapat melindungi otak dari peradangan dan kerusakan oksidatif. Mencegah kerusakan otak ini sangat penting untuk menjaga fungsi kognitif karena keduanya terkait erat dengan perkembangan penyakit neurodegeneratif.

Kurkumin di dalam kunyit pun telah menunjukkan potensi dalam beberapa penelitian untuk mengurangi proses berbahaya tersebut dan meningkatkan hasil kognitif pada penderita penyakit Alzheimer.

Tetapi menurut ahli Pendleton, tetap diperlukan penelitian jangka panjang pada manusia untuk sepenuhnya menilai dampak kunyit bagi kondisi neurologis yang kronis.

1. Mengurangi peradangan

2. Mendukung kesehatan jantung

3. Meningkatkan kesehatan usus

4. Mengurangi peradangan atau nyeri sendi

5. Meningkatkan kesehatan otak

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi

Kunyit yang dikonsumsi rutin juga memberikan manfaat luas pada kesehatan usus.

Sifat anti-inflamasi dan antioksidan di dalam kunyit dapat membantu mengurangi peradangan di usus, sehingga mampu memberi manfaat untuk kondisi sindrom iritasi usus besar (IBS) dan penyakit radang usus (IBD).

Ahli Erin Kenney juga menjelaskan kalau kurkumin dapat meningkatkan keseimbangan mikrobioma usus dengan mendorong pertumbuhan bakteri baik dan mengurangi bakteri jahat.

Kunyit dikenal dengan sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang menawarkan banyak manfaat pada kesehatan, termasuk mengurangi nyeri dan kekakuan sendi.

Ahli Erin Kenney menekankan bahwa penelitian telah menunjukkan bahwa suplementasi kunyit menawarkan efektivitas yang sama seperti beberapa obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAIDs). Artinya kunyit juga bisa meredakan gejala osteoartritis (penyakit sendi paling umum) tanpa efek samping terkait.

Tetapi penelitian lebih lanjut tetap diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitasnya dan menentukan dosis optimal.

Mengonsumsi kunyit secara rutin juga dapat melindungi otak dari peradangan dan kerusakan oksidatif. Mencegah kerusakan otak ini sangat penting untuk menjaga fungsi kognitif karena keduanya terkait erat dengan perkembangan penyakit neurodegeneratif.

Kurkumin di dalam kunyit pun telah menunjukkan potensi dalam beberapa penelitian untuk mengurangi proses berbahaya tersebut dan meningkatkan hasil kognitif pada penderita penyakit Alzheimer.

Tetapi menurut ahli Pendleton, tetap diperlukan penelitian jangka panjang pada manusia untuk sepenuhnya menilai dampak kunyit bagi kondisi neurologis yang kronis.

3. Meningkatkan kesehatan usus

4. Mengurangi peradangan atau nyeri sendi

5. Meningkatkan kesehatan otak