Jalani Olahraga dan Diet Ekstrem, Wanita Ini Berujung Menopause Dini

Posted on

Gegara terobsesi menurunkan berat badan, wanita ini alami gangguan kesehatan serius. Salah satunya dipicu karena pola makan rendah kalori dan olahraga berlebihan.

Perempuan berusia 23 tahun di Provinsi Zhejiang, China, mengalami gangguan kesehatan serius setelah menjalani pola makan dan olahraga yang tergolong ekstrem.

Dilansir dari Mothership (14/01/2026), perempuan tersebut berhenti mengalami menstruasi selama beberapa waktu serta menunjukkan tanda-tanda gangguan pada fungsi ginjal setelah berolahraga hingga enam kali dalam sepekan selama beberapa bulan. Kondisi itu diperparah dengan keluhan insomnia yang membuatnya akhirnya memeriksakan diri ke dokter.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya ketidakseimbangan hormon yang cukup berat. Kadar estrogen dalam tubuhnya tercatat setara dengan perempuan yang telah memasuki masa menopause pada usia akhir 40 hingga 50 tahun.

Seorang dokter spesialis kandungan setempat menduga perempuan tersebut mengalami hipotalamic amenore, yakni kondisi berhentinya menstruasi akibat gangguan pada hipotalamus. Menurut Cleveland Clinic, kondisi ini kerap dipicu oleh olahraga berlebihan, terutama bila tidak diimbangi asupan energi yang memadai.

Dalam sebuah video yang diunggah pada akhir 2025, perempuan tersebut mengakui dirinya terobsesi dengan kebugaran fisik. Ia rutin berolahraga enam kali seminggu dengan durasi sekitar 70 menit setiap sesi.

Di saat yang sama, ia menjalani pola diet rendah karbohidrat dan rendah lemak secara ekstrem. Sehingga dari segi makanan pun dia tidak memiliki asupan gizi hingga nutrisi yang cukup.

Kombinasi latihan intens dan pembatasan kalori serta menu makanan rendah karbohidrat tersebut diduga menjadi pemicu utama penurunan fungsi hormon dan gangguan metabolisme yang dialaminya.

Dokter yang menanganinya meminta ia menghentikan aktivitas olahraga sementara waktu. Ia juga diberikan satu paket besar obat tradisional China untuk membantu proses pemulihan.

Seorang dokter di rumah sakit setempat menjelaskan bahwa latihan fisik atau olahraga dengan intensitas tinggi dalam jangka panjang, disertai asupan kalori yang tidak mencukupi dan penurunan lemak tubuh secara drastis, dapat membuat otak menganggap tubuh berada dalam kondisi kekurangan energi.

Akibatnya tubuh secara otomatis menekan fungsi-fungsi tertentu, termasuk sistem reproduksi. Dokter tersebut menekankan pentingnya menjaga intensitas olahraga dan memenuhi kebutuhan nutrisi lewat makanan secara seimbang demi kesehatan jangka panjang.

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi