Kisah mengharukan datang dari seorang pemilik warung nasi kandar. Ia mentraktir pria tunawisma disabilitas yang tak tahu Tahun Baru telah tiba.
Pergantian tahun kerap dirayakan dengan sukacita, mulai dari makan bersama keluarga hingga pesta kembang api. Namun, momen Tahun Baru tak selalu bermakna sama bagi semua orang.
Sebuah warung nasi kandar di Penang, Malaysia, mengingatkan masyarakat bahwa bagi sebagian orang, Tahun Baru hanyalah hari biasa yang tak membawa perubahan apa pun.
Kisah ini dibagikan oleh Nasi Kandar Sulaiman melalui akun Facebook resmi mereka. Dalam unggahannya, pihak warung menceritakan pengalaman saat seorang pria tunawisma penyandang disabilitas datang ke restoran mereka.
Yang menyentuh, pria tersebut sama sekali tidak menyadari bahwa Tahun Baru telah tiba, seperti dikutip dari World of Buzz (1/1/2026).
“Kehidupan seorang tunawisma yang bahkan tidak tahu bahwa Tahun Baru sudah datang. Memasuki Tahun Baru tidaklah sama bagi semua orang,” tulis pihak Nasi Kandar Sulaiman dalam unggahan tersebut.
“Beberapa tunawisma bahkan tidak tahu bahwa Tahun Baru telah tiba. Hanya setelah kami memberitahunya, barulah dia tahu,” lanjutnya.
Menurut mereka, kerasnya kehidupan membuat pria tersebut hidup tanpa mengikuti waktu dan perayaan. Baginya, hari demi hari berjalan dengan pola yang sama yaituu berjuang untuk makan dan bertahan hidup.
“Bagi mereka, setiap hari terasa sama. Tidak ada yang berubah. Hidup dengan harapan ada orang yang memberi makanan. Tidur di pinggir jalan,” tulis pihak warung.
“Tidak punya siapa-siapa. Sungguh menyedihkan karena tantangan hidup mereka sangat berat,” lanjutnya.
Unggahan tersebut pun menyentuh banyak netizen. Tak sedikit yang mengaku terenyuh membaca kisah itu, sekaligus tersadar bahwa kemeriahan Tahun Baru tak dirasakan semua orang.
“Tanpa kita sadar, memang enggak semua orang merayakan Tahun Baru dengan sukacita karena kondisi mereka,” tulis seorang netizen.
“Terima kasih sudah berbuat baik dalam menyambut Tahun Baru,” tulis netizen lainnya.
Sebagai bentuk kepedulian, Nasi Kandar Sulaiman kemudian memberikan makanan kepada pria tersebut. Makanan itu berasal dari dana donasi pelanggan yang selama ini dikumpulkan khusus untuk membantu mereka yang membutuhkan.
“Apa pun keadaannya, kami menjamu Pak Cik ini dengan makanan menggunakan uang donasi. Kami memberinya hidangan istimewa,” tulis mereka.






