Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Belakangan, harga durian Musang King yang anjlok di Malaysia menyita perhatian pencinta raja buah. Ternyata, fenomena serupa juga terjadi di Singapura!
Anjloknya harga durian Musang King di Malaysia yang biasanya dibanderol mahal kini dilaporkan turun hingga Rp40 ribu per kilogram. Hal ini rupanya tidak hanya terjadi di Malaysia, tetapi juga merembet ke Singapura, yang selama ini mengandalkan pasokan durian dari negara tetangga.
Melansir Channel News Asia (7/1), harga durian Musang King di Singapura kini jatuh ke level terendah dalam 10 tahun terakhir. Di sejumlah lapak durian, khususnya di kawasan Geylang, Musang King dijual mulai dari S$8 per kilogram (sekitar Rp95 ribu) atau setengah dari harga pada musim sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh panen besar di Malaysia yang menyebabkan pasokan durian ke Singapura melonjak tajam.
Alvin Teo, pemilik gerai Durian 36, mengatakan harga murah ini kemungkinan hanya bersifat sementara. Ia memperkirakan kondisi tersebut dapat bertahan sekitar 2 minggu, bergantung pada jumlah pasokan yang terus masuk. Jika pasokan mulai menipis, harga Musang King berpotensi kembali naik sekitar 20 hingga 30 persen.
Meski harga turun drastis, permintaan konsumen justru tetap tinggi. Untuk memenuhi minat pembeli, Durian 36 kini mengimpor sekitar 700 hingga 800 kilogram Musang King per hari, meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Durian yang tidak habis terjual biasanya diolah menjadi purée dan dipasok ke kedai pencuci mulut. Sementara itu, penjualan daring juga mengalami lonjakan selama musim durian ini.
Kondisi serupa dirasakan Anthony Gan, pemilik Famous Durian di Yishun. Ia menyebut harga Musang King tahun ini sebagai yang terendah selama 10 tahun ia berjualan. Dibandingkan musim lalu, harga turun sekitar S$8 per kilogram (Rp95 ribu per kilogram). Berbagai promosi, seperti paket beli banyak, turut mendorong penjualan Musang King hingga sekitar 30 persen.
Sementara itu, Durian SG Prime mengimpor sekitar 250 kilogram durian per hari dan berhasil menjual sekitar 90 persen stok mereka. Sisa durian dijual dalam kemasan kotak dengan harga murah, bahkan ada yang hanya S$2 per kotak atau sekitar Rp24 ribu. Hal tersebut diminati terutama oleh pekerja migran yang biasanya menghindari durian karena harga mahalnya.
Meski Musang King dan beberapa jenis durian populer seperti Red Prawn mengalami penurunan harga, tapi tidak semua durian terdampak. Jenis durian lain seperti D24 masih dijual dengan harga relatif stabil karena pasokannya tidak sebanyak Musang King.




