Di kawasan Kuliner Pagi Malam Tebet ada tenant ayam goreng legendaris yang sayang dilewatkan. Ayamnya empuk gurih dengan pelengkap serundeng yang bikin nagih!
Ayam goreng begitu digemari di Indonesia, bahkan jadi salah satu ‘comfort food’ populer. Tempat-tempat legendaris yang menyajikannya pun kerap jadi incaran.
Salah satunya Ayam Kampung Pinang. Berjualan ayam goreng sejak tahun 2000, Ayam Kampung Pinang punya racikan ayam goreng khasnya sendiri.
Setelah sukses di Tangerang, kini Ayam Kampung Pinang mulai merambah pasar di Jakarta melalui cabangnya yang ke-9. Gurihnya ayam goreng dengan taburan rempah yang melimpah bisa dinikmati di Kuliner Pagi Malam Tebet.
Ayam Kampung Pinang dikelola oleh Dika dan Mutia. Pasangan suami istri tersebut menjelaskan bisnis ini berawal dari warisan orang tuanya.
Sejak buka pada 25 tahun lalu, Ayam Kampung Pinang menggunakan resep nenek Dika dan Mutia. Hingga kemudian bisnisnya diwariskan kepada paman mereka yang bernama Hasyim Asyari yang terus menjaga keaslian rasa ayam gorengnya.
Dika dan Mutia yang kini menjadi generasi ketiga masih bertahan dengan citarasa asli Ayam Kampung Pinang. Mereka mengakui tak ada satupun bumbu atau takaran yang diubah.
“Sampai sekarang tetap kita lestarikan, nggak ada rasa yang berubah, nggak ada yang kita modifikasi. Hanya mungkin sedikit perubahan-perubahan aja kalau ada masukan dari pelanggan. Cuma autentiknya kita nggak hilangin dari dulu sampai sekarang,” ujar Mutia kepada tim infoFood.
Ayam Kampung Pinang punya ciri khas dari segi pelengkapnya. Ada paduan rempah yang digoreng dan ditaburkan di atas ayam, mirip serundeng. Rempah tersebut juga dibuat dari resep keluarga yang dijaga kerahasiaannya oleh Ayam Kampung Pinang.
Tak sekadar untuk ayam goreng saja, tetapi semua lauk pauk yang digoreng akan ditambahkan rempah khasnya. Jadi, ketika disajikan, aroma harum yang kuat serta tambahan rasa gurih rempah yang meresap ke daging.
“(Ayamnya) Digoreng kering, terus ciri khas kita dari bumbu rempahnya itu. Jadi apapun yang digoreng pasti kita kasih bumbu rempah itu,” lanjutnya.
Walaupun berupaya menjaga keaslian dan keotentikan citarasa ayam gorengnya, Dika dan Mutia tak berhenti berinovasi melalui cara yang lain. Penambahan menu melengkapi untuk menambah pilihan pelanggan jadi cara keduanya mengembangkan Ayam Kampung Pinang.
Awalnya, tempat makan ini hanya menyajikan ayam goreng dan sate-satean berupa jeroan ayam saja. Namun kini sudah tersedia menu pelengkap seperti empal, sayur, dan tumisan.
Begitu pula dengan ketersediaan nasi putih dan nasi uduk untuk menyesuaikan dengan selera pelanggan. Namun Dika mengungkapkan Ayam Kampung Pinang lebih enak dinikmati dengan nasi putih agar rasanya tak saling dominan.
“Lebih banyaknya (yang pesan) nasi putih karena kalau untuk makan ayam kampung kita dengan bumbu rempah itu lebih cocoknya pakai nasi putih biasa… Mungkin kalau pakai uduk rasanya jadi terlalu intens,” jelasnya.
Tim infoFood mencicipi kelezatan Ayam Kampung Pinang. Ada nasi putih, nasi uduk, ayam goreng, sate-satean, hingga bakwan jagung yang kami pesan.
Saat baru datang, aroma harum gurih khas rempah menyeruak di atas meja makan. Ayamnya pun empuk karena sudah diungkep selama 1,5 jam. Namun bagian dalam dagingnya tetap juicy.
Mencicipi suapan pertama ayam goreng dengan nasi putih, terasa rempah yang gurih dengan sentuhan perpaduan ketumbar, lengkuas dan banyak rempah lainnya. Nasi putih yang hambar seolah menetralisir rasa pada lidah sehingga tak terasa terlalu kuat.
Sementara saat kami coba dengan nasi uduk rasanya semakin gurih. Sebab ayam goreng berempah yang sudah gurih ditambah dengan nasi uduknya yang juga gurih bersantan. Perpaduan ini lebih cocok untuk yang menyukai makanan dengan rasa pekat.
Sate-sateannya juga tak kalah enak. Walaupun digoreng kering tetapi tak keras dan enak dimakan. Tumis kangkung yang kami pesan sebagai pendamping pas untuk memberikan selingan kesegaran pencuci mulut di antara jeda suapan.
Menikmati ayam goreng di Ayam Kampung Pinang juga tak perlu merogoh kocek dalam. Harganya dipatok mulai dari Rp 20.000an, tergantung jenis paket yang dipesan.
Resep Keluarga Turun-Temurun
Rempah Serundeng yang Gurihnya Bikin Nagih
Inovasi Menu yang Semakin Lengkap
Gurihnya Ayam Kampung dan Menu Pelengkap




Walaupun berupaya menjaga keaslian dan keotentikan citarasa ayam gorengnya, Dika dan Mutia tak berhenti berinovasi melalui cara yang lain. Penambahan menu melengkapi untuk menambah pilihan pelanggan jadi cara keduanya mengembangkan Ayam Kampung Pinang.
Awalnya, tempat makan ini hanya menyajikan ayam goreng dan sate-satean berupa jeroan ayam saja. Namun kini sudah tersedia menu pelengkap seperti empal, sayur, dan tumisan.
Begitu pula dengan ketersediaan nasi putih dan nasi uduk untuk menyesuaikan dengan selera pelanggan. Namun Dika mengungkapkan Ayam Kampung Pinang lebih enak dinikmati dengan nasi putih agar rasanya tak saling dominan.
“Lebih banyaknya (yang pesan) nasi putih karena kalau untuk makan ayam kampung kita dengan bumbu rempah itu lebih cocoknya pakai nasi putih biasa… Mungkin kalau pakai uduk rasanya jadi terlalu intens,” jelasnya.
Tim infoFood mencicipi kelezatan Ayam Kampung Pinang. Ada nasi putih, nasi uduk, ayam goreng, sate-satean, hingga bakwan jagung yang kami pesan.
Saat baru datang, aroma harum gurih khas rempah menyeruak di atas meja makan. Ayamnya pun empuk karena sudah diungkep selama 1,5 jam. Namun bagian dalam dagingnya tetap juicy.
Mencicipi suapan pertama ayam goreng dengan nasi putih, terasa rempah yang gurih dengan sentuhan perpaduan ketumbar, lengkuas dan banyak rempah lainnya. Nasi putih yang hambar seolah menetralisir rasa pada lidah sehingga tak terasa terlalu kuat.
Sementara saat kami coba dengan nasi uduk rasanya semakin gurih. Sebab ayam goreng berempah yang sudah gurih ditambah dengan nasi uduknya yang juga gurih bersantan. Perpaduan ini lebih cocok untuk yang menyukai makanan dengan rasa pekat.
Sate-sateannya juga tak kalah enak. Walaupun digoreng kering tetapi tak keras dan enak dimakan. Tumis kangkung yang kami pesan sebagai pendamping pas untuk memberikan selingan kesegaran pencuci mulut di antara jeda suapan.
Menikmati ayam goreng di Ayam Kampung Pinang juga tak perlu merogoh kocek dalam. Harganya dipatok mulai dari Rp 20.000an, tergantung jenis paket yang dipesan.
Inovasi Menu yang Semakin Lengkap
Gurihnya Ayam Kampung dan Menu Pelengkap






