Seorang sopir ojek online di Depok tengah menjadi sorotan. Sopir tersebut ketahuan beberapa kali membawa kabur pesanan makan pelanggan. Pihak Grab lantas memberi respons seperti ini.
Ketika pesan makan lewat aplikasi ojek online, pelanggan hanya perlu menunggu di tempat tujuan sampai pesanan makan diantar oleh sopir. Sayangnya, tidak semua sopir ojek online amanah. Beberapa ketahuan melakukan tindakan yang merugikan pelanggan, seperti insiden yang terjadi di Depok baru-baru ini.
Seorang sopir ojek online ketahuan menipu dengan membawa kabur pesanan makan pelanggan. Padahal beberapa pelanggan sudah bayar dan sudah menunggu, tetapi oknum ini tidak pernah datang. Hal tersebut lantas menjadi viral di media sosial. Rupanya korbannya tak cuma satu, tetapi banyak!
Berikut kronologi dan tanggapan selengkapnya!
Netizen di Threads pemilik akun @sarahdibahf (22/1), Sarah, meluapkan kekesalannya terhadap seorang sopir ojek online dari Grab.
“Saat lagi laper-lapernya order makanan lewat grabfood lalu makanan saya diambil oleh Azriel Bani Putra ini dan ketika gue up ini di ai ji ada beberapa yg kena juga sama dia,” ujar Sarah.
Sarah pesan makanan di Warung Sambal Bakar Indonesia, Depok lewat Grabfood pada (21/1) pukul 19.25 WIB. Dilihat dari hasil tangkapan layar (screenshot), Sarah memesan menu Sambak Gurame (Rp 83.000) dan Sambak Nila (Rp 78.500).
Seperti sistem pembelian makanan online biasanya, setelah pesan dan restoran mengkonfirmasi, Sarah lalu mendapat info nama dan kendaraan sopir yang akan mengantar pesanannya.
Pada saat itu, pesanan Sarah diantar sopir bernama Azriel Bani Putra. Menurut informasi, sopir ini mengendarai Honda Yamaha Mio Soul dengan plat nomor B 3035 ECM.
Lalu di pukul 19.49, Grab memberi notifikasi jika pesanan pelanggan sudah diantar. Tidak lama kemudian, aplikasi Grab juga memberi info bila sopir sudah selesai mengantarkan pesanan Sarah.
Namun Fakta di lapangan berbeda. Sarah rupanya tidak pernah menerima pesanan makannya.
Dalam unggahan Threads, Sarah menjelaskan kalau biasanya ia sudah siap di depan pagar apabila sopir ojek online akan sampai dalam waktu 1 atau 2 menit lagi.
Namun pada saat itu, Sarah mengaku melakukan kesalahan. Ia tidak memantau pergerakan sopir ojek online karena sedang sibuk mengobrol. Lalu tiba-tiba muncul notif kalau pesanan sudah sampai.
Melihat notifikasi tersebut, Sarah langsung menyelesaikan pesanan dan memberi bintang ke sopir ojek online. Sarah juga langsung lari ke depan rumah untuk mengambil makanannya. Namun ternyata sopir ojek online beserta pesanannya tidak ada.
“Nah kesalahan gue tadi gak mantau karena lagi asik ngobrol sama nyokap. Lalu tiba-tiba ada notif pesanan sampai dan kasih bintang, langsung lari ke depan rumah dan sama sekali si K****** ini ga ada dan gue chat juga kaya orang buta,” jelasnya.
Usai Sarah mengungkap ceritanya di Threads, rupanya banyak juga netizen lain mengalami hal serupa. Sarah kembali melaporkan jika pesanan makan temannya juga pernah diambil oleh sopir ojol bernama Azriel ini.
Pada Ravy (14/1) teman Sarah memesan makanan di Burger Bangor, Sukamaju, Depok dengan total pesanan seharga Rp 47.500. Temannya juga sama, tidak pernah menerima pesanan burgernya tersebut.
Sarah lalu berkomentar, “Heran @grabid kok tidak membekukan akun tersebut yaaaaa.”
Di bawah unggahan Sarah, seorang netizen bernama akun @vvgdrhnidswgjn menceritakan kejadian serupa.
Netizen tersebut mengaku kena tipu oleh oknum yang sama, yaitu Azriel Bani Putra. Ia mengungkap makanannya dibawa kabur oleh sopir ojek online tersebut.
Netizen ini mengalami kejadian di tanggal 18 Januari 2026, dan langsung dilaporkan ke pihak Grab. Ia tidak menyangka sopir tersebut masih melakukan modus serupa di tanggal 21 Januari.
“Gila sih masih dibiarkan hidup sama @grabid padahal gw udah buat laporan,” jelas netizen tersebut.
Laporan dari para korban ini memicu berbagai komentar dari netizen. Tidak sedikit netizen geram dengan kelakuan sopir ojol tersebut dan juga pihak Grab karena tidak langsung tanggap.
Seorang netizen berkomentar, “Tanggal 14 jan , 18 jan , 21 jan . Dan ini bisa jadi lebih dari 3 orang korbannya , tapi kok bisa ya ngga ke suspend akunnya ??!!”
Tim infoFood (26/1) mengonfirmasi kejadian ini ke pihak Grab, mengenai apakah sudah ada tindakan ke sopir ojek online yang membawa kabur pesanan pelanggan.
Pihak Grab lalu memberi respons dengan menyatakan permintaan maaf terlebih dahulu atas ketidaknyamanan yang terjadi.
“Terkait kejadian yang melibatkan Mitra Pengemudi GrabFood di Jakarta sebagaimana beredar di media sosial, dapat kami sampaikan bahwa laporan tersebut telah diproses dan ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur dan kebijakan yang berlaku,” ujar pihak Grab.
Pihak Grab mengungkap mereka tidak menoleransi segala bentuk pelanggaran, termasuk pengambilan atau penggelapan barang milik konsumen.
Hingga saa ini tim Grab telah memproses kompensasi berupa pengembalian dana secara penuh sesuai dengan nominal pemesanan konsumen dan menindak tegas mitra pengemudi yang bersangkutan, seusai kebijakan yang berlaku.
Di akhir penjelasannya, Grab Indonesia mengungkap, “Grab Indonesia berkomitmen untuk menjaga kepercayaan konsumen dengan terus memastikan setiap laporan ditangani secara serius, transparan, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Grab.”
1. Berawal dari kejanggalan di aplikasi
2. Kronologi selengkapnya
3. Sopir ojol ketahuan melakukan penipuan serupa
4. Korban lain yang mendapat sopir sama
5. Tanggapan netizen lain dan pihak Grab


Usai Sarah mengungkap ceritanya di Threads, rupanya banyak juga netizen lain mengalami hal serupa. Sarah kembali melaporkan jika pesanan makan temannya juga pernah diambil oleh sopir ojol bernama Azriel ini.
Pada Ravy (14/1) teman Sarah memesan makanan di Burger Bangor, Sukamaju, Depok dengan total pesanan seharga Rp 47.500. Temannya juga sama, tidak pernah menerima pesanan burgernya tersebut.
Sarah lalu berkomentar, “Heran @grabid kok tidak membekukan akun tersebut yaaaaa.”
Di bawah unggahan Sarah, seorang netizen bernama akun @vvgdrhnidswgjn menceritakan kejadian serupa.
Netizen tersebut mengaku kena tipu oleh oknum yang sama, yaitu Azriel Bani Putra. Ia mengungkap makanannya dibawa kabur oleh sopir ojek online tersebut.
Netizen ini mengalami kejadian di tanggal 18 Januari 2026, dan langsung dilaporkan ke pihak Grab. Ia tidak menyangka sopir tersebut masih melakukan modus serupa di tanggal 21 Januari.
“Gila sih masih dibiarkan hidup sama @grabid padahal gw udah buat laporan,” jelas netizen tersebut.
Laporan dari para korban ini memicu berbagai komentar dari netizen. Tidak sedikit netizen geram dengan kelakuan sopir ojol tersebut dan juga pihak Grab karena tidak langsung tanggap.
Seorang netizen berkomentar, “Tanggal 14 jan , 18 jan , 21 jan . Dan ini bisa jadi lebih dari 3 orang korbannya , tapi kok bisa ya ngga ke suspend akunnya ??!!”
Tim infoFood (26/1) mengonfirmasi kejadian ini ke pihak Grab, mengenai apakah sudah ada tindakan ke sopir ojek online yang membawa kabur pesanan pelanggan.
Pihak Grab lalu memberi respons dengan menyatakan permintaan maaf terlebih dahulu atas ketidaknyamanan yang terjadi.
“Terkait kejadian yang melibatkan Mitra Pengemudi GrabFood di Jakarta sebagaimana beredar di media sosial, dapat kami sampaikan bahwa laporan tersebut telah diproses dan ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur dan kebijakan yang berlaku,” ujar pihak Grab.
Pihak Grab mengungkap mereka tidak menoleransi segala bentuk pelanggaran, termasuk pengambilan atau penggelapan barang milik konsumen.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Hingga saa ini tim Grab telah memproses kompensasi berupa pengembalian dana secara penuh sesuai dengan nominal pemesanan konsumen dan menindak tegas mitra pengemudi yang bersangkutan, seusai kebijakan yang berlaku.
Di akhir penjelasannya, Grab Indonesia mengungkap, “Grab Indonesia berkomitmen untuk menjaga kepercayaan konsumen dengan terus memastikan setiap laporan ditangani secara serius, transparan, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Grab.”
3. Sopir ojol ketahuan melakukan penipuan serupa
4. Korban lain yang mendapat sopir sama
5. Tanggapan netizen lain dan pihak Grab





