Bluefin tuna pertama di tahun 2026 sudah laku terjual. Melalui pelelangan di pasar ikan Toyosu, Jepang, seekor ikan premium ini laku seharga Rp 54 miliar!
Setiap awal tahun, di Jepang, ada pelelangan ikan tuna yang dianggap spesial. Pelelangan tersebut menjual ikan pertama yang ditangkap setelah pergantian tahun.
Harga yang dipatok bahkan sampai selangit. Seperti sebuah restoran sushi yang berhasil memboyong seekor bluefin tuna untuk tangkapan pertama pada 2026.
Dilansir dari The Strait Times, (5/1/2026), seekor tuna seberat 243 kilogram dibeli dengan harga rekor 510,3 juta yen atau setara dengan Rp 54,7 miliar! Ikan tersebut dibeli oleh restoran sushi terkenal, Kiyomura Corp., yang menjalankan jaringan restoran Sushizanmai.
“Tuna pertama tahun ini membawa keberuntungan. Kami berharap semakin banyak orang yang dapat menikmatinya dan merasa lebih berenergi,” ujar presiden Kiyomura, Kiyoshi Kiyomura.
Tradisi lelang tuna di awal tahun sudah menjadi ritual budaya di Jepang. Setiap tanggal 5 Januari, pasar ikan Toyosu menyelenggarakan lelang tuna. Pasar ikan Toyosu dipilih untuk menggantikan pasar ikan Tsukiji yang kini sudah terlalu ramai.
Ikan tangkapan pertama ini dianggap membawa keberuntungan dan keberhasilan bagi pihak yang memenangkan tawaran tertinggi. Banyak restoran sushi dan pedagang besar berlomba menawar untuk mendapatkan tuna terbaik.
Acara pelelangan ini juga dimanfaatkan oleh banyak bisnis sushi sebagai momentum pemasaran. Adapun tuna yang laku di pelelangan tersebut berjenis bluefin yang berasal dari perairan Oma, Prefektur Aomori.
Wilayah ini terkenal dengan kualitas tunanya yang luar biasa. Tuna dari Oma sering menjadi favorit dalam lelang tahunan, menarik perhatian pembeli dari seluruh Jepang bahkan mancanegara.
Harga yang menyentuh Rp 54,7 miliar tersebut adalah harga tertinggi sejak catatan lelang dimulai pada 1999. Rekor sebelumnya juga dipegang oleh Kiyoshi Kimura, presiden Kiyomura Corp., yang pada tahun 2019 membeli tuna seharga Rp 35,7 miliar.
Setelah memenangkan lelang, Kiyomura Corp. membawa tuna tersebut ke markas besar Sushizanmai di daerah Tsukiji. Ikan tersebut kemudian dipotong dan didistribusikan ke semua cabangnya di seluruh Jepang.
Meski tuna itu dibeli dengan harga fantastis, perusahaan menyatakan bahwa mereka akan menjual sajian sushi dari ikan ini dengan harga yang wajar. Jadi, pelanggan tidak akan dikenakan biaya ekstra.






