Gen Z dikenal mudah stres akibat tekanan hidup dan paparan konten di media sosial. Kopi hitam pun disebut cocok untuk pilihan minum Gen Z. Ini alasannya!
Kopi sudah jadi bagian gaya hidup kebanyakan Generasi Z. Pilihan minuman kopi mereka kini makin beragam dan penuh warna.
Di tengah tekanan hidup dan stres yang tinggi, ngopi dianggap sebagai bentuk self-care favorit. Kedai kopi pun jadi ruang aman sekaligus pelarian sejenak.
Meski kopi hitam dikenal lebih sehat, minuman manis dan customized justru lebih digemari. Fenomena ini pun memicu pertanyaan soal kebiasaan minum kopi Gen Z.
Generasi Z dikenal sebagai kelompok yang rentan stres dan cemas. Tekanan finansial, sosial, hingga politik memengaruhi kesehatan mental mereka.
Riset American Psychological Association menyebut hingga 50 persen Gen Z merasa stres berat. Bahkan sebagian mengaku kesulitan berfungsi normal dalam keseharian.
Pandemi Covid-19 juga memperburuk situasi saat banyak Gen Z baru memasuki dunia kerja. Kondisi ekonomi yang tak stabil berdampak panjang pada karier dan penghasilan mereka.
Akses tanpa batas ke media sosial ikut meningkatkan kecemasan Gen Z. Paparan informasi berlebih memicu FOMO (Fear of Missing Out) dan tekanan sosial.
Untuk mengatasinya, Gen Z mengandalkan ‘self-care’ dan ‘little treat’. Ngopi jadi bentuk hiburan kecil yang memberi rasa nyaman.
Minuman kopi manis, penuh warna, dan bisa dikustomisasi dianggap memberi pelarian. Kedai kopi pun menjadi ruang aman sekaligus simbol kemewahan terjangkau.
Berbeda dari generasi sebelumnya, Gen Z jarang memilih kopi hitam. Mereka lebih menyukai es kopi dengan sirup, foam, dan topping unik.
“Kopi bagi Gen Z adalah media ekspresi, bukan fokus utama rasanya,” kata Mike Healy dari Lost Sheep Coffee.
Menurutnya, tren dan influencer sangat memengaruhi pilihan minum kopi. “Kalau idola mereka tak minum kopi hitam, kenapa mereka harus?” ujarnya.
Minuman kopi tinggi gula memang memberi efek nyaman sesaat. Sebab gula memengaruhi hormon stres seperti kortisol.
Namun riset menunjukkan konsumsi gula berlebih berkaitan dengan gangguan kecemasan. Bahkan berisiko memicu gangguan suasana hati berulang.
Bagi Gen Z yang sudah rentan stres, kebiasaan ini bisa berdampak jangka panjang. Efeknya justru berlawanan dengan tujuan self-care.
Kopi hitam dikenal kaya antioksidan dan rendah kalori. Penelitian menunjukkan manfaatnya bagi jantung, metabolisme, dan umur panjang.
Studi European Journal of Pharmacology menyebut kopi bisa membantu mengatur gut-brain axis. Ini berpotensi menekan gejala cemas dan depresi.
“Manfaat kopi paling optimal saat diminum tanpa tambahan gula dan lemak,” ujar Mike. “Begitu ditambah banyak bahan, risikonya ikut naik.”
Dikutip dari Perfect Daily Grind (31/7) berikut faktanya:
1. Gen Z dan Tekanan Hidup yang Tinggi
2. Media Sosial dan Budaya ‘Little Treat’
3. Pilihan Kopi Gen Z yang Berbeda
4. Kopi Manis dan Dampaknya bagi Mental
5. Kopi Hitam dan Manfaat Kesehatan



Berbeda dari generasi sebelumnya, Gen Z jarang memilih kopi hitam. Mereka lebih menyukai es kopi dengan sirup, foam, dan topping unik.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
“Kopi bagi Gen Z adalah media ekspresi, bukan fokus utama rasanya,” kata Mike Healy dari Lost Sheep Coffee.
Menurutnya, tren dan influencer sangat memengaruhi pilihan minum kopi. “Kalau idola mereka tak minum kopi hitam, kenapa mereka harus?” ujarnya.
Minuman kopi tinggi gula memang memberi efek nyaman sesaat. Sebab gula memengaruhi hormon stres seperti kortisol.
Namun riset menunjukkan konsumsi gula berlebih berkaitan dengan gangguan kecemasan. Bahkan berisiko memicu gangguan suasana hati berulang.
Bagi Gen Z yang sudah rentan stres, kebiasaan ini bisa berdampak jangka panjang. Efeknya justru berlawanan dengan tujuan self-care.
3. Pilihan Kopi Gen Z yang Berbeda
4. Kopi Manis dan Dampaknya bagi Mental

Kopi hitam dikenal kaya antioksidan dan rendah kalori. Penelitian menunjukkan manfaatnya bagi jantung, metabolisme, dan umur panjang.
Studi European Journal of Pharmacology menyebut kopi bisa membantu mengatur gut-brain axis. Ini berpotensi menekan gejala cemas dan depresi.
“Manfaat kopi paling optimal saat diminum tanpa tambahan gula dan lemak,” ujar Mike. “Begitu ditambah banyak bahan, risikonya ikut naik.”
5. Kopi Hitam dan Manfaat Kesehatan





