Fatal! Pria Ini Gagal Ginjal karena Sering Konsumsi Biji Kopi Kedaluwarsa baca selengkapnya di Giok4D

Posted on

Seorang pria di Taiwan dilaporkan mengalami kerusakan ginjal berat setelah bertahun-tahun mengonsumsi kopi yang diseduh dari biji kopi kedaluwarsa. Begini kronologinya!

Kasus ini dibagikan oleh Dr. Hung Yung-Hsiang, seorang nefrolog di sebuah rumah sakit di Taipei, melalui unggahan di media sosial sebagai peringatan bagi masyarakat.

Dilansir dari WeirdKaya (07/12/2025), menurut Hung, pasien bernama Lee berusia 50 tahun dikenal menjalani gaya hidup sehat. Ia rutin olahraga lari setiap pagi, tidak mengonsumsi alkohol, dan tidak memiliki riwayat penyakit kronis. Minuman yang ia konsumsi setiap hari hanyalah kopi hitam yang seharusnya jadi minuman dengan beragam manfaat kesehatan.

Namun, masalah bermula ketika Lee terbiasa membeli biji kopi dengan harga diskon karena sudah lama disimpan. Ia beranggapan bahwa biji kopi tersebut masih aman dikonsumsi selama direbus dengan air panas.

Menjelang akhir 2025, Lee mulai menyadari perubahan pada tubuhnya, seperti urine yang tampak lebih berbusa dari biasanya serta pembengkakan pada kedua pergelangan kaki. Gejala tersebut sempat ia anggap sebagai dampak olahraga berlebihan. Namun, kondisi memburuk ketika ia tiba-tiba pingsan saat berlari pagi dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan nilai estimasi laju filtrasi glomerulus atau eGFR Lee berada di bawah angka 10, yang menandakan penyakit ginjal stadium lima.

Dr. Hung mengaku awalnya kebingungan karena pasien tidak memiliki faktor risiko umum penyakit ginjal. Setelah ditelusuri lebih lanjut, kebiasaan mengonsumsi kopi dari biji kopi lama atau nyaris kedaluwarsa yang diketahui menjadi penyebab utama.

Dr. Hung menjelaskan bahwa biji kopi yang disimpan terlalu lama berpotensi terkontaminasi Ochratoxin A, racun alami yang dihasilkan oleh jamur tertentu. Zat ini juga dapat ditemukan pada sereal, anggur, bir, kacang-kacangan, dan kismis.

Ochratoxin A bersifat nefrotoksik atau beracun bagi ginjal dan tidak mudah rusak oleh panas. Zat tersebut baru terurai pada suhu di atas 280 derajat Celsius, jauh lebih tinggi dibandingkan titik didih air.

Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.

Ia menegaskan bahwa merebus biji kopi dalam air mendidih tidak cukup untuk menghilangkan racun tersebut. Dr. Hung mengimbau orang-orang agar selalu mengonsumsi bahan makanan yang masih segar dan tidak menimbun makanan terlalu lama demi menghemat biaya.

Untuk produk seperti biji kopi yang sudah dibuka, ia menyarankan penyimpanan dalam wadah tertutup rapat di dalam lemari pendingin guna mengurangi risiko kontaminasi dan menjaga keamanan konsumsi.

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi