Mixue selama ini dikenal sebagai merek es krim murah dengan cabang di mana-mana. Ternyata, jumlah total gerai Mixue di dunia kini sudah berhasil melampaui McDonald’s!
Logo kuning-pink yang mencolok sekarang tersebar di berbagai kota Asia dan semakin dikenal secara global. Mixue Bingcheng, merek asal China yang awalnya fokus pada es krim dan minuman, kini telah melampaui nama-nama besar seperti McDonald’s dan Starbucks dalam hal jumlah total gerai.
Melansir CBBC (6/3), Mixue dilaporkan memiliki lebih dari 45.000 gerai di seluruh dunia. Jumlah tersebut terhitung lebih banyak dari McDonald’s yang hanya memiliki sekitar 41.800 restoran dan Starbucks 40.000 cabang.
Mixue didirikan pada 1997 di Zhengzhou, provinsi Henan, China, oleh Zhang Hongchao. Perusahaan ini awalnya hanyalah toko es krim kecil.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Awalnya, Mixue dikenal melalui es krim dan bubble tea yang harganya sangat terjangkau. Es krim dijual seharga sekitar 2 yuan (sekitar Rp4.400), sementara minuman lain berkisar antara 2 hingga 8 yuan (sekitar Rp4.400-Rp17.600). Selain harga yang bersahabat, Mixue juga memanfaatkan ‘branding’ yang kuat.
Visi Zhang sederhana, yaitu menyediakan minuman dan pencuci mulut berkualitas dengan harga terjangkau bagi semua kalangan. Sementara merek lain mengejar harga premium dan pasar kelas atas, Mixue memilih fokus pada nilai untuk uang dan pasar yang lebih luas.
Posisi Mixue kini menjadi pemimpin global pun tidak terjadi secara kebetulan. CBBC menyebut, “Mixue Bingcheng, sebuah rantai bubble tea dan es krim asal China, telah berkembang menjadi salah satu merek ritel paling produktif di dunia. Dengan lebih dari 45.000 toko secara global-lebih banyak daripada McDonald’s atau Starbucks-Mixue telah memenangkan hati (dan selera) jutaan orang.”
Mixue melakukan debutnya pada Senin, 3 Maret, di Bursa Efek Hong Kong. Dalam Initial Public Offering (IPO), Mixue berhasil menghimpun dana sebesar US$444 juta (sekitar Rp7,1 triliun) dengan menjual 17 juta saham pada harga tetap HK$202,5 per saham (sekitar Rp420 ribu). Pada hari pertama perdagangan, harga sahamnya bahkan melonjak hingga HK$298 (sekitar Rp620 ribu).
Tumbuh pesat melalui model franchise, membuat ekspansi Mixue tergolong cepat tanpa pengeluaran modal besar. Model ini menarik banyak pemilik waralaba karena biaya awal yang relatif rendah dan dukungan pelatihan serta pasokan dari pusat. Hal tersebut membuka jalan bagi Mixue untuk memasuki bukan hanya kota besar, tetapi juga kota kecil dan pedesaan.
Logo cerahnya mudah dikenali dan strategi pemasaran lewat media sosial membantu menciptakan keterlibatan luas, terutama di kalangan generasi muda. Penyebaran jaringan ini tidak terbatas di China saja. Mixue kini hadir di berbagai negara, termasuk negara-negara Asia Tenggara, Timur, dan Australia.
Terbaru, Mixue hadir di kawasan elite New York, tepatnya di Manhattan. Mixue menawarkan produk es krim dan minuman dengan harga di bawah US$5 (Rp 84.000). Sampai-sampai Mixue disebut sebagai salah satu es krim termurah di New York.






