Di Tebet ada gerai ikan bakar yang baru buka dan layak dicoba. Berlokasi di area Kuliner Pagi Malam Tebet, di sini hanya ada satu menu tetapi bisa laris hingga 100 porsi per hari.
Mengunjungi Kuliner Pagi Malam Tebet, tim infoFood langsung disambut kepulan asap dari gerbangnya. Ternyata asap tersebut datang dari gerai Ikan Bakar Cabut Duri yang berada persis di depan pintu masuk.
Saat disambangi, gerai ini seolah tak pernah sepi pengunjung hingga membuat kami penasaran. Ternyata Ikan Bakar Cabut Duri menawarkan hanya satu menu ikan bakar saja, yaitu ikan bandeng cabut duri.
Namun di balik kesederhanaan menunya ada kisah perjalanan pemilik yang pantang menyerah. Balqis, pemiliknya, mengaku awalnya hanya dari hobi makan bersama suami hingga kini berujung sukses.
Sebelum terjun ke dunia kuliner, Balqis telah mencoba berbagai jenis pekerjaan. Ia pernah bekerja di bidang percetakan hingga pertambangan demi menyambung hidup.
Sayangnya masa pandemi Covid-19 membuat Balqis harus sedikit beristirahat. Ia mengaku banyak bisnisnya mendadak tutup gegara pembatasan kegiatan yang diterapkan.
“Kemarin-kemarin kan usaha yang percetakan lah, yang jual beli rumah lah, udah segala macem dah aku pernah dijalanin gitu. Kemarin kebetulan usaha kita pas covid tiarap semua,” kata Balqis kepada tim infocom.
Sampai akhirnya mereka melewati kawasan Kuliner Pagi Malam yang memasang papan pengumuman pembukaan kios kuliner. Tanpa pikir panjang, mereka langsung memantapkan hatinya mulai bisnis kuliner.
“Lewat sini pas kita memang lagi cari-cari tempat. Kok ada yang pasang papan mau dibuka usaha untuk kuliner gitu. Akhirnya kita daftar dan Alhamdulillah kita dapat tempat,” lanjutnya.
Pilihan Balqis dan suami untuk berjualan ikan bakar bukan tanpa alasan. Ia mengakui, keduanya menjadikan ikan bakar sebagai menu favorit yang dinikmati dalam berbagai situasi.
Berpengalaman mencicipi ikan bakar di berbagai tempat, Balqis dan suami mengumpulkan nilai plus dan minus dari setiap tempat yang pernah dicoba. Bekal riset sederhana itu yang lantas membuat Balqis yakin menyajikan ikan bakar enak dengan harga terjangkau pada bisnisnya.
“Akhirnya itu idenya dari situ. Kita coba buat di rumah, buat di rumah gitu kan berhasil ternyata. Wah enak ya kok malah lebih enak kayak gitu,” ungkapnya.
Bisnis diakui Balqis sebagai bisnis kuliner pertamanya. Dalam kurun waktu dua bulan ia berhasil menarik banyak pelanggan bahkan tak sedikit yang terus menerus kembali setelah pertama kali makan di gerainya.
Balqis mengungkapkan tantangan menyajikan ikan bandeng bakar ialah kualitas ikan yang baik. Ikan bandeng yang digunakan didatangkan langsung dari pembudidaya di Surabaya-Gresik dan dikirim dalam kondisi khusus.
Balqis mengungkap ada proses pencabutan duri langsung setelah ikan dipanen untuk kemudian dibekukan agar terjaga kualitasnya. Pengiriman dilakukan menggunakan mobil berpendingin sehingga ikan tetap dalam kondisi sempurna hingga tiba di Jakarta.
“Jadi dari petaninya (pembudidaya ikan) langsung tuh, begitu dia panen, langsung cabut duri, langsung freezer. Dia juga gak akan kirim ke kita kalau belum beku. Jadi benar-benar harus jadi es untuk menjaga si kualitas si ikan. Karena kan kalau misalnya dikirim dalam kondisi setengah beku, takutnya di perjalanan rusak,” sambungnya.
Balqis juga pernah mengalami kesalahan dalam mencari pemasok. Ikan yang diterimanya masih banyak duri dan tak sesuai standar yang diinginkan, sampai-sampai gerainya harus berhenti berjualan sementara waktu.
Alasannya tak lagi lain ialah demi menjaga kualitas makanan yang disajikan kepada pelanggan. Baginya lebih baik tutup sebentar daripada mengecewakan kepercayaan pelanggannya.
Tak banyak varian menu yang ditawarkan di Ikan Bakar Cabut Duri. Balqis dan suaminya hanya ingin menyajikan satu jenis menu tetapi memastikan rasanya terbaik sampai ke dalam mulut pelanggan.
“Cuma ada satu macam aja, karena suami saya nggak mau yang aneh-aneh, yaudah kita cuma punya ini,” ungkapnya.
Seporsi ikan bakar dengan ukuran 350-390 gram per ekor dibanderol Rp 50.000 – Rp 57.000 saja. Untuk memastikan rasa bumbunya benar-benar menyerap, Balqis harus memarinasi bumbu rahasia racikannya selama 1-2 jam.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Saat kami cicipi, karakter bumbunya terasa gurih lembut yang tak terlalu menusuk. Sehingga terasa nyaman baik disantap hanya ikannya saja maupun dengan nasi.
Pelengkapnya, Balqis juga hanya punya satu sambal. Pedas, gurih, dan segar menjadi rasa dominan yang menyentuh lidah pertama kali disuap bersama daging ikannya.
“Coba kita keluarin kalau menurut mereka enak, yaudah kita terusin aja. Soalnya kalau variasi macem-macem, kan kalau kita dengerin kan ada orang yang minta sambel kecap bu, sambel ini bu, sambel itu,” kata Balqis yang menjelaskan alasan di balik penyajian satu jenis sambalnya.
Walaupun hanya menghadirkan satu menu tetapi sudah dipertimbangkan dengan matang oleh Balqis dan suami. Bahkan ia menerima masukan dan menguji langsung resepnya untuk mendapatkan racikan terbaik yang paling disukai pelanggannya. Buktiknya, ikan bakar buatan Balqis kini dapat terjual 70-100 porsi per hari.
Alih Profesi dari Berbagai Bidang
Berawal dari Hobi Makan
Tantangan Menjaga Kualitas Ikan
Satu Menu yang Laris Manis




Balqis mengungkapkan tantangan menyajikan ikan bandeng bakar ialah kualitas ikan yang baik. Ikan bandeng yang digunakan didatangkan langsung dari pembudidaya di Surabaya-Gresik dan dikirim dalam kondisi khusus.
Balqis mengungkap ada proses pencabutan duri langsung setelah ikan dipanen untuk kemudian dibekukan agar terjaga kualitasnya. Pengiriman dilakukan menggunakan mobil berpendingin sehingga ikan tetap dalam kondisi sempurna hingga tiba di Jakarta.
“Jadi dari petaninya (pembudidaya ikan) langsung tuh, begitu dia panen, langsung cabut duri, langsung freezer. Dia juga gak akan kirim ke kita kalau belum beku. Jadi benar-benar harus jadi es untuk menjaga si kualitas si ikan. Karena kan kalau misalnya dikirim dalam kondisi setengah beku, takutnya di perjalanan rusak,” sambungnya.
Balqis juga pernah mengalami kesalahan dalam mencari pemasok. Ikan yang diterimanya masih banyak duri dan tak sesuai standar yang diinginkan, sampai-sampai gerainya harus berhenti berjualan sementara waktu.
Alasannya tak lagi lain ialah demi menjaga kualitas makanan yang disajikan kepada pelanggan. Baginya lebih baik tutup sebentar daripada mengecewakan kepercayaan pelanggannya.
Tak banyak varian menu yang ditawarkan di Ikan Bakar Cabut Duri. Balqis dan suaminya hanya ingin menyajikan satu jenis menu tetapi memastikan rasanya terbaik sampai ke dalam mulut pelanggan.
“Cuma ada satu macam aja, karena suami saya nggak mau yang aneh-aneh, yaudah kita cuma punya ini,” ungkapnya.
Seporsi ikan bakar dengan ukuran 350-390 gram per ekor dibanderol Rp 50.000 – Rp 57.000 saja. Untuk memastikan rasa bumbunya benar-benar menyerap, Balqis harus memarinasi bumbu rahasia racikannya selama 1-2 jam.
Saat kami cicipi, karakter bumbunya terasa gurih lembut yang tak terlalu menusuk. Sehingga terasa nyaman baik disantap hanya ikannya saja maupun dengan nasi.
Pelengkapnya, Balqis juga hanya punya satu sambal. Pedas, gurih, dan segar menjadi rasa dominan yang menyentuh lidah pertama kali disuap bersama daging ikannya.
“Coba kita keluarin kalau menurut mereka enak, yaudah kita terusin aja. Soalnya kalau variasi macem-macem, kan kalau kita dengerin kan ada orang yang minta sambel kecap bu, sambel ini bu, sambel itu,” kata Balqis yang menjelaskan alasan di balik penyajian satu jenis sambalnya.
Walaupun hanya menghadirkan satu menu tetapi sudah dipertimbangkan dengan matang oleh Balqis dan suami. Bahkan ia menerima masukan dan menguji langsung resepnya untuk mendapatkan racikan terbaik yang paling disukai pelanggannya. Buktiknya, ikan bakar buatan Balqis kini dapat terjual 70-100 porsi per hari.
Tantangan Menjaga Kualitas Ikan
Satu Menu yang Laris Manis






