Ayam bakar menjadi salah satu hidangan favorit karena cita rasanya enak dan cocok disantap kapan saja. Di Jakarta, ada 7 tempat makan ayam bakar terenak.
Di Jakarta, pilihan tempat makan ayam bakar memang sangat beragam, mulai dari warung kaki lima legendaris hingga rumah makan yang sudah memiliki banyak cabang.
Setiap tempat tentunya memiliki ciri khas rasa tersendiri, baik dari bumbu, jenis ayam, hingga sambal pendampingnya. Berikut tujuh rekomendasi ayam bakar paling enak di Jakarta yang sudah dikenal kelezatannya dan layak untuk dicoba.
1. Ayam Bakar Mas Mono
Buat pencinta ayam bakar, ada beberapa tempat yang wajib masuk daftar rekomendasi, salah satunya Ayam Bakar Mas Mono. Usaha kuliner ini berdiri sejak sekitar tahun 2001 dan dikenal luas berkat cita rasa ayam bakar khas Jawa yang konsisten.
Menu andalannya ayam bakar berbumbu rempah dengan rasa manis legit, bumbu meresap hingga ke dalam, serta tekstur ayam lembut dengan kulit sedikit garing. Sajian ayam bakar Mas Mono selalu dilengkapi sambal lalapan segar, cah kangkung, dan taburan kremesan gurih yang menambah kenikmatan. Menggunakan resep keluarga dengan sentuhan bumbu khas Jawa Timur,
Ayam Bakar Mas Mono menu makanan yang enak, terjangkau, dan mudah ditemukan karena cabangnya tersebar di berbagai kawasan di Jakarta. Salah satu cabangnya di Tebet, Jakarta Selatan, dengan kisaran harga nasi dan ayam bakar Rp 30.000.
2. Ayam Bakar Wong Solo
Nama Ayam Bakar Wong Solo sudah sangat dikenal oleh pencinta kuliner sejak lama. Rumah makan ini pertama kali berdiri pada 1991 dan terus berkembang hingga memiliki banyak cabang di berbagai kota, termasuk Jakarta.
Ciri khasnya terletak pada bumbu ayam bakar khas Solo yang gurih, sedikit manis, dan berpadu dengan sambal yang menggugah selera. Awalnya hanya berupa warung kecil, tapi kini Ayam Bakar Wong Solo menjadi restoran besar dengan pelanggan setia.
Salah satu lokasinya ada di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Harga seporsi ayam bakar dibanderol mulai dari Rp 37.000. Konsistensi rasa menjadi alasan utama mengapa Wong Solo jadi legenda ayam bakar enak di Jakarta.
3. Ayam Bulungan
Selain terkenal dengan kuliner gulai tikungannya, kawasan Bulungan juga memiliki ayam bakar legendaris bernama Ayam Bulungan. Tempat makan ini telah beroperasi sejak 1973 dan dikenal menggunakan ayam kampung sebagai bahan utama.
Proses pengolahannya dimulai dengan merebus ayam menggunakan bumbu bacem hingga meresap, lalu dibakar hingga kulitnya kering dan karamel, tetapi dagingnya tetap juicy. Cita rasa manis dan gurihnya terasa kuat di setiap gigitan.
Menariknya, Ayam Bulungan menyediakan pilihan pembelian per potong maupun satu ekor utuh. Dengan harga mulai dari Rp30.000-an, ayam bakar ini bisa dinikmati di Jalan Bulungan I No.64, Jakarta Selatan.
4. Ayam Bakar Podomoro
Ayam Bakar Podomoro menjadi salah satu tempat makan ayam bakar yang cukup populer di Jakarta, terutama di aplikasi pemesanan makanan online.
Dengan lebih dari belasan cabang, rumah makan ini dikenal menawarkan menu ayam bakar yang lezat dengan harga ramah di kantong. Salah satu cabangnya yang ramai berada di kawasan Tebet dan Cakung.
Menu ayam bakar disajikan bersama nasi, sambal, dan lalapan, dengan pilihan potongan paha atau dada. Bumbunya meresap hingga ke dalam daging, memberikan rasa gurih manis yang pas.
Seporsi ayam bakar dibanderol sekitar Rp 20.000. Selain itu, tersedia juga menu hemat lain seperti ayam penyet, ayam geprek, dan lele penyet.
5. Ayam Bakar Kartini
Ayam Bakar Kartini merupakan warung kaki lima legendaris yang berlokasi di kawasan Kartini, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Meski tampil sederhana dan agak tersembunyi, tempat ini memiliki pelanggan setia sejak berdiri pada 2010.
Keistimewaannya terletak pada bumbu ayam bakar kecap yang tradisional dan meresap hingga ke serat daging. Setiap hari, warung ini mampu menghabiskan lebih dari seratus ekor ayam panggang.
Ayam bakar disajikan bersama sambal terasi, tahu dan tempe bacem, serta nasi putih. Harga satu porsi sekitar Rp23.000. Pengunjung juga bisa menambah sate usus, ampela, atau menu pendamping lainnya dengan harga terjangkau.
6. Ayam Kalasan Bapak Marjo
Bagi pencinta ayam bakar kalasan, Warung Ayam Kalasan Bapak Marjo di Panglima Polim, Jakarta Selatan, patut masuk dalam daftar kunjungan.
Tempat makan ini telah berjualan sejak awal 1970-an dan dikenal menggunakan ayam kampung sebagai bahan utama. Ayam diungkep dengan bumbu khas sebelum dibakar sehingga menghasilkan rasa gurih yang kuat dan aroma menggoda.
Setiap harinya, Pak Marjo menyiapkan puluhan ekor ayam kampung untuk memenuhi permintaan pelanggan. Satu porsi ayam bakar kalasan dibanderol mulai dari Rp 25.000 dan sudah dilengkapi tahu, tempe goreng, sambal khas, serta lalapan segar.
7. Ayam Bakar Kambal
Terakhir, ada Ayam Bakar Kambal yang merupakan salah satu tempat makan ayam bakar legendaris di kawasan Cipaku, Jakarta Selatan. Usaha kuliner ini sudah eksis sejak tahun 2000-an dan tetap mempertahankan kualitas rasa hingga kini.
Menu andalannya ayam bakar dengan potongan besar yang disajikan bersama nasi hangat dan aneka sambal. Bumbu ayamnya meresap dengan baik, menghasilkan rasa gurih dan manis yang seimbang. Porsinya yang mengenyangkan membuat banyak pelanggan datang kembali.
Ayam Bakar Kambal berlokasi di Jalan Cipaku I, Petogogan, dan biasanya ramai saat jam makan siang. Dengan harga mulai dari Rp 25.000 per porsi, tempat ini menjadi pilihan tepat untuk menikmati ayam bakar enak dengan harga terjangkau di Jakarta.







4. Ayam Bakar Podomoro
Ayam Bakar Podomoro menjadi salah satu tempat makan ayam bakar yang cukup populer di Jakarta, terutama di aplikasi pemesanan makanan online.
Dengan lebih dari belasan cabang, rumah makan ini dikenal menawarkan menu ayam bakar yang lezat dengan harga ramah di kantong. Salah satu cabangnya yang ramai berada di kawasan Tebet dan Cakung.
Menu ayam bakar disajikan bersama nasi, sambal, dan lalapan, dengan pilihan potongan paha atau dada. Bumbunya meresap hingga ke dalam daging, memberikan rasa gurih manis yang pas.
Seporsi ayam bakar dibanderol sekitar Rp 20.000. Selain itu, tersedia juga menu hemat lain seperti ayam penyet, ayam geprek, dan lele penyet.
5. Ayam Bakar Kartini
Ayam Bakar Kartini merupakan warung kaki lima legendaris yang berlokasi di kawasan Kartini, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Meski tampil sederhana dan agak tersembunyi, tempat ini memiliki pelanggan setia sejak berdiri pada 2010.
Keistimewaannya terletak pada bumbu ayam bakar kecap yang tradisional dan meresap hingga ke serat daging. Setiap hari, warung ini mampu menghabiskan lebih dari seratus ekor ayam panggang.
Ayam bakar disajikan bersama sambal terasi, tahu dan tempe bacem, serta nasi putih. Harga satu porsi sekitar Rp23.000. Pengunjung juga bisa menambah sate usus, ampela, atau menu pendamping lainnya dengan harga terjangkau.


6. Ayam Kalasan Bapak Marjo
Bagi pencinta ayam bakar kalasan, Warung Ayam Kalasan Bapak Marjo di Panglima Polim, Jakarta Selatan, patut masuk dalam daftar kunjungan.
Tempat makan ini telah berjualan sejak awal 1970-an dan dikenal menggunakan ayam kampung sebagai bahan utama. Ayam diungkep dengan bumbu khas sebelum dibakar sehingga menghasilkan rasa gurih yang kuat dan aroma menggoda.
Setiap harinya, Pak Marjo menyiapkan puluhan ekor ayam kampung untuk memenuhi permintaan pelanggan. Satu porsi ayam bakar kalasan dibanderol mulai dari Rp 25.000 dan sudah dilengkapi tahu, tempe goreng, sambal khas, serta lalapan segar.
7. Ayam Bakar Kambal
Terakhir, ada Ayam Bakar Kambal yang merupakan salah satu tempat makan ayam bakar legendaris di kawasan Cipaku, Jakarta Selatan. Usaha kuliner ini sudah eksis sejak tahun 2000-an dan tetap mempertahankan kualitas rasa hingga kini.
Menu andalannya ayam bakar dengan potongan besar yang disajikan bersama nasi hangat dan aneka sambal. Bumbu ayamnya meresap dengan baik, menghasilkan rasa gurih dan manis yang seimbang. Porsinya yang mengenyangkan membuat banyak pelanggan datang kembali.
Ayam Bakar Kambal berlokasi di Jalan Cipaku I, Petogogan, dan biasanya ramai saat jam makan siang. Dengan harga mulai dari Rp 25.000 per porsi, tempat ini menjadi pilihan tepat untuk menikmati ayam bakar enak dengan harga terjangkau di Jakarta.






