Perut buncit disebabkan oleh pola makan yang tidak tepat. Konsumsi probiotik yang lebih rutin terbukti ampuh untuk membuat perut lebih ramping.
Perut buncit tak hanya disebabkan oleh pola makan atau olahraga yang kurang. Namun juga bisa dari kondisi saluran pencernaan yang kurang sehat.
Kotoran yang menumpuk hingga lingkungan yang kurang baik untuk mikroorganisme di dalam usus jadi penyebabnya. Salah satu yang bisa mengatasinya ialah dengan mengonsumsi makanan tinggi probiotik.
Asupan probiotik penting untuk menjaga imunitas hingga mencegah lemak menumpuk dengan mudah di area perut. Dilansir dari Cleveland Clinic, (5/5/2025), ada beberapa sumber probiotik yang disarankan untuk dikonsumsi sehari-hari.
Yogurt merupakan salah satu sumber probiotik paling populer dan mudah ditemukan. Produk ini dihasilkan dari fermentasi susu oleh bakteri baik seperti Lactobacillus dan Bifidobacterium.
Kedua bakteri ini membantu menjaga keseimbangan flora usus serta memperbaiki proses pencernaan. Untuk manfaat maksimal, pilih yogurt plain tanpa tambahan gula berlebih dan pastikan labelnya mencantumkan “live and active cultures”.
Kefir adalah minuman susu fermentasi yang memiliki tekstur lebih cair dibanding yogurt. Keunggulannya terletak pada kandungan probiotiknya yang lebih beragam, bahkan bisa mencapai puluhan jenis bakteri dan ragi baik dalam satu sajian.
Karena keragaman bakteri tersebut, kefir cocok untuk menjaga kesehatan usus dan metabolisme. Pencernaan yang lancar dan minim peradangan berkontribusi pada perut yang terasa lebih ramping dan tidak mudah begah.
Kimchi adalah makanan fermentasi khas Korea yang terbuat dari sayuran seperti kubis, lobak, dan bumbu pedas. Proses fermentasinya menghasilkan bakteri asam laktat yang bermanfaat untuk kesehatan pencernaan.
Selain probiotik, kimchi juga kaya serat yang membantu kerja usus. Kombinasi bakteri baik dan serat ini membantu mempercepat proses pencernaan, mengurangi gas berlebih, dan membuat perut terasa lebih ringan.
Sauerkraut merupakan kubis fermentasi yang populer di Eropa. Meski terlihat sederhana, makanan ini memiliki probiotik yang tinggi.
Konsumsi sauerkraut secara rutin, walaupun dengan porsi kecil baik untuk menjaga mikrobiota usus. Sehingga tubuh akan mencerna makanan lebih efisien tanpa membuat perut begah.
Sebagai makanan fermentasi khas Indonesia, tempe tidak hanya kaya protein nabati, tetapi juga mengandung probiotik alami. Fermentasi kedelai pada tempe membantu menjaga kesehatan usus.
Tempe juga mengandung serat yang membantu rasa kenyang lebih lama. Efek ini bermanfaat untuk mengontrol porsi makan, menjaga metabolisme tetap stabil, dan secara tidak langsung membuat perut lebih ramping.
Miso adalah pasta fermentasi asal Jepang yang digunakan dalam sup atau bumbu masakan. Proses fermentasinya menghasilkan bakteri baik yang baik untuk pencernaan.
Mengonsumsi miso secara rutin dapat membantu memperbaiki sistem pencernaan. Perut akan terasa lebih nyaman, tidak mudah begah, dan pencernaan bekerja lebih optimal.
Kombucha merupakan minuman teh fermentasi yang kini semakin populer. Minuman ini mengandung probiotik serta senyawa antioksidan hasil proses fermentasi.
Jika dikonsumsi dalam jumlah wajar, kombucha dapat membantu meningkatkan kesehatan usus dan mengurangi gangguan pencernaan. Namun, penting untuk memperhatikan kandungan gulanya agar manfaat yang didapat tetap maksimal.
Berikut ini 7 makanan tinggi probiotik untuk perut yang lebih ramping:
1. Yogurt
2. Kefir
3. Kimchi
4. Sauerkraut
5. Tempe
6. Miso
7. Kombucha


Kimchi adalah makanan fermentasi khas Korea yang terbuat dari sayuran seperti kubis, lobak, dan bumbu pedas. Proses fermentasinya menghasilkan bakteri asam laktat yang bermanfaat untuk kesehatan pencernaan.
Selain probiotik, kimchi juga kaya serat yang membantu kerja usus. Kombinasi bakteri baik dan serat ini membantu mempercepat proses pencernaan, mengurangi gas berlebih, dan membuat perut terasa lebih ringan.
Sauerkraut merupakan kubis fermentasi yang populer di Eropa. Meski terlihat sederhana, makanan ini memiliki probiotik yang tinggi.
Konsumsi sauerkraut secara rutin, walaupun dengan porsi kecil baik untuk menjaga mikrobiota usus. Sehingga tubuh akan mencerna makanan lebih efisien tanpa membuat perut begah.
Sebagai makanan fermentasi khas Indonesia, tempe tidak hanya kaya protein nabati, tetapi juga mengandung probiotik alami. Fermentasi kedelai pada tempe membantu menjaga kesehatan usus.
Tempe juga mengandung serat yang membantu rasa kenyang lebih lama. Efek ini bermanfaat untuk mengontrol porsi makan, menjaga metabolisme tetap stabil, dan secara tidak langsung membuat perut lebih ramping.
3. Kimchi
4. Sauerkraut
5. Tempe

Miso adalah pasta fermentasi asal Jepang yang digunakan dalam sup atau bumbu masakan. Proses fermentasinya menghasilkan bakteri baik yang baik untuk pencernaan.
Mengonsumsi miso secara rutin dapat membantu memperbaiki sistem pencernaan. Perut akan terasa lebih nyaman, tidak mudah begah, dan pencernaan bekerja lebih optimal.
Kombucha merupakan minuman teh fermentasi yang kini semakin populer. Minuman ini mengandung probiotik serta senyawa antioksidan hasil proses fermentasi.
Jika dikonsumsi dalam jumlah wajar, kombucha dapat membantu meningkatkan kesehatan usus dan mengurangi gangguan pencernaan. Namun, penting untuk memperhatikan kandungan gulanya agar manfaat yang didapat tetap maksimal.





