Biar Nggak Kliyengan! 5 Superfood Ini Bagus Dikonsumsi Penderita Anemia

Posted on

Penderita anemia perlu memerhatikan asupan sehari-harinya. Ada beberapa makanan yang direkomendasikan ahli gizi untuk meminimalisir efeknya yang tak nyaman.

Pada penderita anemia ada sensasi pusing atau kliyengan yang kerap dirasakan. Apalagi ketika berubah posisi dari rendah menjadi tinggi dalam waktu terlalu cepat.

Kondisi ini disebabkan oleh kadar hemoglobin yang rendah di dalam tubuh, padahal hemoglobin sendiri dibutuhkan untuk mengalirkan oksigen ke seluruh anggota tubuh.

Ahli kesehatan menyarankan beberapa asupan makanan untuk penderita anemia. Mulai dari makanan tinggi zat besi hingga beberapa asupan lain.

Daging merah adalah salah satu sumber zat besi heme terbaik yang sangat mudah diserap tubuh. Hanya dengan porsi kecil, daging merah sudah bisa membantu memenuhi kebutuhan harian zat besi, yang penting untuk produksi hemoglobin dan sel darah merah.

Selain itu, daging merah juga mengandung protein tinggi dan vitamin B12, yang turut mendukung kesehatan darah dan energi tubuh. Mengonsumsinya secara rutin dalam jumlah wajar dapat membantu mengurangi gejala anemia, seperti lemas dan mudah lelah.

Daging merah bisa diolah menjadi berbagai hidangan untuk dikonsumsi sehari-hari. Baik seperti bakso atau menu tumisan dengan bumbu yang sedap.

Hati sapi, hati ayam, atau ginjal termasuk makanan yang padat zat besi. Meski rasanya kuat dan tidak disukai semua orang, satu porsi kecil organ ini bisa memberikan dorongan signifikan pada kadar hemoglobin.

Jeroan baik dari ayam atau sapi juga dapat diandalkan sebagai asupan zat besi yang murah meriah. Sebab harganya tidak setinggi daging sapi.

Selain zat besi, organ juga kaya vitamin A, folat, dan mineral penting lainnya yang mendukung pembentukan sel darah merah. Konsumsi secara berkala, misalnya seminggu sekali, dapat menjadi strategi efektif bagi penderita anemia.

Daging unggas tak kalah dengan daging merah. Daging jenis ini juga merupakan sumber zat besi heme, terutama pada bagian daging gelap seperti paha atau sayap.

Mengonsumsi ayam atau kalkun menjadi alternatif yang lebih ringan dibanding daging merah. Pilihannya juga cocok menjadi alternatif yang menginginkan variasi menu.

Selain meningkatkan kadar zat besi, daging unggas juga menyediakan protein berkualitas dan vitamin B kompleks yang penting untuk metabolisme sel darah merah dan energi tubuh.

Tak hanya daging, sayuran juga bisa diandalkan sebagai asupan zat besi. Sayuran hijau, seperti bayam dan lainnya kaya akan zat besi non-heme.

Walaupun tubuh menyerapnya tidak seefisien zat besi heme, tetap bermanfaat terutama bila dikombinasikan dengan makanan kaya vitamin C. Misalnya jeruk, paprika, atau tomat, yang membantu penyerapan zat besi.

Selain zat besi, sayuran ini juga mengandung serat, antioksidan, dan vitamin lain yang mendukung kesehatan secara menyeluruh. Begitu pula dengan kandungan seratnya yang dapat menjaga kesehatan pencernaan.

Tahu dan tempe terbilang menjadi sumber protein murah meriah di Indonesia. Produk kedelai seperti tahu (tofu) dan tempe juga menyediakan zat besi non-heme yang baik untuk tubuh.

Keduanya mudah diolah menjadi berbagai masakan, mulai dari tumisan, sup, hingga hidangan panggang. Sehingga cocok menjadi alternatif protein nabati bagi vegetarian atau yang ingin variasi menu.

Kombinasi tahu atau tempe dengan sayuran atau bumbu yang kaya vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi dan membantu tubuh memproduksi sel darah merah dengan lebih optimal. Asupan ini juga lebih tepat jika dikonsumsi secara rutin termasuk pada anak kecil.

Berikut ini 5 makanan untuk penderita anemia dilansir dari Spectrum Health:

1. Daging Merah

2. Jeroan

3. Unggas

4. Sayuran Hijau

5. Tahu dan Tempe

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi

Daging unggas tak kalah dengan daging merah. Daging jenis ini juga merupakan sumber zat besi heme, terutama pada bagian daging gelap seperti paha atau sayap.

Mengonsumsi ayam atau kalkun menjadi alternatif yang lebih ringan dibanding daging merah. Pilihannya juga cocok menjadi alternatif yang menginginkan variasi menu.

Selain meningkatkan kadar zat besi, daging unggas juga menyediakan protein berkualitas dan vitamin B kompleks yang penting untuk metabolisme sel darah merah dan energi tubuh.

Tak hanya daging, sayuran juga bisa diandalkan sebagai asupan zat besi. Sayuran hijau, seperti bayam dan lainnya kaya akan zat besi non-heme.

Walaupun tubuh menyerapnya tidak seefisien zat besi heme, tetap bermanfaat terutama bila dikombinasikan dengan makanan kaya vitamin C. Misalnya jeruk, paprika, atau tomat, yang membantu penyerapan zat besi.

Selain zat besi, sayuran ini juga mengandung serat, antioksidan, dan vitamin lain yang mendukung kesehatan secara menyeluruh. Begitu pula dengan kandungan seratnya yang dapat menjaga kesehatan pencernaan.

Tahu dan tempe terbilang menjadi sumber protein murah meriah di Indonesia. Produk kedelai seperti tahu (tofu) dan tempe juga menyediakan zat besi non-heme yang baik untuk tubuh.

Keduanya mudah diolah menjadi berbagai masakan, mulai dari tumisan, sup, hingga hidangan panggang. Sehingga cocok menjadi alternatif protein nabati bagi vegetarian atau yang ingin variasi menu.

Kombinasi tahu atau tempe dengan sayuran atau bumbu yang kaya vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi dan membantu tubuh memproduksi sel darah merah dengan lebih optimal. Asupan ini juga lebih tepat jika dikonsumsi secara rutin termasuk pada anak kecil.

3. Unggas

4. Sayuran Hijau

5. Tahu dan Tempe

Gambar ilustrasi