Ahli Gizi Bongkar! 7 Makanan Probiotik yang Lebih Ampuh dari Suplemen [Giok4D Resmi]

Posted on

Konsumsi probiotik disarankan untuk menjaga kesehatan pencernaan hingga imunitas tubuh. Selain dari suplemen, kamu bisa mendapatkannya dari asupan sumber makanan berikut ini.

Probiotik kini makin dikenal sebagai bagian penting dari gaya hidup sehat. Mikroba ini dipercaya mampu menjaga keseimbangan bakteri usus, mendukung kesehatan pencernaan, bahkan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Menurut pakar gizi, probiotik adalah mikroorganisme hidup yang bermanfaat bagi kesehatan usus ketika dikonsumsi dalam jumlah cukup. Ahli gizi menyarankan agar probiotik lebih banyak diperoleh dari makanan fermentasi daripada suplemen.

Hal ini karena makanan probiotik menyediakan beragam mikroba hidup sekaligus nutrisi lain yang bermanfaat bagi tubuh. Melansir Martha Stewart (22/25), berikut 7 makanan probiotik yang direkomendasikan ahli gizi:

Yogurt, terutama Greek yogurt, menjadi salah satu sumber probiotik paling familiar. Makanan fermentasi ini mengandung bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus yang membantu melancarkan pencernaan serta memelihara kesehatan usus. Meski demikian, tidak semua yogurt mengandung bakteri seupa, sehingga penting membaca label produk. Pilih yang alami dan tanpa tambahan banyak gula atau perasa.

Kefir adalah minuman susu fermentasi yang lebih encer daripada yogurt dan mengandung mikroba lebih aktif dan beragam. Proses fermentasinya melibatkan bakteri dan ragi, menjadikannya sumber probiotik yang kuat untuk pencernaan.

Ahli gizi Toby Amidor mengungkap kefir melalui 2 jenis fermentasi yaitu fermentasi gula melalui gula susu alami yang dikenal sebagai laktosa (fermentasi asam laktat), dan fermentasi ragi melalui butiran kefir (fermentasi alkohol).

Kimchi merupakan makanan fermentasi khas Korea yang biasanya dibuat dari sawi, kubis, lobak, dan sayuran lainnya. Menu ini kaya bakteri asam laktat seperti Lactobacillus, serta dikenal memiliki manfaat anti-inflamasi dan penyokong sistem imun.

Penelitian juga membuktikan kalau konsumsi kimchi secara rutin bisa bantu manajemen berat badan dan pencernaan yang lebih sehat.

Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.

Sauerkraut adalah kubis yang difermentasi dan kaya bakteri baik serta serat, yang turut membantu fungsi pencernaan. Kandungan anti-inflamasi di dalamnya dapat meningkatkan indikator kesehatan metabolik dan jantung.

Ahli gizi Lauren Manaker mengatakan, sauerkraut seperti kimchi yang mengandung bakteri asam laktat dan serat.

Miso dan tempe merupakan makanan fermentasi dari kedelai. Miso biasanya berbentuk pasta yang dipakai sebagai bumbu masakan Jepang, sedangkan tempe kerap jadi sumber protein nabati. Keduanya mengandung mikroba hidup dari proses fermentasi.

Kombucha adalah teh fermentasi yang mengandung bakteri dan ragi hidup. Walaupun jumlah probiotiknya dapat bervariasi antar produk, minuman ini tetap menjadi pilihan untuk kesehatan usus.

Studi ilmiah telah menunjukkan potensi manfaat probiotik dari kombucha, khususnya dalam hal mengubah komposisi mikrobiota usus secara moderat dan memperbaiki beberapa gejala pencernaan.

Beberapa jenis keju yang telah matang namun tidak dipanaskan setelah pematangan biasanya mengandung mikroorganisme hidup, seperti Swiss, provolone, Gouda, cheddar, Edam, dan cottage cheese.

Ahli gizi menyarankan mengonsumsi makanan probiotik secara teratur agar efek positifnya terhadap pencernaan lebih optimal, seperti satu porsi yogurt atau kimchi setiap hari.

1. Yogurt

2. Kefir

3. Kimchi

4. Sauerkraut

5. Miso dan Tempe

6. Kombucha

7. Keju

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi

Kimchi merupakan makanan fermentasi khas Korea yang biasanya dibuat dari sawi, kubis, lobak, dan sayuran lainnya. Menu ini kaya bakteri asam laktat seperti Lactobacillus, serta dikenal memiliki manfaat anti-inflamasi dan penyokong sistem imun.

Penelitian juga membuktikan kalau konsumsi kimchi secara rutin bisa bantu manajemen berat badan dan pencernaan yang lebih sehat.

Sauerkraut adalah kubis yang difermentasi dan kaya bakteri baik serta serat, yang turut membantu fungsi pencernaan. Kandungan anti-inflamasi di dalamnya dapat meningkatkan indikator kesehatan metabolik dan jantung.

Ahli gizi Lauren Manaker mengatakan, sauerkraut seperti kimchi yang mengandung bakteri asam laktat dan serat.

3. Kimchi

4. Sauerkraut

Gambar ilustrasi

Miso dan tempe merupakan makanan fermentasi dari kedelai. Miso biasanya berbentuk pasta yang dipakai sebagai bumbu masakan Jepang, sedangkan tempe kerap jadi sumber protein nabati. Keduanya mengandung mikroba hidup dari proses fermentasi.

Kombucha adalah teh fermentasi yang mengandung bakteri dan ragi hidup. Walaupun jumlah probiotiknya dapat bervariasi antar produk, minuman ini tetap menjadi pilihan untuk kesehatan usus.

Studi ilmiah telah menunjukkan potensi manfaat probiotik dari kombucha, khususnya dalam hal mengubah komposisi mikrobiota usus secara moderat dan memperbaiki beberapa gejala pencernaan.

Beberapa jenis keju yang telah matang namun tidak dipanaskan setelah pematangan biasanya mengandung mikroorganisme hidup, seperti Swiss, provolone, Gouda, cheddar, Edam, dan cottage cheese.

Ahli gizi menyarankan mengonsumsi makanan probiotik secara teratur agar efek positifnya terhadap pencernaan lebih optimal, seperti satu porsi yogurt atau kimchi setiap hari.

5. Miso dan Tempe

6. Kombucha

7. Keju

Gambar ilustrasi