Pernikahan tidak hanya menjadi momen sakral penyatuan dua insan, tetapi juga sarat dengan tradisi budaya yang diwariskan turun-temurun. Banyak di antara tradisi tersebut berkaitan dengan makanan.
Di berbagai negara, makanan kerap memegang peranan penting dalam prosesi pernikahan dan tidak sekadar berfungsi sebagai hidangan jamuan. Setiap sajian menyimpan filosofi mendalam tentang harapan, doa, kesuburan, kesetiaan, hingga kemakmuran bagi pasangan yang memulai kehidupan baru.
Mulai dari ritual keluarga tertutup hingga pesta megah berskala besar, simbol-simbol tersebut dihadirkan melalui makanan yang diolah dengan cara khusus dan penuh makna.
Tradisi ini menunjukkan bahwa makanan dapat menjadi bahasa universal untuk menyampaikan nilai, keyakinan, dan cinta. Dilansir dari Cookist (05/12/2025), berikut delapan tradisi makanan dalam pernikahan dari berbagai negara yang unik dan penuh cerita:
1. Korea Selatan
Tradisi pernikahan di Korea Selatan umumnya diikuti dengan prosesi ‘pyebaek’, yaitu acara khusus keluarga yang digelar setelah upacara pernikahan selesai.
Dalam tradisi ini, pengantin perempuan menyuguhkan buah jujube dan kacang kastanye kepada keluarga mempelai pria sebagai simbol kesuburan.
Setelah itu, keluarga mempelai pria akan melemparkan kembali jujube dan kastanye tersebut ke arah pengantin perempuan untuk ditangkap menggunakan kain gaunnya. Jumlah yang berhasil ditangkap dipercaya melambangkan jumlah anak yang akan dimiliki pasangan tersebut di masa depan.
2. China
Pernikahan di China identik dengan jamuan megah berisi delapan hidangan, dengan bebek Peking sebagai sajian utama. Ternyata menu bebek dipilih karena memiliki filosofi dan makna di baliknya.
Daging bebek yang berwarna merah melambangkan kebahagiaan, sementara hewan bebek dikenal setia seumur hidup pada pasangannya.
Hidangan bebek peking umumnya disajikan utuh sebagai simbol kelengkapan dan harapan akan kehidupan rumah tangga yang harmonis dan penuh keberuntungan bagi pasangan pengantin.
3. Bermuda
Berbeda dari tradisi pernikahan pada umumnya, prosesi pernikahan di Bermuda biasanya menyajikan dua kue terpisah untuk pengantin pria dan perempuan.
Kue pengantin perempuan umumnya bertingkat tiga dengan lapisan perak melambangkan kesuburan, sementara kue pengantin pria berlapis emas melambangkan kemakmuran. Keduanya dihiasi bibit pohon cedar yang kemudian ditanam sebagai simbol cinta yang terus tumbuh.
4. Nigeria
Dalam pernikahan adat di Nigeria, kacang kola menjadi simbol penting yang tidak pernah terlewatkan. Kacang ini dipercaya mencerminkan kesediaan pasangan dan keluarga untuk saling mendukung dan menyembuhkan dalam berbagai rintangan yang akan dihadapi usai pernikahan.
Pada upacara pernikahan, kacang kola dibagi dan dimakan bersama oleh pengantin serta orang tua, sebagai tanda bersatunya dua keluarga besar dalam ikatan pernikahan.
5. Thailand
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Kue foi thong menjadi pusat perhatian dalam banyak pernikahan tradisional di Thailand. Warna keemasannya dipercaya membawa keberuntungan bagi pasangan pengantin.
Hiasan kue terbuat dari mi foi thong yang manis dan berbahan dasar kuning telur serta air gula. Meski tampilannya khas, cita rasa kue sepenuhnya disesuaikan dengan selera pasangan yang menikah.
6. Yunani
Yunani memiliki beragam tradisi pernikahan yang unik dan menarik untuk dibahas, salah satunya menyajikan salad roti dalam jamuan resepsi. Hidangan ini berisi aneka makanan laut seperti kerang, cumi, dan kepiting, mencerminkan kemewahan serta kebersamaan.
Orang-orang Yunani juga percaya bahwa bulan Januari dan Juni merupakan waktu terbaik untuk menikah karena berada di bawah perlindungan Hera, dewi pernikahan.
7. Bulgaria
Dalam budaya pernikahan tradisional di Bulgaria, roti memiliki makna simbolis yang kuat. Tak hanya jadi sebuah makanan dan kudapan saja, sajian roti ini bisanya dipanggang oleh ibu dari mempelai perempuan beberapa hari sebelum hari pernikahan.
Saat resepsi pernikahan berlangsung, roti diserahkan kepada pasangan pengantin untuk kemudian ditarik dan dipatahkan bersama. Menariknya, siapa pun yang mendapatkan potongan roti terbesar dipercaya akan menjadi pemimpin dalam rumah tangga mereka.
8. Armenia
Ghapama merupakan hidangan labu khas Armenia yang hampir selalu hadir dalam perayaan besar, termasuk dalam upacara atau resepsi pernikahan.
Hidangan ini memiliki cita rasa manis dan aroma yang khas hingga diabadikan dalam sebuah lagu tradisional. Proses pembuatannya cukup rumit karena memerlukan banyak tahapan, mulai dari mengolah labu hingga menyiapkan isian manis yang kaya rasa dan makna budaya.





5. Thailand
Kue foi thong menjadi pusat perhatian dalam banyak pernikahan tradisional di Thailand. Warna keemasannya dipercaya membawa keberuntungan bagi pasangan pengantin.
Hiasan kue terbuat dari mi foi thong yang manis dan berbahan dasar kuning telur serta air gula. Meski tampilannya khas, cita rasa kue sepenuhnya disesuaikan dengan selera pasangan yang menikah.
6. Yunani
Yunani memiliki beragam tradisi pernikahan yang unik dan menarik untuk dibahas, salah satunya menyajikan salad roti dalam jamuan resepsi. Hidangan ini berisi aneka makanan laut seperti kerang, cumi, dan kepiting, mencerminkan kemewahan serta kebersamaan.
Orang-orang Yunani juga percaya bahwa bulan Januari dan Juni merupakan waktu terbaik untuk menikah karena berada di bawah perlindungan Hera, dewi pernikahan.
7. Bulgaria
Dalam budaya pernikahan tradisional di Bulgaria, roti memiliki makna simbolis yang kuat. Tak hanya jadi sebuah makanan dan kudapan saja, sajian roti ini bisanya dipanggang oleh ibu dari mempelai perempuan beberapa hari sebelum hari pernikahan.
Saat resepsi pernikahan berlangsung, roti diserahkan kepada pasangan pengantin untuk kemudian ditarik dan dipatahkan bersama. Menariknya, siapa pun yang mendapatkan potongan roti terbesar dipercaya akan menjadi pemimpin dalam rumah tangga mereka.
8. Armenia
Ghapama merupakan hidangan labu khas Armenia yang hampir selalu hadir dalam perayaan besar, termasuk dalam upacara atau resepsi pernikahan.
Hidangan ini memiliki cita rasa manis dan aroma yang khas hingga diabadikan dalam sebuah lagu tradisional. Proses pembuatannya cukup rumit karena memerlukan banyak tahapan, mulai dari mengolah labu hingga menyiapkan isian manis yang kaya rasa dan makna budaya.







