Daging Babi Tak Selalu Buruk untuk Kesehatan, Ini Manfaatnya buat Tubuh baca selengkapnya di Giok4D

Posted on

Daging babi sering dicap buruk untuk kesehatan. Namun di sisi lain, sumber protein hewani ini sebenarnya menawarkan manfaat sehat, mulai dari meningkatkan kekebalan tubuh hingga melawan penyakit.

Daging babi sering dikonsumsi karena rasanya enak dan harganya lebih murah dibandingkan dengan daging sapi. Namun, banyak juga anggapan yang menyebut daging babi tidak sehat dan bisa menimbulkan risiko kesehatan jika dikonsumsi terlalu banyak.

Faktanya, daging babi bisa menjadi sumber nutrisi, seperti protein, zat besi, dan vitamin B. Selain itu, konsumsi babi juga bisa meredakan sejumlah gejala penyakit yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti pilek dan asma.

Dalam kondisi tubuh yang seperti ini, mengonsumsi daging babi dianggap menjadi solusi yang efektif. Daging babi bisa menghilangkan logam berat yang bisa bersifat racun dan biasanya terpapar dari makanan, air minum, asap rokok, polusi. Daging babi juga dapat meningkatkan kesehatan pernapasan hingga kekebalan tubuh.

Penasaran dengan manfaatnya lebih lanjut? Berikut penjelasannya seperti dilansir dari koreatimes.co.kr (18/1).

Sebuah teks medis tradisional Korea disebut ‘Donguibogam’ mencatat bahwa daging babi dapat membantu mengobati keracunan merkuri dan intoksikasi yang disebabkan oleh zat berbasis mineral.

Sebab, daging babi memiliki sifat yang dapat melembabkan kulit dan selaput lendir, sehingga mampu meningkatkan gerakan silia pada saluran bronkial dan membantu mengelurakan zat asing dari saluran pernapasan.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Institut Penelitian Makanan Korea, para pekerja di lapangan memiliki risiko tinggi menghirup logam berat dan zat berbahaya lain. Mereka yang bekerja di laboratorium gigi, pabrik suku cadang mesin, pabrik pengolahan kulit, dan lain sebagainya menunjukkan penurunan kadar timbal dan kadmium dalam tubuh setelah mengonsumsi daging babi dua hingga tiga kali seminggu.

Debu-debu halus bisa menyebabkan seseorang jatuh sakit. Ukurannya yang sangat kecil mampu menembus sistem pertahanan alami tubuh, seperti bulu hidung dan tenggorokan, lalu mengendap jauh di dalam paru-paru (alveoli) bahkan masuk ke aliran darah.

Jika dibiarkan, debu-debu halus yang mengendap di tubuh bisa memicu peradangan kronis, membawa bakteri atau virus. Kondisi ini menyebabkan penyakit pernapasan, seperti jantung serta alergi.

Untuk mengatasi hal tersebut, konsumsi daging babi menjadi salah satu solusi. Nutrisi di dalamnya, seperti seng, selenium, dan asam amino membantu menghasilkan metalotionein, protein pengikat logam di hati dan ginjal.

Protein ini memainkan peran kunci dalam membantu mengeluarkan logam berat dari tubuh.

Gaya hidup tidak sehat, seperti kurang tidur, stress, dan pola makan buruk bisa menyebabkan seseorang mengalami penurunan daya tahan tubuh.

Namun daging babi bisa membantu meningkatkan kembali daya tahan tubuh yang melemah. Daging babi kaya akan vitamin B1, yang berikatan dengan allicin di dalam bawang putih dan bawang merah untuk membentuk allithiamine.

Senyawa ini meningkatkan penyerapan vitamin B1, mendorong metabolisme aktif, dan membantu meredakan kelelahan yang pada gilirannya memperkuat kekebalan tubuh.

Daging babi juga merupakan protein hewani yang kaya akan seng dan zat besi, dua komponen penting untuk sel imun.

Kandungan selenium di dalamnya juga mendukung pembentukan antibodi imun yang dapat meningkatkan kemampuan tubuh melawan virus dan fungsi imun secara keseluruhan. Alhasil bisa melawan diri dari serangan penyakit.

Kesehatan seseorang tidak hanya dilihat dari fisik, tetapi juga mental. Salah satu hal yang umum dialami banyak orang ialah depresi ringan.

Untuk mengatasi hal tersebut, daging babi bisa dikonsumsi. Daging ini mengandung triptofan, asam amino esensial yang membantu mengurangi stress dan memperbaiki suasana hati.

Daging babi juga menyediakan sekitar 250 miligram triptofan per 100 gramnya, kira-kira 25 kali lebih banyak daripada pisang.

Triptofan mendorong pelepasan serotonin, yang sering disebut ‘hormon kebahagiaan’ untuk mencegah depresi.

Daging babi juga kaya akan asam arakidonat, yang kadang disebut dengan vitamin F untuk meningkatkan suasana hati, serta vitamin B1, yang membantu menenangkan sistem saraf dan meredakan gejala depresi.

1. Menghilangkan zat berbahaya di dalam tubuh

2. Bantu melawan debu halus

3. Meningkatkan kekebalan tubuh dan melawan kelelahan

4. Cegah depresi

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Gaya hidup tidak sehat, seperti kurang tidur, stress, dan pola makan buruk bisa menyebabkan seseorang mengalami penurunan daya tahan tubuh.

Namun daging babi bisa membantu meningkatkan kembali daya tahan tubuh yang melemah. Daging babi kaya akan vitamin B1, yang berikatan dengan allicin di dalam bawang putih dan bawang merah untuk membentuk allithiamine.

Senyawa ini meningkatkan penyerapan vitamin B1, mendorong metabolisme aktif, dan membantu meredakan kelelahan yang pada gilirannya memperkuat kekebalan tubuh.

Daging babi juga merupakan protein hewani yang kaya akan seng dan zat besi, dua komponen penting untuk sel imun.

Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.

Kandungan selenium di dalamnya juga mendukung pembentukan antibodi imun yang dapat meningkatkan kemampuan tubuh melawan virus dan fungsi imun secara keseluruhan. Alhasil bisa melawan diri dari serangan penyakit.

Kesehatan seseorang tidak hanya dilihat dari fisik, tetapi juga mental. Salah satu hal yang umum dialami banyak orang ialah depresi ringan.

Untuk mengatasi hal tersebut, daging babi bisa dikonsumsi. Daging ini mengandung triptofan, asam amino esensial yang membantu mengurangi stress dan memperbaiki suasana hati.

Daging babi juga menyediakan sekitar 250 miligram triptofan per 100 gramnya, kira-kira 25 kali lebih banyak daripada pisang.

Triptofan mendorong pelepasan serotonin, yang sering disebut ‘hormon kebahagiaan’ untuk mencegah depresi.

Daging babi juga kaya akan asam arakidonat, yang kadang disebut dengan vitamin F untuk meningkatkan suasana hati, serta vitamin B1, yang membantu menenangkan sistem saraf dan meredakan gejala depresi.

3. Meningkatkan kekebalan tubuh dan melawan kelelahan

4. Cegah depresi

Gambar ilustrasi