Punya ratusan jenis makanan berbeda, restoran ini memecahkan rekor dunia sebagai buffet terbesar di dunia. Menunya berupa air mancur lobster hingga koleksi keju memuaskan selera!
Restoran prasmanan terbesar di dunia, Les Grands Buffets, menjadi salah satu destinasi kuliner paling dibicarakan di Prancis selatan.
Berlokasi di kota kecil Narbonne, restoran ini menawarkan konsep all-you-can-eat (AYCE) berskala raksasa, menyajikan lebih dari 150 hidangan klasik Prancis hingga menu mewah seperti lobster dan truffle. Kisaran harga santap di sini terbilang terjangkau, di bawah 70 euro per orang (Rp 1,4 juta).
Dilansir dari DailyMailUK (26/01/2026), Les Grands Buffets pertama kali dibuka pada 1989 oleh pasangan Louis dan Jane Privat, lalu berkembang menjadi ikon kuliner internasional yang menarik wisatawan dari berbagai negara.
Pengunjung dikenakan tarif tetap sebesar 65,90 euro untuk menikmati seluruh sajian tanpa batas. Namun, bersantap di sini tidak bisa dilakukan secara spontan.
Berdasarkan laporan BBC, restoran ini menerima sekitar 3,5 juta permintaan reservasi dari pengunjung setiap tahun. Jadi, calon tamu harus memesan tempat jauh-jauh hari, bahkan hingga beberapa bulan sebelumnya.
Berlokasi tak jauh dari Canal de la Robine, Les Grands Buffets berdiri di kota Narbonne yang hanya berpenduduk sekitar 57.000 jiwa.
Meski berada di kota kecil, restoran ini mampu melayani sekitar 400.000 pengunjung setiap tahun. Di dalamnya tersedia lebih dari 150 pilihan hidangan pembuka, menu utama, dan dessert.
Sajian yang ditawarkan meliputi seafood segar, foie gras, pâté en croûte, terrine, berbagai olahan daging, serta air mancur berisi lobster bertingkat tujuh yang menjadi ikon restoran.
Les Grands Buffets juga memecahkan rekor dunia sebagai restoran dengan koleksi keju terbanyak, yakni 111 jenis keju. Selain itu, tersedia sembilan variasi foie gras dan sajian truffle yang ditambahkan ke menu sejak tahun lalu. Restoran ini mengklaim sebagai satu-satunya tempat AYCE di dunia yang menyajikan truffle lengkap dengan stasiun khusus.
Menurut sang pemilik, Louis Privat, konsep Les Grands Buffets terinspirasi dari kuliner Prancis abad ke-19 dan didedikasikan untuk Auguste Escoffier, tokoh masakan modern Prancis.
“Saya sangat terikat dengan masakan tradisional. Karena itu, saya meminta para koki kami untuk berfokus pada hidangan klasik, seperti tripe, daube, dan siput, ” ujar Louis Privat.
Pengunjung bersantap dalam waktu terjadwal yang terbagi dalam waktu makan siang atau makan malam. Meski dinobatkan sebagai restoran buffet terbesar di dunia, Louis mengaku bahwa sisa makanan dari restorannya hanya10 kilogram per hari secara konsisten, jadi jumlah limbah makanannya tidak terlalu besar.






