Ramai isu terkait es kue berbahan spons membuat es jadul ini menjadi sorotan. Padahal es kue sudah eksis sejak puluhan tahun lalu dan pernah jadi jajanan populer.
Es kue merupakan salah satu jajanan es legendaris yang lekat dengan kenangan masa kecil masyarakat Indonesia, khususnya pada era 1990-an.
Jajanan jadul ini juga dikenal dengan nama es gabus dan biasa dijajakan keliling dengan bentuk menyerupai potongan kue, bertekstur lembut, dan berlapis warna cerah.
Popularitasnya bertahan lintas generasi karena harganya terjangkau dan rasanya sederhana. Akan tetapi, baru-baru ini beredar kabar terkait dugaan penggunaan bahan tidak lazim pada produk es kue yang beredar di Kemayoran, Jakarta Pusat. Es kue diduga menggunakan bahan spons.
Isu tersebut memicu kekhawatiran masyarakat sehingga pihak kepolisian langsung turun tangan untuk meneliti penemuan ini lebih lanjut.
“Begitu informasi diterima, kami langsung bergerak cepat melakukan pengecekan ke lokasi. Barang dagangan milik pedagang kami amankan untuk diuji lebih lanjut, karena keselamatan masyarakat adalah prioritas,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra dalam keterangannya, Minggu (25/1/2026), dikutip dari infoNews.
Dari pemeriksaan langsung oleh Tim Keamanan Pangan (Security Food) Dokpol Polda Metro Jaya, seluruh sampel es kue, es gabus, agar-agar, dan cokelat dipastikan aman dan layak dikonsumsi. Roby memastikan tidak ada bahan berbahaya di dalamnya.
Isu ini berhasil membuat es kue jadul kembali menjadi sorotan. Banyak yang belum tahu tentang asal usul es kue jadul ini. Mulai dari bahan utamanya, cita rasa sampai bentuknya.
Berikut penjelasan seputar asal-usul es kue jadul yang dulunya jadi primadona di tahun 1990-an.
1. Sejarah Es Kue
Dirangkum dari berbagai sumber, ada dua nama yang beredar untuk jajanan satu ini, ada yang menyebutnya sebagai es kue ada juga yang lebih familiar dengan nama es gabus. Untuk sejarahnya es kue atau es gabus merupakan salah satu jajanan tradisional Indonesia yang memiliki sejarah panjang dan lekat dengan jajanan jadul.
Keberadaan es gabus dipercaya sudah ada sejak masa kolonial Belanda, meski tidak diketahui secara pasti kapan es ini tercipta atau dari daerah mana es gabus ini berasal.
Namun jika dilihat dari penggunaan tepung hunkwe pada es kue ini, menunjukkan adanya pengaruh budaya Tionghoa dalam kuliner Nusantara. Es ini kemudian berkembang sebagai jajanan rakyat yang cocok dengan iklim tropis Indonesia.
Masa kejayaan es gabus terjadi pada era 1980-an hingga 1990-an. Saat itu, es gabus, yang juga kerap disebut es kue, banyak dijual oleh pedagang keliling dan menjadi favorit anak-anak sekolah, karena harganya terjangkau serta tampilannya yang warna-warni dan menarik.
2. Bahan Utama Es Kue
Jajanan ini dibuat dari campuran tepung hunkwe atau tepung kacang hijau, santan, dan gula, lalu dibekukan hingga menghasilkan tekstur khas. Saat beku, es gabus terasa kenyal, sementara ketika mulai mencair teksturnya menjadi lembut menyerupai gabus, dari situlah namanya berasal.
Es kue memiliki beragam varian rasa yang populer dan digemari sejak dulu sampai sekarang. Salah satu yang paling klasik adalah es gabus pandan, dengan aroma harum dan warna hijau alami dari daun atau pasta pandan.
Ada pula es gabus cokelat yang bercita rasa manis legit dari bubuk atau pasta cokelat. Varian es gabus buah juga banyak diminati, menggunakan jus atau pasta buah seperti stroberi, mangga, hingga durian.
3. Asal-usul Lahirnya Es Kue
Bagi generasi 90-an, jajan es kue sehabis pulang sekolah, jadi rutinitas yang tak terlewatkan. Berbeda dengan es krim jadul lainnya, es kue ini bentuknya mirip seperti kue lapis, dengan potongan kotak dan penuh warna. Menyoal asal-usul daerah es kue, ada tiga kota yang sering dikaitkan dengan tempat lahirnya jajanan jadul ini.
Ada yang menyebut bahwa es kue ini pertama kali dibuat di Yogyakarta sebagai jajanan murah pengganti es krim yang kala itu harganya masih mahal. Namun, beberapa sumber menyebut bahwa es kue ini juga populer dan disinyalir berasal dari kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Karena dulunya es yang terbuat dari tepung hunkwe ini kerap dijadikan campuran ke dalam jenis es buah atau kudapan manis lainnya. Begitu juga dengan nama ‘kue’ yang berbeda dengan arti ‘cake’, nama es ini diambil dari nama Tionghoa, yaitu hún-kué yang merupakan bahan utama es ini.
4. Mulai Sulit Ditemui
Es kue kini semakin jarang ditemui akibat berbagai faktor. Salah satu penyebab utamanya adalah persaingan dengan es krim modern, gelato, dan minuman kekinian yang lebih mudah ditemukan serta mengikuti tren pasar.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Pergeseran selera konsumen, khususnya generasi muda, membuat es gabus lebih sering dipandang sebagai jajanan nostalgia, bukan pilihan utama. Dari sisi produksi, proses pembuatan es gabus tergolong rumit dan memakan waktu, sehingga banyak pedagang tradisional beralih ke produk es yang lebih praktis dan cepat saji.
Selain itu, munculnya isu keamanan pangan terkait es kue menggunakan spons, meski telah diklarifikasi sebagai hoaks dan tidak terbukti kebenarannya, tentunya isu ini membuat orang semakin enggan mencicipi es jadul ini.




2. Bahan Utama Es Kue
Jajanan ini dibuat dari campuran tepung hunkwe atau tepung kacang hijau, santan, dan gula, lalu dibekukan hingga menghasilkan tekstur khas. Saat beku, es gabus terasa kenyal, sementara ketika mulai mencair teksturnya menjadi lembut menyerupai gabus, dari situlah namanya berasal.
Es kue memiliki beragam varian rasa yang populer dan digemari sejak dulu sampai sekarang. Salah satu yang paling klasik adalah es gabus pandan, dengan aroma harum dan warna hijau alami dari daun atau pasta pandan.
Ada pula es gabus cokelat yang bercita rasa manis legit dari bubuk atau pasta cokelat. Varian es gabus buah juga banyak diminati, menggunakan jus atau pasta buah seperti stroberi, mangga, hingga durian.
3. Asal-usul Lahirnya Es Kue
Bagi generasi 90-an, jajan es kue sehabis pulang sekolah, jadi rutinitas yang tak terlewatkan. Berbeda dengan es krim jadul lainnya, es kue ini bentuknya mirip seperti kue lapis, dengan potongan kotak dan penuh warna. Menyoal asal-usul daerah es kue, ada tiga kota yang sering dikaitkan dengan tempat lahirnya jajanan jadul ini.
Ada yang menyebut bahwa es kue ini pertama kali dibuat di Yogyakarta sebagai jajanan murah pengganti es krim yang kala itu harganya masih mahal. Namun, beberapa sumber menyebut bahwa es kue ini juga populer dan disinyalir berasal dari kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Karena dulunya es yang terbuat dari tepung hunkwe ini kerap dijadikan campuran ke dalam jenis es buah atau kudapan manis lainnya. Begitu juga dengan nama ‘kue’ yang berbeda dengan arti ‘cake’, nama es ini diambil dari nama Tionghoa, yaitu hún-kué yang merupakan bahan utama es ini.


4. Mulai Sulit Ditemui
Es kue kini semakin jarang ditemui akibat berbagai faktor. Salah satu penyebab utamanya adalah persaingan dengan es krim modern, gelato, dan minuman kekinian yang lebih mudah ditemukan serta mengikuti tren pasar.
Pergeseran selera konsumen, khususnya generasi muda, membuat es gabus lebih sering dipandang sebagai jajanan nostalgia, bukan pilihan utama. Dari sisi produksi, proses pembuatan es gabus tergolong rumit dan memakan waktu, sehingga banyak pedagang tradisional beralih ke produk es yang lebih praktis dan cepat saji.
Selain itu, munculnya isu keamanan pangan terkait es kue menggunakan spons, meski telah diklarifikasi sebagai hoaks dan tidak terbukti kebenarannya, tentunya isu ini membuat orang semakin enggan mencicipi es jadul ini.





