Seorang veteran nekat alih profesi demi selamatkan tanah di kampung halamannya. Kini ia menjadi petani apel organik sukses dengan hasil panen hingga 11 ton.
Keputusan ekstrem tak jarang dilakukan seseorang ketika dalam kondisi terpaksa. Misalnya di hari tua setelah pensiun dari profesi yang dijalani bertahun-tahun lamanya.
Tidak sedikit pensiunan yang justru membutuhkan kegiatan agar tubuhnya tetap aktif. Ada juga yang memilih mengabdikan usia senjanya untuk berguna bagi lingkungan di sekitarnya.
Misalnya kisah veteran perang ini. Dilansir dari The Better India, (24/1/2026), setelah 30 tahun mengabdi di Tentara India, Kolonel Divya Thakur memutuskan untuk kembali ke kampung halaman.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Ia memilih menanggalkan seragam dan pulang ke Manali, daerah pegunungan di Negara Bagian Himachal Pradesh, India. Kali ini misinya bukan untuk perdamaian, melainkan memulihkan tanah di lahan milik keluarganya.
Pengalaman militernya justru digunakan untuk mengelola sebuah kebun apel. Thakur bersikeras memperbaiki lahan milik keluarganya dari pengaruh kimia yang dilakukan selama proses pertanian beberapa tahun ke belakang.
Keputusannya datang dari kepedulian Thakur terhadap kerusakan lingkungan di kampung halamannya. Tanah yang ia warisi dulunya telah mengalami kerusakan akibat penggunaan pupuk kimia dan pestisida sintetis.
Sampai akhirnya Thakur merasa kualitas tanah dan buah yang dihasilkan kian menurun. Hal ini yang membuatnya mulai menerapkan praktik organik untuk kebun apelnya.
Salah satu kunci keberhasilan kebun apel organiknya adalah penggunaan jeevamrit. Jeevamrit adalah pupuk alami yang terbuat dari campuran kotoran sapi, gula tebu, tanah dari hutan, dan mikroba alami.
Campuran ini berfungsi meningkatkan kesuburan tanah secara organik dan memperkaya mikroorganisme yang bermanfaat. Selain itu, Thakur memasang sistem irigasi tetes dan panen air hujan untuk menghemat air di lingkungannya.
Alih-alih menggunakan pestisida sintetis, Thakur mengandalkan minyak neem, mikroba alami, dan serangga untuk mengendalikan hama. Pada panen organik pertamanya, kebun apel Thakur menghasilkan 11 ton apel organik.
Hasil panennya dikirim ke berbagai pasar organik di seluruh India. Thakur mengaku akan mempertahankan caranya mengolah pertanian untuk melindungi tanah, air dan buah yang lebih sehat untuk konsumen tanpa merusak lingkungan.






