Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Minum cokelat panas atau hot chocolate setiap hari disebut berpotensi mengaktifkan salah satu sistem perbaikan tubuh yang paling kuat. Ini penjelasannya!
Dokter dan ilmuwan ternama asal Amerika Serikat, Dr. William Li, mengungkap potensi manfaat minum cokelat panas. Dalam sebuah video, ia membahas hasil penelitian terkait konsumsi dark chocolate.
Dilansir dari DailyMailUK (22/01/2026), menurut Dr. Li, konsumsi 2 cangkir cokelat panas yang terbuat dari dark chocolate setiap hari menunjukkan dampak signifikan pada orang berusia 60-an yang memiliki penyakit jantung.
“Pada orang berusia 60-an yang memiliki riwayat penyakit jantung, ketika diberikan dua cangkir cokelat panas dari dark chocolate setiap hari selama satu bulan, jumlah sel punca dalam aliran darah mereka bisa meningkat dua kali lipat, bahkan lebih,” ujar Dr. Li.
Ia menjelaskan bahwa penelitian tersebut tidak hanya menunjukkan peningkatan sel punca, tetapi juga perbaikan fungsi dan kelenturan pembuluh darah yang sebelumnya mengeras akibat usia.
Sel punca (stem cell) sendiri merupakan sel induk tubuh yang belum terspesialisasi, memiliki kemampuan unik untuk memperbarui diri (memperbanyak diri) dan berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel khusus seperti sel otot, saraf, atau darah. Jenis sel ini berperan penting dalam perbaikan dan regenerasi jaringan tubuh yang rusak
Dr. Li menambahkan bahwadark chocolateterbukti mampu memperbaiki aliran darah yang terganggu. “Dalam penelitian cokelat ini, ditemukan bahwadark chocolatedapat memulihkan, membalikkan, dan memperbaiki gangguan pelebaran pembuluh darah,” katanya.
Menurutnya ketahanan pembuluh darah pada orang berusia 60 tahun, dengan arteri yang mengeras masih dapat ditingkatkan melalui mekanisme alami tubuh. Temuan ini menantang anggapan lama bahwa penyakit kronis tidak dapat dipulihkan.
“Jika tidak melakukan apa pun, penyakit kronis akan berkembang. Namun sebenarnya, tubuh memiliki kemampuan untuk pulih dan membalikkan penyakit kronis,” ujar Dr. Li.
Ia menekankan bahwa kunci dari proses ini terletak pada kakao, bahan nabati utama dalamdark chocolate. Semakin tinggi kadar kakao, seperti 80% hingga 100%, maka semakin besar kandungan senyawa aktif di dalamnya. Kakao kaya akan polifenol, termasuk proantosianidin, yang menurut Dr. Li berperan memobilisasi sel punca.
“Saat kita mengonsumsidark chocolate, polifenol dalam kakao bekerja seperti memanggil sel punca keluar, layaknya lebah keluar dari sarangnya,” jelasnya. Sel punca tersebut kemudian bergerak menuju area tubuh yang membutuhkan perbaikan jaringan.
Meski demikian, Dr. Li menegaskan bahwa manfaat ini tidak berasal dari minuman cokelat manis atau cokelat panas dengan gula tinggi.
Efek positif hanya ditemukan pada cokelat panas yang dibuat daridark chocolateatau bubuk kakao dengan kandungan gula minimal. Ia juga menilai temuan ini menimbulkan pertanyaan tentang maraknya terapi suntikan sel punca.
“Tubuh kita sebenarnya sudah memiliki sekitar 70 juta sel punca. Kita tidak perlu menyuntikkan apa pun, cukup mengaktifkannya melalui makanan,” katanya.
Bagi Dr. Li, riset cokelat ini menjadi bagian dari pandangan yang lebih luas bahwa tubuh manusia memiliki kemampuan perbaikan alami yang jauh lebih besar dari yang selama ini diperkirakan.
Ia menegaskan bahwa tidak ada makanan super, tetapi senyawa aktif dalam makanan dan respons tubuh terhadap asupan tersebut yang menentukan manfaat kesehatan.






