Popularitas kopi yang kian meningkat ternyata masih diliputi berbagai mitos. Ada beberapa mitos yang bahkan sudah tak relevan untuk dipercaya.
Aromanya yang khas pada kopi dan rasanya yang kuat membuat kopi digemari, termasuk di Indonesia. Namun di balik popularitasnya, kopi juga kerap diselimuti berbagai mitos.
Anggapan negatif yang diteruskan secara turun temurun banyak dipercaya tentang kopi. Padahal mitos yang beredar tak bisa dibuktikan secara ilmiah.
Tak sedikit orang yang masih ragu menikmati kopi karena takut dampaknya bagi kesehatan. Padahal banyak mitos tentang kopi yang ternyata sudah tak lagi relevan dengan fakta saat ini.
Banyak orang masih mempercayai konsumsi kopi punya efek samping negatif untuk kesehatan tubuh. Mulai dari penyebab darah tinggi hingga risiko gangguan jantung.
Padahal, berbagai penelitian modern justru menunjukkan sebaliknya. Kopi mengandung antioksidan yang cukup tinggi dan dapat membantu menurunkan risiko beberapa penyakit.
Penyakit metabolik seperti diabetes tipe 2, penyakit Parkinson, hingga gangguan hati. Asalkan kopi tetap diminum dalam takaran moderat dan tak berlebihan.
Kopi memang memiliki sifat diuretik. Namun alasan ini yang membuat banyak orang merasa khawatir mengalami dehidrasi setelah minum kopi.
Faktanya, meski kafein memang memiliki efek diuretik ringan. Bagaimana pun kopi tetap menyumbang cairan bagi tubuh, sebab hidrasi tak hanya melulu melalui air mineral saja.
Selagi tidak diminum berlebihan, dengan batas aman yang disarankan 2-3 cangkir per hari, kopi masih aman dikonsumsi. Minum air mineral tetap dibutuhkan, tetapi tidak harus dilakukan tepat setelah menghabiskan kopi.
Tak bisa dipungkiri, kopi memang identik dengan begadang. Karena itu, banyak yang langsung menyalahkan kopi sebagai penyebab utama insomnia atau sulit tidur.
Padahal, efek kafein sangat bergantung pada waktu konsumsi dan sensitivitas masing-masing orang. Minum kopi di pagi atau siang hari umumnya tidak akan mengganggu tidur malam.
Konsumsi kopi yang dapat menyebabkan insomnia ialah jika diminum pada waktu yang salah. Misalnya saat sore hari atau mendekati waktu tidur malam.
Asupan kafein tidak bisa dipungkiri memang memicu produksi energi. Beberapa anggapan yang masih dipercaya bahwa kopi pasti membuat jantung berdebar dan berisiko bagi kesehatan jantung.
Faktanya, reaksi tubuh terhadap kafein memang berbeda-beda. Pada sebagian orang, kafein bisa memicu rasa berdebar, tapi itu biasanya bersifat sementara.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Dalam jumlah moderat, kopi tidak terbukti meningkatkan risiko penyakit jantung. Beberapa studi justru menemukan konsumsi kopi dalam batas wajar dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
Tak sedikit yang menyamakan kebiasaan minum kopi dengan kecanduan serius. Mitos ini membuat kopi sering disandingkan dengan zat adiktif.
Kafein memang bisa menimbulkan ketergantungan ringan, seperti sakit kepala atau rasa lelah jika konsumsi dihentikan tiba-tiba. Namun, efek ini jauh berbeda dari zat adiktif.
Ketergantungan pada kopi umumnya bisa dikelola dengan mudah. Caranya dengan mengurangi konsumsi secara bertahap.
Apa Saja Mitos Minum Kopi yang Terbukti Keliru?
1. Efek Samping Kopi untuk Kesehatan
2. Kopi Bikin Dehidrasi
3. Penyebab Insomnia
4. Bikin Jantung Berdebar
5. Risiko Ketergantungan






